The Roses adalah film komedi gelap satir tahun 2025 yang disutradarai oleh Jay Roach berdasarkan skenario yang ditulis oleh Tony McNamara. Film ini diadaptasi dari novel tahun 1981 berjudul The War of the Roses karya Warren Adler, serta merupakan versi baru dari film tahun 1989. Film ini dibintangi oleh Benedict Cumberbatch dan Olivia Colman sebagai pasangan sukses yang mulai mengalami keretakan dalam pernikahan. Andy Samberg, Allison Janney, Belinda Bromilow, Sunita Mani, Ncuti Gatwa, Jamie Demetriou, Zoë Chao, dan Kate McKinnon juga tampil sebagai pemeran pendukung.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| The Roses | |
|---|---|
Poster penayangan di bioskop | |
| Sutradara | Jay Roach |
| Produser |
|
| Skenario | Tony McNamara |
Berdasarkan | The War of the Roses oleh Warren Adler |
| Pemeran | |
| Penata musik | Theodore Shapiro |
| Sinematografer | Florian Hoffmeister |
| Penyunting | Jon Poll |
Perusahaan produksi |
|
| Distributor | Searchlight Pictures |
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 105 menit[1] |
| Negara |
|
| Bahasa | Inggris |
| Anggaran | $30 juta[2] |
Pendapatan kotor | $50,6 juta[3][4] |
The Roses adalah film komedi gelap satir tahun 2025 yang disutradarai oleh Jay Roach berdasarkan skenario yang ditulis oleh Tony McNamara. Film ini diadaptasi dari novel tahun 1981 berjudul The War of the Roses karya Warren Adler, serta merupakan versi baru dari film tahun 1989. Film ini dibintangi oleh Benedict Cumberbatch dan Olivia Colman sebagai pasangan sukses yang mulai mengalami keretakan dalam pernikahan. Andy Samberg, Allison Janney, Belinda Bromilow, Sunita Mani, Ncuti Gatwa, Jamie Demetriou, Zoë Chao, dan Kate McKinnon juga tampil sebagai pemeran pendukung.
The Roses ditayangkan di Amerika Serikat oleh Searchlight Pictures pada 29 Agustus 2025. Film ini mendapat ulasan beragam dari para kritikus dan meraih pendapatan $50 juta di seluruh dunia.
Suatu sore di London, seorang arsitek bernama Theo bertemu dengan seorang calon koki bernama Ivy. Ivy menceritakan rencananya yang akan pindah ke Amerika untuk memulai bisnisnya sendiri. Terpesona dan terinspirasi oleh antusiasme Ivy, Theo mengikuti Ivy pindah ke Amerika dan menikah dengannya. Sepuluh tahun kemudian, Theo dan Ivy pindah ke Mendocino, California dan telah dikaruniai anak kembar, Hattie dan Roy. Mereka memiliki gaya pengasuhan yang berbeda, di mana Ivy suka memberi anak-anaknya makanan enak, sedangkan Theo menekankan pola hidup sehat sejak kecil. Suatu hari, Theo memberikan kejutan untuk Ivy dengan memberinya sebuah properti di mana ia akhirnya bisa membuka restorannya sendiri.
Suatu malam, saat badai dahsyat melanda, museum sejarah angkatan laut yang baru dirancang Theo hancur, sementara restoran baru Ivy sedang kebanjiran pelanggan. Salah satu pelanggannya, seorang kritikus makanan ternama menulis ulasan positif yang membuat bisnis Ivy berkembang pesat. Pada saat karier Theo hancur, Ivy menjadi tulang punggung keluarga. Theo yang menjadi bapak rumah tangga mulai menerapkan aturan diet sehat dan mewajibkan anak-anaknya berolahraga secara teratur. Ivy yang banyak menghabiskan waktunya untuk bekerja membuat hubungannya dengan anak-anaknya tidak lagi dekat, sementara karier Ivy yang semakin berkembang membuat Theo iri dengan kesuksesan Ivy.
Merasa ada masalah dalam hubungan mereka, kedua pasangan mencoba beberapa kali untuk memperbaiki hubungan, termasuk melakukan perjalanan romantis ke Kota New York dan konseling pernikahan, tetapi semua upaya tersebut gagal. Mereka mulai merasa ada dendam satu sama lain dan saling menyalahkan atas masalah yang mereka hadapi. Sebagai upaya terakhir untuk menyelamatkan pernikahan mereka, Ivy menggunakan keuntungan dari waralaba restorannya untuk memberi Theo kesempatan membangun rumah impian mereka.
