Tim atau regu adalah kelompok yang usaha-usaha perorangannya menghasilkan kinerja lebih tinggi daripada jumlah masukan perorangan. Tim bisa melakukan berbagai hal: membuat produk, memberikan jasa, memperunding berbagai perjanjian, mengkoordinasi proyek-proyek, memberikan nasihat, olahraga beregu, dan membuat keputusan. Adanya tim menyediakan lebih banyak informasi daripada perorangan. Kehadiran sebuah tim dalam suatu bentuk organisasi sangat penting dalam mendukung lancarnya sistem yang berjalan dan keberlangsungan kegiatan suatu organisasi.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. (April 2016) |

Tim atau regu[1] adalah kelompok yang usaha-usaha perorangannya menghasilkan kinerja lebih tinggi daripada jumlah masukan perorangan.[2] Tim bisa melakukan berbagai hal: membuat produk, memberikan jasa, memperunding berbagai perjanjian, mengkoordinasi proyek-proyek, memberikan nasihat, olahraga beregu, dan membuat keputusan.[3] Adanya tim menyediakan lebih banyak informasi daripada perorangan. Kehadiran sebuah tim dalam suatu bentuk organisasi sangat penting dalam mendukung lancarnya sistem yang berjalan dan keberlangsungan kegiatan suatu organisasi.[4]
Tim memiliki beberapa jenis berdasarkan jumlah individu dan kegunaannya. Tim penyelesai masalah adalah kelompok-kelompok yang terdiri dari 5 hingga 12 orang dari departemen yang sama yang bertemu beberapa jam seminggu untuk mendiskusikan berbagai cara peningkatan kualitas, efisiensi, dan lingkungan kerja.[5] Tim kerja yang mengelola diri sendiri adalah kelompok-kelompok yang terdiri atas 10 hingga 15 orang yang memikul tanggung jawab dari para pengawas mereka terdahulu.[6] Tim lintas fungsional adalah orang-orang yang berasal dari tingkat hierarki yang kurang lebih sama, tetapi dari berbagai bidang pekerjaan yang berbeda, yang berkumpul untuk menyelesaikan sebuah tugas.[2] Tim virtual adalah tim yang menggunakan berbagai macam teknologi (seperti komputer dan alat gadget lainnya) untuk menyatukan anggota-anggota yang terpisah secara fisik guna mencapai tujuan bersama.[7]