The Vengeance Trilogy adalah serial film drama misteri thriller Korea Selatan yang disutradarai oleh Park Chan-wook. Serial ini terdiri dari film Sympathy for Mr. Vengeance (2002), Oldboy (2003) dan Lady Vengeance (2005). Masing-masing film tersebut membahas tema balas dendam, etika, kekerasan dan keamanan. Film-film tersebut tidak terhubung secara naratif dan dijuluki trilogi oleh kritikus internasional karena hubungan tematiknya. Trilogi ini dianggap sebagai revisi dari tradisi balas dendam Eropa yang ditetapkan dalam trauma globalisasi abad ke-21 di Korea Selatan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| The Vengeance Trilogy | |
|---|---|
Blu-ray The Vengeance Trilogy | |
| Sutradara | Park Chan-wook |
| Produser |
|
| Skenario |
|
| Pemeran |
|
| Penata musik |
|
| Sinematografer |
|
| Penyunting |
|
Perusahaan produksi |
|
| Distributor |
|
Tanggal rilis | 2002–2005 |
| Negara | Korea Selatan |
| Bahasa |
|
| Anggaran | Total (3 films): $11,5 juta[1][2][3] |
Pendapatan kotor | Total (3 films): $40.744.446[4][5][6] |
The Vengeance Trilogy (bahasa Korea: 복수 삼부작code: ko is deprecated ) adalah serial film drama misteri thriller Korea Selatan yang disutradarai oleh Park Chan-wook. Serial ini terdiri dari film Sympathy for Mr. Vengeance (2002), Oldboy (2003) dan Lady Vengeance (2005). Masing-masing film tersebut membahas tema balas dendam,[7] etika,[8] kekerasan dan keamanan. Film-film tersebut tidak terhubung secara naratif dan dijuluki trilogi oleh kritikus internasional karena hubungan tematiknya.[9][10] Trilogi ini dianggap sebagai revisi dari tradisi balas dendam Eropa yang ditetapkan dalam trauma globalisasi abad ke-21 di Korea Selatan.[11]
Di Britania Raya, Tartan Films merilis serial film ini dalam DVD. Di Amerika Serikat, Vivendi Entertainment merilis serial film ini.[12][13][14][15][16]
Film pertama dalam serial trilogi ini adalah film tahun 2002, Sympathy for Mr. Vengeance, sebuah kisah balas dendam sadis dan penuh kekerasan yang berbuah kesalahan. Film ini bercerita tentang seorang lelaki tuna rungu yang menculik seorang gadis muda untuk membayar transplantasi ginjal adiknya yang sangat dibutuhkan. Ketika gadis muda itu meninggal secara tidak sengaja, ayahnya yang berduka terus mencari jawaban dan pembalasan. Film ini relatif buruk di box office Korea Selatan yang mendapatkan posisi ke-30 dari penjualan tiket. Film ini menutupi kurang dari setengah biaya produksinya di box office domestik dan internasional di mana di Amerika Serikat, film ini memperoleh pendapatan bruto sebesar $45.243.[4] Film ini dinobatkan sebagai film terbaik tahun 2002 oleh blogger internet Harry Knowles.[17]
Film selanjutnya dalam serial trilogi ini adalah film tahun 2003 yang sangat sukses, Oldboy. Film ini menceritakan tentang seorang pria yang dipenjara selama lima belas tahun dan kemudian dibebaskan tanpa penjelasan mengapa ia dipenjara dan dibebaskan. Saat ini, ia telah diberi waktu lima hari untuk mempelajari identitas asli penculiknya dan mencari tahu mengapa ia dipenjara atau kekasihnya saat ini akan dibunuh. Film ini diterima dengan sangat baik di festival film dan di box office Korea Selatan. Film ini mendapatkan penghargaan Grand Prix di Festival Film Cannes tahun 2004 dan menerima ulasan positif dari para kritikus. Film ini telah mendapatkan banyak pengikut pada tahun-tahun setelah perilisannya dan dianggap sebagai film klasik modern.
Film ini dibuat ulang di Amerika Serikat oleh Spike Lee pada tahun 2013.
Film selanjutnya dalam serial trilogi ini adalah film tahun 2005, Lady Vengeance. Film ini menceritakan kisah seorang wanita muda tak bersalah yang dibebaskan dari penjara setelah diduga menjadi seorang pembunuh anak yang masih buron. Setelah dibebaskan, ia mencari putrinya yang telah lama hilang dan mengungkap rencananya untuk membalas dendam terhadap pria pembunuh yang sebenarnya. Film ini juga diterima dengan baik oleh para kritikus serta penonton Korea Selatan. Film ini mendapatkan $7.382.034 pada minggu pembukaan dan bersaing mendapatkan Golden Lion di Festival Film Venice pada bulan September 2005.[18]
Beberapa aktor dan aktris tampil di sepanjang serial trilogi ini, sebagian hanya sebagai kameo.
Kim Se-young menjelaskan serial trilogi film kekerasan ini sebagai "sarana alegoris untuk menyampaikan komentar sosial yang menunjuk pada proses demokratisasi dan kapitalisme di Korea Selatan".[19]
| Film | Rotten Tomatoes | Metacritic |
|---|---|---|
| Sympathy for Mr. Vengeance | 54% (56 ulasan)[20] | 56 (21 ulasan)[21] |
| Oldboy | 80% (136 ulasan)[22] | 74 (31 ulasan)[23] |
| Lady Vengeance | 73% (86 ulasan)[24] | 75 (23 ulasan)[25] |