The Idiot adalah sebuah novel karya penulis Rusia abad ke-19 Fyodor Dostoevsky. Novel ini pertama kali diterbitkan secara berseri dalam jurnal Utusan Rusia pada tahun 1868–1869.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Gambar dan teks tulisan tangan oleh Fyodor Dostoevsky | |
| Pengarang | Fyodor Dostoevsky |
|---|---|
| Judul asli | Идиотcode: ru is deprecated |
| Genre | Novel |
| Diterbitkan | 1868–1869 |
| Penerbit | Utusan Rusia |
| Halaman | 659 |
| Didahului oleh | Kejahatan dan Hukuman |
| Diikuti oleh | Setan |
Teks asli | Идиотcode: ru is deprecated at Rusia Wikisource |
| Terjemahan | The Idiot di Wikisource |
The Idiot (Si Bodoh atau Si Idiot) (Rusia pra-reformasi: Идіотъcode: ru is deprecated ; pascareformasi Rusia: Идиот, romanized: Idiótcode: ru is deprecated ) adalah sebuah novel karya penulis Rusia abad ke-19 Fyodor Dostoevsky. Novel ini pertama kali diterbitkan secara berseri dalam jurnal Utusan Rusia pada tahun 1868–1869.
Judulnya merupakan rujukan ironis terhadap tokoh utama novel, Lev Nikolayevich Myshkin, seorang pangeran muda yang kebaikan, kesederhanaan yang terbuka, dan kepolosannya membuat banyak tokoh lain yang lebih duniawi keliru menganggap bahwa ia kurang cerdas dan tidak memiliki wawasan. Melalui tokoh Pangeran Myshkin, Dostoevsky menugaskan dirinya untuk menggambarkan "manusia yang secara positif baik dan indah."[1] Novel ini mengkaji konsekuensi dari menempatkan individu yang demikian unik di pusat konflik, hasrat, gairah, dan egoisme masyarakat duniawi, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang-orang yang terlibat dengannya.
Joseph Frank menggambarkan The Idiot sebagai "yang paling personal dari semua karya besar Dostoevsky, buku di mana ia mewujudkan keyakinannya yang paling intim, berharga, dan sakral."[2] Karya ini mencakup gambaran beberapa penderitaan pribadinya yang paling intens, seperti epilepsi dan eksekusi semu, serta mengeksplorasi tema-tema moral, spiritual, dan filosofis yang timbul darinya. Motivasi utamanya dalam menulis novel ini adalah menguji ideal tertingginya sendiri, yakni cinta Kristen yang sejati, dalam kancah masyarakat Rusia kontemporer.
Metode artistik yang secara sadar menguji gagasan utamanya menyebabkan sang pengarang tidak selalu dapat memprediksi arah alur cerita saat menulisnya. Novel ini memiliki struktur yang canggung, dan banyak kritikus mengomentari organisasinya yang tampak kacau. Menurut Gary Saul Morson, "The Idiot melanggar setiap norma kritik, namun entah bagaimana tetap berhasil mencapai kebesaran sejati."[3] Dostoevsky sendiri berpendapat bahwa eksperimen tersebut tidak sepenuhnya berhasil, tetapi novel ini tetap menjadi favoritnya di antara karya-karyanya. Dalam sebuah surat kepada Nikolay Strakhov ia menulis, "Banyak bagian dalam novel ini ditulis dengan tergesa-gesa, banyak yang terlalu berlarut-larut dan tidak berhasil dengan baik, tetapi sebagian memang berhasil. Saya tidak sepenuhnya membela novel ini, tetapi saya membela gagasannya."[4]