Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiTikus humanisasi
Artikel Wikipedia

Tikus humanisasi

Tikus humanisasi adalah tikus hasil rekayasa genetika yang memiliki gen, sel, jaringan, dan/atau organ manusia yang berfungsi. Tikus humanisasi umumnya digunakan sebagai model hewan kecil dalam penelitian biologi dan medis untuk terapi manusia.

Wikipedia article
Diperbarui 25 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Agustus 2025)

Tikus humanisasi adalah tikus hasil rekayasa genetika yang memiliki gen, sel, jaringan, dan/atau organ manusia yang berfungsi.[1] Tikus humanisasi umumnya digunakan sebagai model hewan kecil dalam penelitian biologi dan medis untuk terapi manusia.[2]

Tikus humanisasi atau model tikus humanisasi adalah tikus yang telah ditransplantasi dengan sel manusia dan/atau direkayasa untuk mengekspresikan produk gen manusia, sehingga dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan wawasan yang relevan dalam konteks in vivo guna memahami fisiologi dan patologi spesifik manusia.[3] Beberapa proses biologis manusia telah dieksplorasi menggunakan model hewan seperti hewan pengerat dan primata non-manusia. Khususnya, hewan kecil seperti tikus menguntungkan dalam penelitian semacam itu karena ukurannya yang kecil, siklus reproduksi yang singkat, penanganan yang mudah, dan karena kesamaan genomik dan fisiologisnya dengan manusia. Hewan-hewan ini juga dapat dimodifikasi secara genetik dengan mudah. ​​Namun demikian, terdapat beberapa ketidaksesuaian antara sistem hewan ini dengan sistem manusia, terutama yang berkaitan dengan komponen sistem imun. Untuk mengatasi keterbatasan ini dan mewujudkan potensi penuh model hewan agar para peneliti dapat memperoleh gambaran yang jelas tentang sifat dan patogenesis respons imun terhadap patogen spesifik manusia, model tikus humanisasi telah dikembangkan. Model tikus semacam itu juga telah menjadi bagian integral dari penelitian biomedis praklinis.[4]

Jenis-jenis utama tikus humanisasi

1. Model Hu-PBL

  • Berdasarkan transplantasi sel darah manusia yang sudah matang
  • Ditandai dengan kemudahan dan kecepatan pembuatan
  • Terutama mengandung sel T
  • Terbatas karena munculnya penyakit graft-versus-host (GVHD) dalam waktu singkat.[5]

2. Model Hu-HSC

  • Berdasarkan transplantasi sel punca CD34⁺
  • Memungkinkan pembentukan berbagai jenis sel imun
  • Memberikan jendela waktu eksperimen yang lebih lama
  • Namun, perkembangan sel membutuhkan waktu lebih lama.[6]

3. Model Hu-BLT

- Berdasarkan transplantasi:

  • Sumsum tulang
  • Hati
  • Kelenjar timus

-Dianggap sebagai model paling canggih

-Menghasilkan sistem imun manusia yang lebih lengkap[6]

-Memungkinkan perkembangan sel T yang lebih mendekati kondisi manusia.[6]

Referensi

  1. ↑ Chuprin J, Buettner H, Seedhom MO, Greiner DL, Keck JG, Ishikawa F, et al. (March 2023). "Humanized mouse models for immuno-oncology research". Nature Reviews. Clinical Oncology. 20 (3): 192–206. doi:10.1038/s41571-022-00721-2. PMC 10593256. PMID 36635480.
  2. ↑ Brehm MA, Wiles MV, Greiner DL, Shultz LD (August 2014). "Generation of improved humanized mouse models for human infectious diseases". Journal of Immunological Methods. 410: 3–17. doi:10.1016/j.jim.2014.02.011. PMC 4155027. PMID 24607601.
  3. ↑ Stripecke R, Münz C, Schuringa JJ, Bissig KD, Soper B, Meeham T, et al. (July 2020). "Innovations, challenges, and minimal information for standardization of humanized mice". EMBO Molecular Medicine. 12 (7): e8662. doi:10.15252/emmm.201708662. PMC 7338801. PMID 32578942.
  4. ↑ Walsh NC, Kenney LL, Jangalwe S, Aryee KE, Greiner DL, Brehm MA, Shultz LD (January 2017). "Humanized Mouse Models of Clinical Disease". Annual Review of Pathology. 12 (1): 187–215. doi:10.1146/annurev-pathol-052016-100332. PMC 5280554. PMID 27959627.
  5. ↑ Hermsen, Jack; Brown, Matthew E. (2020-09). "Humanized Mouse Models for Evaluation of PSC Immunogenicity". Current Protocols in Stem Cell Biology (dalam bahasa Inggris). 54 (1). doi:10.1002/cpsc.113. ISSN 1941-7322.
  6. 1 2 3 Yin, Ling; Wang, Xue-Jing; Chen, De-Xi; Liu, Xiao-Ni; Wang, Xiao-Jun (2020). "Humanized mouse model: a review on preclinical applications for cancer immunotherapy". American Journal of Cancer Research. 10 (12): 4568–4584. ISSN 2156-6976. PMC 7783739. PMID 33415020.

Bacaan lanjutan

  • Brehm MA, Wiles MV, Greiner DL, Shultz LD (August 2014). "Generation of improved humanized mouse models for human infectious diseases". Journal of Immunological Methods. 410: 3–17. doi:10.1016/j.jim.2014.02.011. PMC 4155027. PMID 24607601.
  • Ito R, Takahashi T, Katano I, Ito M (May 2012). "Current advances in humanized mouse models". Cellular & Molecular Immunology. 9 (3): 208–14. doi:10.1038/cmi.2012.2. PMC 4012844. PMID 22327211.
  • Scheer N, Snaith M, Wolf CR, Seibler J (December 2013). "Generation and utility of genetically humanized mouse models". Drug Discovery Today. 18 (23–24): 1200–11. doi:10.1016/j.drudis.2013.07.007. PMID 23872278.
  • Peltz G (May 2013). "Can 'humanized' mice improve drug development in the 21st century?". Trends in Pharmacological Sciences. 34 (5): 255–60. doi:10.1016/j.tips.2013.03.005. PMC 3682766. PMID 23602782.
  • Grompe M, Strom S (December 2013). "Mice with human livers". Gastroenterology. 145 (6): 1209–14. doi:10.1053/j.gastro.2013.09.009. PMID 24042096.
  • Leung C, Chijioke O, Gujer C, Chatterjee B, Antsiferova O, Landtwing V, et al. (September 2013). "Infectious diseases in humanized mice". European Journal of Immunology. 43 (9): 2246–54. doi:10.1002/eji.201343815. PMID 23913412.


Ikon rintisan

Artikel bertopik genetika ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Jenis-jenis utama tikus humanisasi
  2. Referensi
  3. Bacaan lanjutan

Artikel Terkait

Palivizumab

senyawa kimia

Nimotuzumab

senyawa kimia

Bevasizumab

senyawa kimia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026