The Talented Mr. Ripley adalah novel cerita seru psikologi karya Patricia Highsmith yang diterbitkan tahun 1955. Novel ini memperkenalkan tokoh Tom Ripley, yang kembali diceritakan dalam empat novel selanjutnya. Novel ini telah diadaptasi beberapa kali menjadi film, termasuk film dengan judul yang sama di tahun 1999.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Edisi AS pertama | |
| Penulis | Patricia Highsmith |
|---|---|
| Negara | Amerika Serikat |
| Bahasa | Inggris |
| Seri | Ripliad |
| Genre | Novel kejahatan |
| Penerbit | • Coward-McCann (Amerika Serikat) • Cresset Press (Britania Raya) |
Tanggal penerbitan |
30 November 1955[1] |
| Jenis media | Cetakan (sampul keras, sampul tipis) |
| Halaman | 252 |
| <abbr title="<nowiki>Online Computer Library Center number</nowiki>">OCLC | 2529516 |
| Karya selanjutnya | Ripley Under Ground |
The Talented Mr. Ripley adalah novel cerita seru psikologi karya Patricia Highsmith yang diterbitkan tahun 1955. Novel ini memperkenalkan tokoh Tom Ripley, yang kembali diceritakan dalam empat novel selanjutnya. Novel ini telah diadaptasi beberapa kali menjadi film, termasuk film dengan judul yang sama di tahun 1999.
Tom Ripley adalah seorang anak muda yang berjuang untuk hidupnya di Kota New York dengan segala cara yang diperlukan, termasuk serangkaian tipu muslihat kepercayaan. Suatu hari, dia didekati oleh raja perkapalan, Herbert Greenleaf, untuk melakukan perjalanan ke "Mongibello" (berdasarkan kota kecil peristirahatan Positano), di Italia, untuk membujuk putra Greenleaf yang mengembara, Dickie, agar kembali ke Amerika Serikat untuk bergabung dengan bisnis keluarga. Ripley setuju dan membesar-besarkan pertemanannya dengan Dickie, seorang kenalan yang setengah diingatnya, untuk memperoleh kepercayaan Greenleaf tua.
Tak lama setelah kedatangannya di Italia, Ripley bertemu dengan Dickie dan kekasih Dickie, Marge Sherwood. Dickie membolehkan Tom Ripley untuk tinggal bersamanya di rumah Italianya. Ketika Ripley dan Dickie menghabiskan waktu lebih banyak bersama, Marge merasa diabaikan. Namun, tak lama setelah kedatangan Ripley, Freddie Miles, seorang kawan sekolah Dickie, mengunjungi rumah musim panas Dickie. Tom mulai merasa cemburu pada Freddie, dan menjadi lebih dekat pada Marge karena kesamaan kesedihan akibat beralihnya kesetiaan Dickie.
Dickie merasa terganggu ketika tanpa diduga dia menemukan Ripley di kamarnya mengenakan pakaiannya dan menirukan tindak-tanduknya. Sejak saat itu, Ripley merasakan bahwa Dickie mulai merasa jemu terhadapnya, menolak kehadirannya dan ketergantungan pribadinya yang tumbuh membesar. Ripley memang telah terobsesi dengan Dickie, yang kemudian diperkuat oleh hasratnya untuk menirukannya dan mempertahankan gaya hidup orang kaya yang dibiayai Dickie. Untuk menentukan sikap pada Ripley, Dickie bersetuju melakukan perjalanan dengannya saat liburan pendek ke San Remo. Ripley merasakan Dickie hendak memutuskan hubungan dengannya, sehingga akhirnya dia memutuskan untuk membunuh Dickie dan mengambil identitasnya. Ketika mereka berdua berlayar menggunakan sebuah perahu kecill, Ripley memukulinya sampai mati dengan dayung, membuang mayatnya ke dalam air setelah membebaninya dengan jangkar, lalu menenggelamkan perahunya.
Ripley mengambil identitas Dickie, hidup dari dana perwaliannya dan dengan cermat berkomunikasi dengan Marge untuk meyakinkannya bahwa Dickie telah memutuskannya. Ripley memalsukan cek dan mengubah penampilannya agar lebih mirip dengan Dickie untuk dapat melanjutkan gaya hidup mewah yang telah dinikmatinya. Freddie Miles bertemu dengan Ripley di tempat yang seharusnya merupakan apartemen Dickie di Roma; dia segera mencurigai telah terjadi sesuatu yang salah. Ketika Miles akhirnya mengonfrontasinya, Ripley membunuhnya dengan asbak kaca yang berat di dalam apartemen itu. Dia kemudian membuang mayatnya di perbatasan Roma, dan berusaha membuat polisi memercayai perampok telah membunuh Miles.
Ripley memasuki permainan kucing dan tikus dengan polisi Italia, tetapi berhasil membuat dirinya sendiri aman dengan menggunakan identitasnya sendiri lagi dan pindah ke Venesia. Kemudian, Marge, ayah Dickie, dan seorang detektif swasta mengonfrontasi Ripley, yang memberi kesan pada mereka bahwa Dickie depresi dan mungkin telah bunuh diri. Marge tinggal sementara waktu di rumah sewaan Ripley di Venesia. Ketika dia menemukan cincin Dickie dalam kepemilikan Ripley, dia terlihat hampir menyadari kebenarannya. Karena merasa panik, Ripley menimbang untuk membunuh Marge, tapi dia selamat ketika mengatakan bahwa jika Dickie memberikan cincinnya kepada Ripley, mungkin dia memang bermaksud bunuh diri.
Kisahnya ditutup dengan Ripley melakukan perjalanan ke Yunani dan pasrah jika akhirnya ditangkap. Namun, dia menemukan keluarga Greenleaf telah menerima kematian Dickie dan mereka telah menransfer warisannya kepada Ripley – sesuai dengan surat wasiat yang dibuat Ripley dengan menggunakan mesin ketik Hermes milik Dickie. Meskipun bukunya berakhir dengan Ripley berbahagia dengan menjadi kaya, buku ini juga memberi kesan bahwa mungkin dia selamanya diikuti oleh perasaan paranoid. Dalam salah satu paragraf terakhir, dengan gugup dia membayangkan sekelompok petugas kepolisian sedang menunggu untuk menangkapnya, dan Highsmith membuat tokohnya bertanya-tanya, "...apakah dia akan melihat polisi menunggunya di setiap pelabuhan yang didatanginya?" Namun Ripley cepat-cepat menyingkirkan pikiran itu dan melanjutkan perjalannya.
Di tahun 1956, <i>Mystery Writers of America</i> menominasikan novel ini untuk Edgar Allan Poe Award sebagai novel terbaik.[2] Di tahun 1957, novel ini memenangkan Grand Prix de Littérature Policière sebagai novel kejahatan internasional terbaik.[3]
Pada tanggal 5 November 2019, BBC News memasukkan The Talented Mr. Ripley dalam daftar yang dibuatnya untuk 100 novel yang paling menginspirasi.[4]
The reveal kickstarts the BBC's year-long celebration of literature.