The Woman in Cabin 10 adalah sebuah film psikologi menegangkan tahun 2025 yang disutradarai oleh Simon Stone yang menulis skenarionya bersama dengan Joe Shrapnel dan Anna Waterhouse. Film ini dibuat berdasarkan pada novel tahun 2016 karya Ruth Ware dengan alur cerita tentang seorang jurnalis yang yang menemukan rahasia mengerikan saat sedang berlayar di atas kapal pesiar mewah. Film ini dibintangi oleh Keira Knightley, Guy Pearce, David Ajala, Art Malik, Gugu Mbatha-Raw, Kaya Scodelario, David Morrissey, Daniel Ings, dan Hannah Waddingham.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| The Woman in Cabin 10 | |
|---|---|
Poster penayangan | |
| Sutradara | Simon Stone |
| Produser |
|
| Skenario |
|
Berdasarkan | The Woman in Cabin 10 oleh Ruth Ware |
| Pemeran | |
| Penata musik | Benjamin Wallfisch |
| Sinematografer | Ben Davis |
| Penyunting |
|
Perusahaan produksi | |
| Distributor | Netflix |
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 95 menit[1] |
| Negara |
|
| Bahasa | Inggris |
The Woman in Cabin 10 adalah sebuah film psikologi menegangkan tahun 2025 yang disutradarai oleh Simon Stone yang menulis skenarionya bersama dengan Joe Shrapnel dan Anna Waterhouse. Film ini dibuat berdasarkan pada novel tahun 2016 karya Ruth Ware dengan alur cerita tentang seorang jurnalis yang yang menemukan rahasia mengerikan saat sedang berlayar di atas kapal pesiar mewah. Film ini dibintangi oleh Keira Knightley, Guy Pearce, David Ajala, Art Malik, Gugu Mbatha-Raw, Kaya Scodelario, David Morrissey, Daniel Ings, dan Hannah Waddingham.
The Woman in Cabin 10 dirilis oleh Netflix pada 10 Oktober 2025.
Untuk memulihkan rasa trauma menyaksikan terbunuhnya sumber beritanya, jurnalis investigasi Laura “Lo” Blacklock menerima undangan dari miliarder yang menderita penyakit terminal, Anne Bullmer, yang mendirikan yayasan amal bersama suaminya, Richard. Lo bergabung dengan keluarga Bullmer dan tamu-tamu kaya mereka di atas superyacht mewah mereka untuk menulis tentang yayasan tersebut, berlayar menuju gala penggalangan dana di Norwegia. Pada malam pertama pelayaran, Lo masuk ke Kabin 10 untuk menghindari mantan pacarnya Ben, seorang fotografer yang bekerja untuk keluarga Bullmer, dan bertemu dengan seorang wanita blonde misterius. Setelah makan malam bersama, Anne secara pribadi memberi tahu Lo bahwa dia telah menghentikan pengobatan yang ia jalani, dan memberikan salinan pidato yang akan dia sampaikan di gala untuk mengumumkan bahwa dia akan mendonasikan seluruh kekayaannya. Malam itu, Lo terbangun oleh teriakan seorang wanita dan kemudian menyaksikan seseorang terjatuh ke laut serta menemukan adanya jejak tangan berdarah di Kabin 10.