Tiga tahun kemudian, rumah tersebut selesai dibangun, dan Hattie dan Roy yang berusia 13 tahun diterima di sekolah di Miami dengan beasiswa olahraga. Tanpa kehadiran anak-anak, ego dan rasa frustrasi Ivy dan Theo semakin memperburuk hubungan mereka. Puncaknya, Ivy dan Theo bertengkar hebat di depan teman-temannya pada saat pesta peresmian rumah baru mereka. Keesokan paginya, pada saat berlari pagi, Theo menyelamatkan seekor paus yang terdampar dan mendapatkan pencerahan, menyadari bahwa dia tidak lagi mencintai Ivy sehingga meminta cerai. Pada saat negosiasi perceraian di antara pengacara keduanya, Theo meminta rumah, tetapi Ivy ingin meninggalkannya tanpa apa-apa.
Menghadapi kebuntuan, mereka memutuskan untuk membuat hidup satu sama lain menjadi tak tertahankan dengan melakukan berbagai upaya untuk saling menjatuhkan karier satu sama lain, yang pada akhirnya mengakibatkan Theo dipecat dan dilarang praktik sebagai arsitektur dan restoran Ivy ditutup karena pelanggaran kesehatan. Ivy mengalami reaksi alergi setelah Theo memperdayanya untuk memakan dessert raspberry, dan dia hanya akan menyembuhkannya dengan EpiPen jika Ivy menandatangani dokumen yang menyatakan setuju untuk menyerahkan rumah mereka kepada Theo. Ivy setuju dan Theo menyelamatkannya, tetapi Ivy ternyata menandatangani surat tersebut bukan dengan tanda tangannya. Ivy yang tidak terima dengan upaya tipu muslihat tersebut mengambil pistol dan mencoba menembakTheo. Dalam kejar-kejaran di dalam rumah, Theo membalas dengan merusak kompor kesayangan Ivy milik Julia Child dalam prosesnya. Merasa tertekan, Theo mengakui bahwa dia masih mencintai Ivy meskipun segala yang telah terjadi di antara mereka. Ivy mengatakan dia juga merasa demikian dan meletakkan senjata tersebut. Saat keduanya telah berbaikan dan menjadi intim, kebocoran gas terjadi akibat kerusakan pada kompor Ivy. Tanpa menyadari situasi tersebut, Theo meminta sistem rumah pintar mereka untuk menyalakan api, dan layar berubah menjadi putih.
Pada April 2024 diumumkan bahwa Benedict Cumberbatch danOlivia Colman akan membintangi dan memproduksi ulang film tahun 1989 (yang dibuat oleh studio saudara dari Searchlight, 20th Century Fox), dengan Jay Roach sebagai sutradara dan Tony McNamara sebagai penulis skenarionya.[5] In June, Kate McKinnon dan Andy Samberg bergabung dalam daftar pemeran.[6] McNamara mengungkapkan bahwa ia menggunakan novel Warren Adler dan film tahun 1989 sebagai titik awal, meskipun hanya novel yang disebutkan dalam kredit. Ia menjelaskan, "Saya berpikir, Mengapa kita tidak membuat film yang lebih fokus pada apa yang kita lakukan satu sama lain saat kita menikah, sambil tetap menghormati versi aslinya?”[7]
The Roses dirilis di Amerika Serikat dan Inggris pada tanggal 29 Agustus 2025.[10]
Film ini menghasilkan $800.000 selama pemutaran perdananya pada hari Rabu dan Kamis malam.[11] Film ini diperkirakan akan menghasilkan lebih dari $7 juta selama akhir pekan Libur Buruh empat hari, dan memang demikian, menghasilkan $7,7 juta pada akhir pekan tersebut.[11][12]
Di situs web agregator pengulas Rotten Tomatoes, 66 dari 183 ulasan kritikus positif. Konsensus situs web menyatakan: "Perpaduan komedi luas dan komedi satir dalam film ini menciptakan kombinasi yang agak canggung, meskipun menonton Olivia Colman dan Benedict Cumberbatch saling melontarkan ejekan adalah sebuah hiburan tersendiri."[13] Di Metacritic film ini memiliki skor rata-rata tertimbang 58 dari 100 berdasarkan 38 ulasan kritikus, menunjukkan “ulasan beragam atau rata-rata”.[14] Penonton yang disurvei oleh CinemaScore memberikan film ini nilai rata-rata “B+” pada skala A+ hingga F.[15]
Kritikus film Linda Holmes berpendapat bahwa latar belakang sutradara Jay Roach dalam film komedi menyebabkan adaptasi ini gagal menangkap unsur satir dari novel dan film tahun 1989.[[16]