To Hell with It adalah mixtape debut oleh penyanyi Inggris PinkPantheress, dirilis melalui Parlophone dan Elektra Records pada 15 Oktober 2021. Mixtape ini, yang berdurasi dekiti lebih dari 18 menit ini menampilkan prudksi dari PinkPantheress sendiri, serta dari Oscar Scheller, Izco, Natalia Fletcher, Jkarri, Mura Masa, Zach Nahome, Kairos Laferme, Adam F, dan Dill Aitchison. PinkPantheress memulai mengunggah cuplikan lagunya ke TikTok pada awal tahun 2021, termasuk "Pain" dan "Break It Off", yang keduanya menjadi viral di platform ini. Ia kemudian menanda tangani kontrak dengan Parlophone dan Elektra Records, yang melaluinya ia merilis tiga single mixtape ini-"Passion", "Just for Me", dan "I Must Apologise".
To Hell with It (digayakan dalam huruf kecil semua)[1] adalah mixtape debut oleh penyanyi Inggris PinkPantheress, dirilis melalui Parlophone dan Elektra Records pada 15 Oktober 2021. Mixtape ini, yang berdurasi dekiti lebih dari 18 menit ini menampilkan prudksi dari PinkPantheress sendiri, serta dari Oscar Scheller, Izco, Natalia Fletcher, Jkarri, Mura Masa, Zach Nahome, Kairos Laferme, Adam F, dan Dill Aitchison. PinkPantheress memulai mengunggah cuplikan lagunya ke TikTok pada awal tahun 2021, termasuk "Pain" dan "Break It Off", yang keduanya menjadi viral di platform ini. Ia kemudian menanda tangani kontrak dengan Parlophone dan Elektra Records, yang melaluinya ia merilis tiga single mixtape ini-"Passion", "Just for Me", dan "I Must Apologise".
Sangat terinspirasi oleh tahun 2000-an, dengan lirik yang membahas topik-topik seperti hubungan yang gagal, masa remaja, pengabaian, dan kerinduan, To Hell with It adalah rekaman dance-pop, liquid drum and bass, dan rekaman garasi Inggris yang sangat memanfaatkan sampel dan mengambil unsur dari beberapa genre berbeda seperti alt-pop, bedroom pop, hyperpop, pop-punk, jungle, 2-step, R&B, dan dembow.
Setalah dirilis, To Hell with It mendapat pujian dari kritikus, yang memuji penggunaan sampel, kualitas nostalgia, dan vokal PinkPantheress. Mixtape ini muncul di beberapa daftar akhir tahun, termasuk yang diterbitkan oleh Billboard, Time, dan Rolling Stone. Mixtape ini memulai debut pada nomor 20 di UK Albums Chart dan pada nomor 36 di Irish Albums Chart. Kelima single mixtape ini masuk ke UK Singles Chart setelah dirilis, dengan dua di antaranya ("Pain" dan "Just for Me") menduduki puncak 40 teratas tangga lagu. Album remixTo Hell with It dirilis pada 28 Januari 2022.
Latar belakang dan perilisan
PinkPantheress pada tahun 2022
Pada awal tahun 2021, PinkPantheress memulai merekam satu lagu setiap hari, dengan waktu satu jam setelah pulang dari universitas untuk menulis dan merekam loop berdurasi 20 detik, yang ia unggah sebagai video pendek di platform media sosial TikTok untuk menjangkau penonton yang lebih luas.[2] Pada Januari 2021, salah satu loop ini, cuplikan lagunya yang berdurasi 12 detik "Pain", diunggah ke TikTok dengan judul, "Hari ke-11 mengunggah lagu setiap hari karena [sic] saya tidak punya hal lain untuk dilakukan," dan hal ini dengan cepat menarik perhatian di platform ini.[3][4] Segera setelah itu, ia menunggah cuplikan lagunya "Last Valentines" dan single terobosannya "Break It Off", yang terakhir menjadi viral di TikTok, dan ia kemudian menanda tangani kontrak dengan Parlophone Records dan Elektra Records.[5][6][7]
PinkPantheress meriliskan single "Passion" pada Juli 2021,[8] diikuti oleh "Just for Me" pada Agustus 2021.[9] "Just for Me" menjadi viral di TikTok dan digunakan lebih dua juta video di platform ini.[10] PinkPantheress mengumumkan perilisan mixtape dan menungkapkan judul ini pada 1 Oktober 2021.[11] "I Must Apologise" dirilis sebagai single kelima mixtape pada 6 Oktober.[12]
