The China Quarterly (CQ) adalah jurnal akademik Inggris yang terbentuk tahun 1960 dan menggunakan sistem telaah oleh sejawat anonim sebanyak tiga kali. Jurnal ini berfokus pada kajian mengenai Tiongkok kontemporer, termasuk Taiwan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| The China Quarterly | |
|---|---|
| Singkatan (ISO) | China Q. |
| Disiplin ilmu | Kajian wilayah |
| Bahasa | Inggris |
| Detail publikasi | |
| Penerbit | Cambridge University Press untuk SOAS Universitas London Universitas London (Inggris) |
| Sejarah penerbitan | 1960–sekarang |
| Frekuensi | Kuartal/triwulanan |
| Faktor dampak | 2.5 (2022) |
| Pengindeksan | |
| ISSN | 0305-7410 (print) 1468-2648 (web) |
| LCCN | 62000248 |
| OCLC | 01554322 |
| Pranala | |
The China Quarterly (CQ)[1] adalah jurnal akademik Inggris yang terbentuk tahun 1960[2] dan menggunakan sistem telaah oleh sejawat anonim sebanyak tiga kali. Jurnal ini berfokus pada kajian mengenai Tiongkok kontemporer, termasuk Taiwan.[3]
Jurnal yang diterbitkan oleh Cambridge University Press[4] ini dianggap sebagai salah satu jurnal akademis terpenting di dunia tentang Tiongkok.[5] Jurnal ini mencakup antropologi, bisnis, sastra, seni, ekonomi, geografi, sejarah, hubungan internasional, hukum, politik, dan sosiologi. Setiap terbitan berisi artikel, laporan penelitian, dan ulasan buku. CQ dimiliki oleh School of Oriental and African Studies (SOAS), Universitas London.[6] Editornya terdiri atas Timothy Hildebrandt (LSE), Jieyu Liu (SOAS), dan Tim Pringle (SOAS).
The China Quarterly dimulai sebagai cabang dari Soviet Survey, suatu jurnal yang diterbitkan oleh Kongres untuk Kebebasan Budaya (Congress for Cultural Freedom - CCF).[7] Pada tahun 1959, editor Soviet Survey, Walter Laqueur, meminta sinolog Roderick MacFarquhar untuk mengedit jurnal baru tersebut, yang edisi pertamanya dirilis pada tahun 1960.[7] Pada tahun 1968 penerbitnya dipindahkan dari CCF ke Institut Tiongkok Kontemporer di Sekolah Studi Oriental dan Afrika milik Universitas London.[7]
Pemindahan ini menyusul terungkapnya informasi bahwa CCF didanai oleh Central Intelligence Agency (CIA) melalui Yayasan Farfield. MacFarquhar menyatakan bahwa ia tidak mengetahui hubungan tersebut dan jabatannya sebagai editor tidak dipengaruhi oleh CCF.[7] Tapi, ia mengakui bahwa ia sengaja menerbitkan artikel-artikel yang disediakan oleh CIA dan unit propaganda rahasia Kantor Luar Negeri Inggris, Departemen Riset Informasi, dan memberikan nama samaran penulisnya untuk merahasiakan identitas mereka.[7] David Wilson menggantikan MacFarquhar sebagai editor pada tahun 1968.[7]
Bulan Agustus 2017, penerbit jurnal ini, Cambridge University Press (CUP), mengonfirmasi bahwa mereka telah mencabut akses ke lebih dari 300 artikel dari para pembaca di Tiongkok setelah mendapat tekanan dari pemerintah Tiongkok. CUP kemudian membatalkan keputusannya dan memulihkan artikel-artikel tersebut,[8] dengan menyatakan bahwa tindakan tersebut dimaksudkan untuk menghindari pemblokiran seluruh publikasi mereka. Pers tersebut menerbitkan daftar artikel yang dicabut, termasuk topik-topik sensitif seperti pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang dan Tibet, protes dan pembantaian Lapangan Tiananmen 1989, gerakan pro-demokrasi di Hong Kong, dan dampak negatif Revolusi Kebudayaan.[9] Beberapa akademisi mengkritik penyensoran sendiri CUP, sementara CUP menyatakan bahwa mereka "terganggu oleh peningkatan permintaan sejenis baru-baru ini" dan berkomitmen pada kebebasan akademis.[10] The Guardian melaporkan bahwa penyensoran itu merupakan bagian dari tindakan keras yang lebih luas terhadap perbedaan pandangan sejak Xi Jinping menjabat Sekretaris Jenderal Komite Pusat Partai Komunis Tiongkok pada tahun 2012.[10]
Jurnal ini diindeks berdasarkan layanan berikut: