The Points Guy (TPG) adalah blog dan situs web perjalanan asal Amerika yang menghasilkan berita dan cerita bersponsor, cara mengumpulkan dan menggunakan poin dan mil maskapai penerbangan, serta kartu kredit—khususnya ulasan kartu kredit. Situs ini didirikan pada tahun 2010 dan awalnya merupakan blog yang ditulis oleh pendirinya, Brian Kelly. Pada tahun 2017, The Points Guy mempekerjakan 20 karyawan tetap selain 50 kontributor lepas.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

![]() | |
| Didirikan | 2010 |
|---|---|
| Pendiri | Brian Kelly |
Tokoh kunci | Liza Landsman (CEO) [1] |
Karyawan | |
| Induk | Red Ventures |
| Situs web | thepointsguy |
The Points Guy (TPG) adalah blog dan situs web perjalanan asal Amerika yang menghasilkan berita dan cerita bersponsor, cara mengumpulkan dan menggunakan poin dan mil maskapai penerbangan, serta kartu kredit—khususnya ulasan kartu kredit.[3] Situs ini didirikan pada tahun 2010 dan awalnya merupakan blog yang ditulis oleh pendirinya, Brian Kelly.[2] Pada tahun 2017, The Points Guy mempekerjakan 20 karyawan tetap selain 50 kontributor lepas.[4]
Brian Kelly mulai tertarik dengan program penumpang setia saat ia berkuliah di Universitas Pittsburgh.[3][5] Setelah lulus, ia bekerja di Morgan Stanley,[6] tempat di mana ia mengembangkan reputasinya sebagai "the points guy" di kalangan kolega karena pengetahuannya bagaimana penggunaan kartu kredit memungkinkan pengguna untuk memaksimalkan poin perjalanan.[7]
Kelly meluncurkan The Points Guy sebagai situs web pribadi pada tahun 2010.[3] Ia mulai memonetisasi konten melalui kemitraan pemasaran afiliasi pada Februari 2011.[3][7] Tidak lama setelahnya, ia meninggalkan pekerjaannya di Morgan Stanley.[3]
Pada tahun 2012, Bankrate, perusahaan yang mempublikasikan dan mempromosikan konten keuangan, mengakuisisi merek The Points Guy.[3] Dalam sebuah wawancara pada tahun 2014, Brian Kelly menyatakan: "Saya masih memiliki kepentingan kepemilikan yang signifikan di TPG dan saya tetap memegang 100% kendali editorial."[8]
Antara tahun 2012 dan 2017, The Points Guy mengakuisisi tiga situs web pesaing: Million Mile Secrets, Mommy Points, dan Travel is Free.[2]
Pada tahun 2016, The Points Guy memulai Points For Peace, sebuah kemitraan dengan organisasi nirlaba PeaceJam Foundation. Inisiatif ini memungkinkan pengguna untuk mendonasikan mil penerbangan mereka guna membantu pemenang Penghargaan Nobel Perdamaian melakukan perjalanan ke negara-negara berkembang.[3][4] Pada tahun berikutnya, The Points Guy melakukan kemitraan serupa dengan Rainbow Railroad, memungkinkan pengguna untuk mendonasikan mil penerbangan guna membantu komunitas LGBTQI melarikan diri dari negara-negara tempat mereka mengalami kekerasan dan persekusi.[4][9]
Pada tahun 2017, Brian Kelly dinobatkan sebagai pemengaruh teratas di bidang perjalanan oleh Forbes.[4] Pada tahun yang sama, Bankrate diakuisisi oleh perusahaan pemasaran digital Red Ventures.[10]
Pada tahun 2020, Business Insider melaporkan bahwa beberapa karyawan The Points Guy secara anonim menuduh Kelly menciptakan lingkungan pekerjaan yang toksik, termasuk penggunaan narkoba dan perlakuan kasar terhadap staf.[11] Red Ventures menanggapi dengan pernyataan yang mengatakan bahwa Kelly dengan tegas membantah semua tuduhan tersebut dan bahwa The Points Guy tidak mentolerir segala bentuk pelecehan dan diskriminasi.[11][7]
Pada September 2021, The Points Guy merilis sebuah aplikasi untuk melacak mil dan poin penerbangan di berbagai maskapai penerbangan.[12]
Pada tanggal 11 Januari 2022, The Points Guy mengajukan gugatan secara preventif terhadap American Airlines, meminta pengadilan Delaware untuk mengizinkan pengguna mengelola data program penumpang setia mereka di situs web pihak ketiga.[13][14] Gugatan tersebut diajukan sebagai tanggapan atas surat peringatan dari American Airlines, yang menuntut The Points Guy untuk tidak melacak data anggota AAdvantage yang telah memilih untuk berbagi informasi mereka dengan aplikasi The Points Guy.[14] Pada 22 Januari 2022, American Airlines mengajukan gugatan terhadap The Points Guy di pengadilan federal di Texas, dengan klaim bahwa aplikasi perusahaan tersebut melanggar merek dagang dan ketentuan program penumpang setia maskapai penerbangan tersebut.[13][12][14] Kasus tersebut diselesaikan pada November 2022, namun, tidak ada rincian penyelesaian yang diungkapkan.[15]
Pada tahun 2025, Liza Landsman ditunjuk sebagai CEO.[1]