Setelah FaceTiming teman-temannya untuk membicarakan judul mixtape ini, PinkPantheress memilih To Hell with It atas saran salah satu teman, yang juga ia nuayakan sebagai representasi ucapannya, "To hell with it," dan meriliskan versi lengkap dari lagu yang sebelumnya hanya dirilis sebagai cuplikan.[13][14] Ia memilih untuk tidak meriliskan To Hell with It sebagai album studio karena merasa bahwa album ini "tidak cukup dikembangkan".[15] Sampulnya, yang difoto oleh Brent McKeever, menggambarkan PinkPantheress berdiri di depan rumah besar di malam hari dengan petri menyambar dibelangkangnya.[16]
Selain platform digital To Hell With It was dirilis secara fisik dalam bentuk CD[17] dan sebagai rekaman vinyl edisi terbatas untuk Record Store Day 2022[18]
Komposisi dan produksi
To Hell with It adalah rekaman dance-pop, liquid drum and bass, dan UK garage[19] yang sangat terinspirasi oleh musik dari awal tahun 2000-an,[20] dan mengandung beberapa sampel, serta unsur dari bedroom pop, hyperpop, drum and bass, jungle, 2-step, dan pop-punk.[21] Mixtape ini berdurasi 18 menit dan 36 detik, dengan tidak ada lagu yang berdurasi lebih dari tiga menit.[19] PinkPantheress menggunakan topline writing untuk menulis lagu di dalamnya, yang ia gambarkan sebagai "new nostalgic".[3][5] Bagian pertama mixtape ini terdiri dari lagu-lagu yang direkam oleh PinkPantheress di rumah, yang di-mix dan di-master untuk mixtape ini, sedangkan bagian kedua terdiri dari lagu yang direkam di studio.[2][22]
Diproduksi oleh PinkPantheress, "Pain" adalah lagu UK garage yang bedurasi selama satu menit dan 38 detik dan mengambil sampel single tahun 2000 "Flowers" oleh duo UK garage Sweet Female Attitude.[2][3] Di dalamnya, PinkPantheress mengungkapkan kerinduannya kepada mantan melalui loop keyboard dua not yang "woozy" dan ketukan lofi hip hop, serta menyanyikan "la la las" di seluruh lagu, yang terinspirasi oleh hambatan penulisannya.[3][23] Lagu ini diakhiri dengan versi chorus yang lebih lambat dan bernada rendah.[15] Pada "I Must Apologise", yang diproduksi bersama oleh Oscar Scheller[24] dan berdurasi kurang dari dua menit, PinkPantheress menyanyikan tentang bagaimana ia tidak dapat menahan diri untuk tidak berbohong kepada kekasihnya. Lagu ini bertempo cepat[25] dan memiliki produksi yang terinspirasi dari bedroom pop[26] dengan "stirring",[27] "skittering" breakbeats dan synths,[28] dan banyak mengambil sampel dari single house Crystal Waters tahun 1991 "Gypsy Woman".[29][30] "Last Valentines" adalah lagu garage, pop-punk, "dance-tinged", "emo-leaning", "drum-heavy" dan liquid drum and bass[31] dengan produksi "ominous"[32] dan ketukan double-time[33] yang mengambil sampel dari lagu kelompok musik rok Linkin Park "Forgotten" dari album mereka tahun 2000 Hybrid Theory dan membahas tentang hubungan yang gagal.[34][35] "Passion" adalah lagu "pengakuan dosa"[36] beraliran jungle[37] dan alt-pop,[8] yang terinspirasi oleh R&B[38] dan ditulis tentang kesepian PinkPantheress[39] setelah ditinggalkan oleh teman-temannya dan keluarganya mencari tempat untuk bermalam.[40] Lagu ini diproduksi oleh Izco dan Jkarri dan berdurasi dua menit 18 detik.[41]
"Just for Me" adalah lagu "wistful",[42] "funky", "terinspirasi tahun 2000-an" bedroom pop,[43] 2-step garage,[44] dan alternative pop[45] yang diproduksi oleh produser rekaman Inggris Mura Masa, yang juga memprogram dan memainkan drum dan kibor pada lagu ini, yang berdurasi kurang dari dua menit.[46] Di dalamnya, PinkPantheress menyanyi dengan irama garasi yang "cepat", "berbahan bakar nostalgia" dan gitar yang "halus", "lembut",[47] tentang obsesinya yang tidak sehat terhadap seseorang dan melakukan berbagai hal seperti mencari rumah mereka dan tidur dengan rambut mereka di bawah bantalnya.[48][49] Ia menggambarkan lagu ini sebagai penerus spiritual dari "Pain".