The Milo yang berubah penulisannya menjadi Themilo adalah grup musik asal Bandung, Indonesia yang mengusung genre shoegaze dan dream pop. Pada awalnya, Themilo merupakan proyek sampingan dari masing-masing anggotanya yang sudah memiliki grup musik sendiri. Saat dibentuk pada 1 Juli 1996, Ajie Gergaji adalah anggota grup musik Cherry Bombshell. Sedangkan Upik (gitar), Coro (drum), dan Uti (bass) merupakan anggota band beraliran hardcore yang bernama OOS. Pada saat proses pembuatan demo untuk album "Let Me Begin", Uti memutuskan untuk hengkang dan mendirikan band La Luna. Posisi Uti digantikan oleh Suki yang merupakan mantan anggota band britpop asal Bandung bernama Dua Sejoli. Lalu saat perilisan album perdana berjudul Let Me Begin, Coro mengakhiri keterlibatannya dengan Themilo karena ingin melanjutkan kariernya di grup musik Bahaduri.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
The Milo yang berubah penulisannya menjadi Themilo adalah grup musik asal Bandung, Indonesia yang mengusung genre shoegaze dan dream pop. Pada awalnya, Themilo merupakan proyek sampingan dari masing-masing anggotanya yang sudah memiliki grup musik sendiri. Saat dibentuk pada 1 Juli 1996, Ajie Gergaji (vokal dan gitar) adalah anggota grup musik Cherry Bombshell. Sedangkan Upik (gitar), Coro (drum), dan Uti (bass) merupakan anggota band beraliran hardcore yang bernama OOS. Pada saat proses pembuatan demo untuk album "Let Me Begin", Uti memutuskan untuk hengkang dan mendirikan band La Luna. Posisi Uti digantikan oleh Suki yang merupakan mantan anggota band britpop asal Bandung bernama Dua Sejoli. [1] Lalu saat perilisan album perdana berjudul Let Me Begin, Coro mengakhiri keterlibatannya dengan Themilo karena ingin melanjutkan kariernya di grup musik Bahaduri.
Themilo terbentuk pada 1 Juli 1996. Nama Themilo berasal dari nama anjing peliharaan Mickey Mouse yang bernama Milo. Ajie Gergaji, vokalis dan gitaris sekaligus pemimpin dari grup musik ini, gemar menonton film animasi. Pada suatu saat, ia menonton film animasi yang menampilkan seekor anjing bernama Milo. Ia berpikir bahwa nama Milo amat bagus untuk digunakan sebagai nama grup musik, sekaligus mudah diingat.
Themilo melepas single berisi tiga lagu melalui Flatspills Records yang berjudul "Romantic Purple" dan album penuh berjudul Let Me Begin melalui M4AI records. Selain itu, Themilo juga telah memproduksi beberapa video klip secara independen untuk lagu-lagu seperti "Malaikat", "Romantic Purple", "Yin's Evolving", "Dunia Semu" dan "Lolita". Video klip "Malaikat" merupakan salah satu video klip dari band independen yang kerap diputar di MTV Indonesia.[2]
Themilo mengikutsertakan lagu "Broke" dalam kompilasi "delicatessen" oleh Poptastic! Records yang juga diikuti oleh grup musik-grup musik lain seperti Mocca, The Upstairs, Sweaters dan Blossom Diary. Album pertama mereka, Let Me Begin dirilis di Bandung pada bulan April 2003.[3] Peluncuran album Let Me Begin diadakan pada tanggal 8 Juni 2003.[4]
Themilo juga pernah berkolaborasi dengan beberapa musisi Bandung seperti Alexandra dari Sieve yang menyumbangkan suara dan lirik dalam lagu "Yin's Evolving" dan "Sianida".[5] Selain itu, Alvin dari Harapan Jaya & Teenage Death Star pada lagu "Broke".[2]
Gaya bermusik mereka banyak dipengaruhi oleh grup musik-grup musik bergenre shoegaze dan dream pop seperti My Bloody Valentine, Cocteau Twins dan Slowdive.[2]