Dia memberi tahu awak kapal, tetapi setelah semua penumpang diperiksa dan dihitung, tidak ditemukan adanya penumpang yang hilang dan tidak ada catatan adanya penumpang yang menempati Kabin 10. Perjalanan terus berlanjut, Anne menunjukkan sikap yang berbeda kepada Lo dibandingkan pertemuan sebelumnya di mana dia beralasan bahwa kesehatannya memburuk. Pada saat Lo melihat hasil foto-foto Ben, dia mengenali sosok wanita berambut pirang yang menempati Kabin 10 dalam sebuah foto. Dia membawa foto tersebut kepada Adam dan para tamu untuk menunjukkan bahwa dia tidak sedang berhalusinasi. Richard menganjurkan Lo untuk melepaskan ketegangan di spa. Di spa, seseorang menulis “STOP” di pintu shower Lo yang beruap. Lo menuduh Adam yang sedang berada di sana sebagai pelakunya tetapi Adam menyangkalnya. Mencoba mencari bukti, Lo menyusup ke Kabin 10, di mana dia menemukan rambut pirang di saluran pembuangan wastafel dan menyembunyikan bukti tersebut di wastafel kabinnya sendiri. Dia bercerita kepada Ben mengenai apa yang ditemukannya, tapi Ben menyarankan agar Lo tidak terus mengungkapkan kebenaran kepada para penumpang lain demi kebaikannya sendiri. Lo terus mencari tahu kebenaran dengan bertanya kepada kru kapal yang enggan menjawab pertanyaannya. Suatu hari Lo menemukan bahwa kamarnya digeledah setelah menemukan sebuah kancing di lantai. Lo segera mengamankan barang bukti rambut yang disimpannya dalam jaket yang selalu dia kenakan. Yang terjadi kemudian, Lo didorong dari dek atas dan terjatuh ke kolam renang di mana tirai penutup kolam menutup tepat setelah dia tercebur. Dia berhasil lolos dari kematian setelah dia menggedor dinding kolam tempat para tamu sedang bersantai. Bukti rambut dan kancing hilang saat mantelnya dicuci setelah kejadian tersebut, dan dia menyadari bahwa baju dokter Anne, Robert Mehta, kehilangan sebuah kancing. Mengunci diri di kamarnya, Lo melihat wanita dari Kabin 10 di lorong dan mengikutinya ke ruang mesin. Lo menyadari bahwa wanita tersebut ternyata adalah wanita yang berwajah mirip dengan Anne. Memohon Lo untuk menghentikan penyelidikannya, wanita itu memukulnya hingga pingsan dan mengurungnya di ruang penyimpanan.
Lo menyadari bahwa Richard tahu bahwa kekayaan Anne tidak akan diwariskan kepadanya dan mengatur seorang berwajah yang mirip dengan Anne untuk berpura-pura menjadi istrinya. Carrie, wanita dari Kabin 10, mengaku bahwa Richard menawarinya sejumlah uang yang besar untuk berpura-pura menjadi Anne agar dapat menandatangani surat penyerahan harta warisan kepadanya. Dari cerita Carrie, terungkap bahwa pada malam hari Lo bertemu dengan Anne yang asli, Anne menemukan Richard yang sedang mencium Carrie di Kabin 10. Richard yang tidak ingin rencananya terbongkar langsung membunuh Anne dan membuang jasadnya ke laut. Terbunuhnya Anne membuat Carrie merasa bersalah tetapi merasa tidak berdaya dan putus asa karena sangat membutuhkan uang yang dijanjikan oleh Richard. Lo memperingatkan Carrie bahwa Richard hanya memanfaatkannya dan pasti akan membunuhnya setelah dia menandatangani surat wasiat Anne yang telah direvisi.
Pada saat kapal akan sampai di daratan untuk acara gala, Carrie menguping Richard yang memerintahkan Dr. Mehta untuk mencari dan membunuh Lo. Pada saat kapal telah dekat dengan daratan, semua tamu beralih ke kapal kecil untuk menuju ke daratan. Ben memutuskan untuk tinggal di yacht karena khawatir dengan Lo. Lo yang keluar dari ruang penyimpanan segera terpojok oleh Mehta dan kapten kapal yang bersekongkol, tapi diselamatkan oleh Ben yang terkena suntikan mematikan. Lo berhasil lolos dengan melompat ke laut dan berenang ke pantai. Mehta meyakinkan Richard bahwa Lo tidak mungkin selamat dari air yang sangat dingin. Berpura-pura sebagai Anne, Carrie dengan enggan menandatangani surat wasiat baru, mengejutkan para penasihat hukum Anne dan menarik kecurigaan dari pengawal Anne, Sigrid Nilssen. Secara diam-diam, Richard meminta Mehta untuk membunuh Carrie setelah acara gala. Sementara, Lo menemui Sigrid dan mengungkapkan semua kebenaran dan akan membuktikannya pada saat acara gala.