[50] "Noticed I Cried", yang diproduksi oleh Oscar Scheller, adalah lagu drum and bass yang berdurasi sedikit lebih dari satu menit. Lagu ini adalah lagu pertamanya yang tidak diproduksi olehnya, dan memiliki produksi yang "ceria", irama yang "gagap", "beroktan tinggi", dan lirik yang "melankolis", dan mengambil sampel garis synth minimal dari lagu tahun 2005 "And Yet..." oleh Signaldrift.[5][13][27][51][52] Lagu drum and bass "Reason", diproduksi oleh Zach Nahome, berisi bass yang dalam dan lirik tentang "kondisi pikiran yang gelisah dan berputar-putar" PinkPantheress dan ketakutannya akan masa depan.[31][53] "All My Friends Know" adalah lagu R&B dan dembow "hipnotis" yang diproduksi oleh Dill Aitchison dan Kairos Laferme, dua teman PinkPantheress dari "masa sekolahnya".[13] Lagu ini memiliki ketukan yang terinspirasi dari Drake, yang mengambil sampel piano dan kicuan burung dari lagu "Wind Glider" dari album Sven Torstenson tahun 1987 Sky Odyssey, dan tentang kecemasan PinkPantheress atas berakhirnya hubungannya dan ketidakmampunya untuk memberi tahu siapa pun bahwa hubungannya telah berakhir.[2][19][22][33][54] "Nineteen" yang "lambat dan sensual" adalah lagu "reflektif" yang liriknya membahas masa remaja PinkPantheress, dan kesepian, sakit hati, dan kecemasan yang menyertainya. Ia juga membahas teman-temannya yang tidak mengenalinya, kegagalannya dalm ujian A-Level, dan penutupan toko favoritnya.[3][27] Lagu ini mengambil sampel biola dari judul lagu album Toco tahun 2007 Outro Lugar dan berisi bassline rendah dan suara ombak yang menghantam.[23][32][52]
To Hell with It mendapat pujian luas dalam ulasan dari kritikus musik setelah dirilis. Di Metacritic, yang memberikan peringkat normal dari 100 untuk ulasan dari publikasi profesional, album ini memiliki skor rata-rata 86, berdasarkan 10 ulasan, yang menandakan "pujian universal".[56] Chris DeVille dari Stereogum menyebut To Hell with It sebagai "pernyataan pengantar 18 menit yang ringan" yang "membuktikan bakat Pinkpantheress untuk melodi topline yang lembut, rapuh, tetapi dingin".[5] Ben Jolley dari NME menyebut lagu di To Hell with It "menakjubkan dan penuh petualangan", dan mencatat bahwa mixtape ini "mencapai titik manis yang disukai penggermar hits viralnya: pilihan sampel yang tidak kentara dan produksi breakbeat yang rave-y, dan merujuk pada tahun 90-an, ditambah dengan vokalnya yang kekanak-kanakan, penulisan lagu yang penuh nostalgia."[32] Untuk The New York Times, Jon Caramanica menyebut To Hell with It "mencolok", menggambarkan lagunya sebagai "langsung dan fleksibel" dan sampelnya sebagai "sugestif, tetapi tidak menggambarkan", juga menulis bahwa "bahkan nyanyiannya merangkun ketegangan ingatan."[22] Jeff Ihaza dari Rolling Stone menyebut To Hell with It "sangat hadir", menulis bahwa "terasa seperti keterbukaan yang tulus dan sepenuh hati yang pernah dijanjikan internet", menambahkan bahwa PinkPantheress "sangat berbakat [sebagai penulis lagu] dalam menghadapi tema keputusasaan dengan keteguhan hati yang tak tergoyahkan grace."[27]
Chris Taylor dari DIY menggambarkan To Hell with It sebagai "campuran memabukkan dari genre dan referensi tahun 00-an yang hanya tampak cocok jika disampaikan dengan kesungguhan yang tepat".[53] David Weaver dari Clash menggambarkan suara PinkPantheress sebagai "bahan utama" pada mixtape ini, dan menyebtu melodinya "menarik, sederhana, dan efektif", produksinya "fantastis", "bersih", dan "rapi", serta pengambilan sampelnya "manis sekaligus nostalgia dan sopan".[35] Caitlin White dari Uproxx menyatakan bahwa mixtape ini "menarik dari begitu banyak suara yang berbeda dan membentuknya menjadi satu kesatuan yang kohesif, yang dibumbui dengan nostalgia dan emosi kerinduan masa depan".[33] Untuk HipHopDX, Matthew Ritchie menyebut mixtape ini "sangat adiktif dan menyentuh" dan penuh dengan "jiwa dan kehidupan", menulis bahwa "To Hell with It mewujudkan etos [tahun 2000-an], menghindari jebakan artis sebelumnya yang melekat pada nostalgia sebagai gimmick" dan bahwa "suara PinkPantheress adalah kunci yang membedakannya."