Theodor Heinrich Boveri adalah seorang ahli zoologi dan anatomi perbandingan asal Jerman, serta salah satu pendiri sitologi modern. Ia dikenal karena hipotesis pertamanya mengenai proses seluler yang menyebabkan kanker, dan karena mendeskripsikan pengurangan kromatin pada nematoda. Saudaranya adalah seorang industrialis, Walter Boveri. Boveri menikah dengan ahli biologi Amerika Serikat, Marcella O'Grady (1863–1950). Putri mereka, Margret Boveri (1900–1975), menjadi salah satu jurnalis paling terkenal di Jerman pasca-Perang Dunia II.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Theodor Boveri | |
|---|---|
| Lahir | 12 October 1862 (1862-10-12) Bamberg, Kerajaan Bayern |
| Meninggal | 15 October 1915 (1915-10-16) (umur 53) Würzburg, Kekaisaran Jerman |
| Dikenal atas | Perkembangan embrio Teori kromosom Boveri–Sutton Sentrosom Teori kromosom kanker |
| Suami/istri | Marcella Boveri |
| Anak | Margret Boveri |
| Karier ilmiah | |
| Bidang | Genetika, biologi sel |
Theodor Heinrich Boveri (12 Oktober 1862 – 15 Oktober 1915) adalah seorang ahli zoologi dan anatomi perbandingan asal Jerman, serta salah satu pendiri sitologi modern.[1] Ia dikenal karena hipotesis pertamanya mengenai proses seluler yang menyebabkan kanker, dan karena mendeskripsikan pengurangan kromatin pada nematoda.[2] Saudaranya adalah seorang industrialis, Walter Boveri. Boveri menikah dengan ahli biologi Amerika Serikat, Marcella O'Grady (1863–1950).[3] Putri mereka, Margret Boveri (1900–1975), menjadi salah satu jurnalis paling terkenal di Jerman pasca-Perang Dunia II.[4]
Dengan menggunakan mikroskop optik, Boveri meneliti proses-proses yang terlibat dalam pembuahan sel telur hewan; objek penelitian favoritnya adalah nematoda Parascaris dan bulu babi.
Karya Boveri pada bulu babi menunjukkan bahwa kehadiran seluruh kromosom diperlukan agar perkembangan embrio dapat berlangsung dengan baik.[5] Penemuan ini merupakan bagian penting dari teori kromosom Boveri–Sutton.[6][7] Ia juga menemukan, pada tahun 1888, pentingnya sentrosom untuk pembentukan pemintal selama mitosis pada sel hewan, yang ia gambarkan sebagai organ khusus pembelahan sel.[6] Boveri juga menemukan fenomena pengurangan kromatin selama perkembangan embrio pada nematoda Parascaris.[8][9]
Beranjak dari pengetahuan Carl Rabl bahwa kromosom juga terdapat di antara dua pembelahan inti di dalam inti sel, ia mengembangkan konsep individualitas kromosom, yaitu asumsi bahwa kromosom mempertahankan individualitasnya selama interfase.[10] Melalui eksperimen panjang pada telur bulu babi, ia juga mampu membuktikan bahwa berbagai kromosom mengandung susunan genetik yang berbeda.[11]
Pada tahun 1902, ia juga berpendapat bahwa tumor ganas bermula dari sebuah sel tunggal yang susunan kromosomnya menjadi berantakan, sehingga menyebabkan sel tersebut membelah secara tidak terkendali.[7][12] Ia mengusulkan bahwa karsinogenesis merupakan hasil dari mitosis yang menyimpang dan pertumbuhan yang tak terkendali yang disebabkan oleh radiasi, gangguan fisik atau kimiawi, maupun oleh patogen mikroskopis.[13][14] Asumsinya ini pada awalnya ditolak oleh kalangan medis; baru kemudian para peneliti seperti Thomas Hunt Morgan pada tahun 1915 mendemonstrasikan bahwa teori Boveri memang benar.[15][16]
Boveri juga mendeskripsikan struktur ginjal pada Amphioxus (Cephalochordata).[17][18]