Pada saat Richard berpidato di acara gala, Lo memotong pembicaraan Richard di hadapan seluruh tamu. Lo membacakan isi pidato Anne yang mengungkapkan bahwa dia akan menyumbangkan seluruh kekayaannya dan Richard tidak lagi menjadi bagian dari yayasan. Dalam keputusasaan, Richard menyatakan bahwa Carrie bukanlah Anne dan menyanderanya dengan pisau, kemudian melarikan diri ke dermaga. Nilssen mengambil senapan dan melukai Richard di bahunya. Lo pada akhirnya berhasil memukul Richard dengan engkol yang ada di dekatnya dan menyelamatkan Carrie. Lo menerbitkan artikel investigasinya tentang kejahatan Richard, menyebabkan Mehta dan kapten kapal ditangkap atas pembunuhan Ben dan Anne, sementara Carrie kembali ke rumah bersama putrinya.
CBS memperoleh hak film pada tahun 2017 untuk adaptasi novel berjudul sama karya Ruth Ware yang diterbitkan pada tahun 2016. Mereka mulai mengembangkan film bersama Gotham Group , dengan Hillary Seitz ditunjuk untuk menulis naskahnya.[2] Pada Mei 2024, Netflix mengumumkan bahwa mereka memiliki hak film tersebut, dan Simon Stone akan menyutradarai film tersebut dengan Keira Knightley sebagai bintang utamanya.[3] Pada bulan September, Guy Pearce, Hannah Waddingham, Kaya Scodelario dan Gugu Mbatha-Raw diumumkan bergabung dalam daftar pemeran.[4]
Pengambilan gambar utama dilakukan di Isle of Portland, Dorset, Inggris, pada September 2024.[5] Pengambilan gambar juga dilakukan di superyacht Savannah.[6]
Di situs web agregator pengulas Rotten Tomatoes, 26 dari 88 ulasan kritikus positif. Konsensus situs web menyatakan: "Dengan alur yang dipaksakan dan tempo yang lamban, The Woman in Cabin 10 mengabaikan logika naratif dan akhirnya tenggelam."[7] Di situs Metacritic, yang menggunakan sistem penilaian rata-rata tertimbang, film ini mendapatkan skor 41 dari 100, berdasarkan 22 kritikus, yang menunjukkan ulasan yang "tidak terlalu baik atau buruk.".[8]
David Rooney untuk The Hollywood Reporter menulis bahwa film ini “tampak mengilap namun hambar” tetapi menyebutnya sebagai “adaptasi yang diperankan dengan cukup baik.”[9] Courtney Howard dari Variety menyatakan, “Serupa dengan adaptasi buku-ke-film sebelumnya The Girl on the Train dan The Woman in the Window, The Woman in Cabin 10 juga menampilkan seorang perempuan yang dimanipulasi dan dipaksa memecahkan misteri seorang diri setelah menyaksikan insiden mencurigakan. Dan seperti thriller Hollywood dari bacaan populer tersebut, adaptasi Simon Stone untuk Netflix juga mengalami kesalahan besar di pertengahan cerita, membuat ketegangan hilang jauh sebelum durasi yang sudah singkat berakhir. Meski begitu, desain produksi yang rapi, musik orkestra, dan penampilan dari jajaran pemeran yang solid menjadi penyelamat, membuat intrik di laut terasa sedikit lebih terkendali.”[10] Lisa Kennedy dari The New York Times menambahkan, “Thriller The Woman in Cabin 10 — berdasarkan novel karya Ruth Ware dan disutradarai oleh Simon Stone — bukanlah sekadar kisah misteri klasik. Ada banyak hal yang terjadi ketika Blacklock, seorang jurnalis ternama namun kelelahan, memulai liputan tentang pelayaran eksklusif ke Norwegia.”[11]