[59] Menulis untuk Gigwise, Joe Smith menulis bahwa mixtape ini adalah "sintesis dari pemuda kolektif suatu negara" yang "mengubah segalanya" dan "tidak pernah kekurangan substansi".[31] Hayley Milross dari The Line of Best Fit menulis, "Meneteskan nostalgia tahun 2000-an di masa ketika istilah 'Y2K' dilemparkan seperti confetti, To Hell with It terasa asli."[19] James Keith dari Complex UK menyebutnya "berorientasi ke masa depan dan malu-malu mengangguk pada apa yang terjadi sebelumnya".[60]
Untuk Billboard, Jason Lipshutz menulis bahwa To Hell with It "tidak memaksakan poin-poinnya atau terlalu lama diterima" dan "merupakan suara bintang yang sedang naik daun yang memahami dan mendominasi format yang paling cocok untuknya".[61] Martyn Young dari Dork menggambarkan "suasana" mixtape ini sebagai "jadul yang menyatu dengan sekolah baru dalam harmoni yang manis" dan terdiri dari "earworms intim yang terbentuk dengan sempurna".[58] Jade Gomez dari Paste menggambarkan mixtape ini sebagai "berisi" dan menulis bahwa mixtape ini "menangkap nostalgia Y2K yang berbeda dengan sangat baik".[62] Untuk Pitchfork, Arielle Gordon menulis bahwa, di To Hell with It, PinkPantheress "menambahkan sentuhan kontemporer yang tidak dapat disangkal pada kumpulan sampelnya", menggambarkan suaranya sebagai "sangat menenangkan" dan "miasma halus dan berpiksel yang pecah dari penyampaian yang sungguh-sungguh dari pendahulunya di Britania Raya".[23] Mano Sundaresan dari NPR menulis bahwa mixtape ini "lebih berfungsi sebagai peluncuran ringan daripada pernyataan besar" dan bahwa lagu di dalamnya "terasa seperti mimpi samar dari era lampau."[2]
Penghargaan
To Hell with It dinobatkan sebagai album terbaik kedua tahun 2021 oleh Jem Aswad dari Variety,[63] album terbaik ketiga tahun 2021 oleh Time,[64] dan album terbaik kelima tahun ini oleh Jon Caramanica dari The New York Times,[65] Rob Sheffield dari Rolling Stone,[66]The Line of Best Fit,[67] dan Gigwise.[68] Mixtape ini dipilih sebagai album terbaik kesembilan tahun ini oleh Slant[69] dan album terbaik kesepuluh tahun ini oleh The Ringer[70] dan Okayplayer,[71] dan juga muncul di daftar akhir tahun yang diterbitkan oleh Billboard,[72]Rolling Stone,[73]NPR,[74]Complex,[75]AllMusic,[76]The Independent,[77]The Fader,[78]Teen Vogue,[79] dan The Guardian.[80]
"Pain" mengambil sampel "Flowers", ditulis oleh Mike Powell dan Martin Green.[5]
"I Must Apologise" mengambil sampel "Gypsy Woman", ditulis oleh Neal Conway dan Crystal Waters.[85]
"Last Valentines" mengambil sampel "Forgotten", ditulis oleh Brad Delson, Chester Bennington, David Farrell, Joseph Hahn, Mark Wakefield, Mike Shinoda, dan Robert Bourdon.[5]
"Noticed I Cried" mengambil sampel "And Yet...", ditulis oleh Franz Buchholtz.[86]
"All My Friends Know" mengambil sampel "Wind Glider", ditulis oleh Sven Tortenson.[32]
"Nineteen" mengambil sampel "Outro Lugar", ditulis oleh Tomaz Di Cunto.[32]
"Break It Off" mengambil sampel "Circles", ditulis oleh Adam F.[87]
album remix dari To Hell with It, berjudul To Hell With It (Remixes), dirilis pada 28 Januari 2022 melalui Elektra dan Parlophone Records.[88] Album ini sebagaian dikembangkan oleh produser Britania Raya Anz, yang mengunggah teaser untuk album ini seminggu sebelum dirilis.[89] Album ini menyertai remix dari setiap lagu dalam mixtape, termasuk remix dari "Pain" oleh Powfu, remix dari "I Must Apologise" oleh Tommy Gold, remix dari "Last Valentines" oleh WondaGurl, remix dari "Reason" oleh Jarreau Vandal, remix dari "Just for Me" by oleh Guincho,[90] remix dari "All My Friends Know" oleh Anz,[91] remix dari "Passion" oleh Sam Gellaitry, dan remix drum and bass dari "Noticed I Cried" oleh Flume.
