Titan Rain adalah rangkaian serangan siber terkoordinasi terhadap sistem komputer di Amerika Serikat yang terdeteksi sejak tahun 2003 dan diketahui berlangsung setidaknya selama tiga tahun. Serangan ini dilaporkan berasal dari Guangdong, Tiongkok. Aktivitas tersebut diyakini berkaitan dengan ancaman persisten tingkat lanjut (advanced persistent threat) yang didukung oleh negara. Pemerintah federal Amerika Serikat memberikan sebutan Titan Rain untuk mengidentifikasi rangkaian serangan ini.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Titan Rain adalah rangkaian serangan siber terkoordinasi terhadap sistem komputer di Amerika Serikat yang terdeteksi sejak tahun 2003 dan diketahui berlangsung setidaknya selama tiga tahun.[1] Serangan ini dilaporkan berasal dari Guangdong, Tiongkok.[2] Aktivitas tersebut diyakini berkaitan dengan ancaman persisten tingkat lanjut (advanced persistent threat) yang didukung oleh negara. Pemerintah federal Amerika Serikat memberikan sebutan Titan Rain untuk mengidentifikasi rangkaian serangan ini.
Dalam operasinya, pelaku Titan Rain berhasil memperoleh akses ke berbagai jaringan komputer milik kontraktor pertahanan Amerika Serikat. Target serangan mencakup informasi sensitif yang berkaitan dengan pertahanan dan teknologi. Beberapa organisasi yang dilaporkan terdampak antara lain Lockheed Martin, Sandia National Laboratories, Redstone Arsenal, dan Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat.
Serangan Titan Rain dilaporkan berkaitan dengan aktivitas Unit 61398 Tentara Pembebasan Rakyat.[3] Kelompok ini diduga melakukan serangan terhadap sejumlah lembaga negara, termasuk instansi intelijen Amerika Serikat serta Kementerian Pertahanan Britania Raya.
Pada tahun 2006, sebuah kelompok peretasan terorganisasi yang dikaitkan dengan Tiongkok dilaporkan mengganggu sebagian sistem komputer Dewa Rakyat Britania Raya.[4] Pemerintah Tiongkok menyatakan tidak terlibat dan menolak tuduhan keterkaitan dengan serangan tersebut.

Pemerintah Federal Amerika Serikat menyatakan bahwa serangan siber yang terjadi pada tahun 2004 berasal dari Tiongkok. Alan Paller, Direktur Riset Institut SANS, menilai bahwa serangan tersebut menunjukkan tingkat kedisiplinan dan koordinasi yang tinggi, sehingga kecil kemungkinan dilakukan oleh pihak nonmiliter. Menurutnya, tingkat kecanggihan operasi tersebut mengarah pada keterlibatan Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok.[5]
Titan Rain dilaporkan menargetkan sejumlah lembaga, termasuk Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) dan Biro Investigasi Federal (FBI). Meskipun tidak terdapat laporan mengenai pencurian informasi rahasia, para pelaku diduga memperoleh data tidak terklasifikasi, seperti informasi dari komputer pribadi. Informasi tersebut dinilai berpotensi digunakan untuk menganalisis kemampuan serta kerentanan sistem di Amerika Serikat.[6]
Serangan ini juga berdampak pada hubungan internasional, khususnya dalam meningkatkan ketegangan dan ketidakpercayaan antara Tiongkok dan sejumlah negara lain, termasuk Britania Raya dan Rusia. Pemerintah Britania Raya secara resmi menyatakan bahwa sistem pemerintahan mereka menjadi sasaran peretas yang berasal dari Tiongkok. Secara lebih luas, kasus Titan Rain mendorong negara-negara di dunia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman serangan siber lintas negara.