Remix dari LSDXOXO, FKJ, Surf Gang, Tommy Gold, Sango, O.J.C., Nia Archives, juga muncul di mixtape ini.[88][92] Album ini dirilis sebagai pita kaset dan sebagai pengandar kilas USB.[93] Will Dukes dari Rolling Stone memebrikan mixtape ini tiga stenegah bintang, menyebutnya sebagai "penggunaan kembali yang ceria dari semua favorit dari mixtape [PinkPantheress] yang diakui pada tahun 2021."[90]
↑Hein, Megan (22 Oktober 2021). "PinkPantheress World Domination". Office (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 Oktober 2021. Diakses tanggal 25 Oktober 2021.
↑Maicki, Salvatore; Elder, Sajae; Darville, Jodran; Renshaw, David (21 Oktober 2021). "10 songs you need in your life this week". The Fader (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 Oktober 2021. Diakses tanggal 25 Oktober 2021.
↑Handy, Vanessa (6 Juli 2021). "PinkPantheress, 'Passion'". NPR (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 19 Juli 2021. Diakses tanggal 18 Oktober 2021.
↑Christgau, Robert (11 Januari 2023). "Consumer Guide: January, 2023". And It Don't Stop. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 March 2024. Diakses tanggal 2024-03-21– via robertchristgau.com.
↑Chow, Andrew R.; Lang, Cady (4 Desember 2021). "The 10 Best Albums of 2021". Time (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 Desember 2021. Diakses tanggal December 8, 2021.
↑Pareles, Jon; Caramanica, Jon; Zoladz, Lindsay (2 Desember 2021). "Best Albums of 2021". The New York Times (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 Desember 2021. Diakses tanggal 8 Desember 2021.
↑Sheffield, Rob (21 Desember 2021). "Rob Sheffield's Top 20 Albums of 2021". Rolling Stone (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 31 Desember 2021. Diakses tanggal 7 Januari 2022.
↑"The Best Albums of 2021 Ranked". The Line of Best Fit (dalam bahasa Inggris). 13 Desember 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 Desember 2021. Diakses tanggal 6 January 2022.
↑"The Best Albums of 2021". The Ringer (dalam bahasa Inggris). 7 Desember 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 Februari 2022. Diakses tanggal 8 Desember 2021.
↑Ehrlich, Brenna; Bernstein, Jonathan; Blistein, Jon; Conteh, Mankaprr; Dolan, Jon; Freeman, Jon; Grow, Kory; Hoard, Christian; Hudak, Joseph; Ihaza, Jeff; Kwak, Kristine; Leight, Elias; Lopez, Julyssa; Martoccio, Angie; Mota, Jennifer; Reeves, Mosi; Sheffield, Rob; Vozick-Levinson, Simon; Villegas, Richard (3 Desember 2021). "The 50 Best Albums of 2021". Rolling Stone (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 Januari 2022. Diakses tanggal 8 Desember 2021.
↑"The Best Albums of 2021". Complex (dalam bahasa Inggris). 1 Desember 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Desember 2021. Diakses tanggal 8 Desember 2021.
↑"AllMusic Best of 2021". AllMusic (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 Januari 2022. Diakses tanggal 7 Januari 2022.
↑Ross, Alex Robert; Darville, Jordan; Renshaw, David; Maicki, Salvatore; Paul, Larisha; Isama, Antoinette; Raw, Son; Villa, Lucas; Richards, Janiel; D'Souza, Shaad; Elder, Sajae; Helfand, Raphael; Joyce, Colin. "The 50 best albums of 2021". The Fader (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 November 2022. Diakses tanggal 7 Januari 2022.
↑Beaumont-Thomas, Ben; Snapes, Laura (17 Desember 2021). "The 50 best albums of 2021". theguardian.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 1 Desember 2021. Diakses tanggal 4 Januari 2022.
↑Maicki, Salvatore; Darville, Jordan; D'Souza, Shaad; Renshaw, David; Elder, Sajae (24 Juni 2021). "10 songs you need in your life this week". The Fader (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 Oktober 2021. Diakses tanggal 17 Oktober 2021.