Tespen atau sering disebut sebagai obeng tes adalah alat bantu kerja yang digunakan untuk mendeteksi ada atau tidaknya tegangan listrik pada suatu peralatan, kabel, atau stopkontak.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Tespen (singkatan dari bahasa Belanda: testpen, secara harfiah berarti "pena uji") atau sering disebut sebagai obeng tes adalah alat bantu kerja yang digunakan untuk mendeteksi ada atau tidaknya tegangan listrik pada suatu peralatan, kabel, atau stopkontak.[1]
Meskipun berbentuk seperti obeng, tespen tidak dirancang untuk mengencangkan atau mengendurkan sekrup dengan tekanan kuat, melainkan berfungsi sebagai indikator keselamatan kerja listrik.
Tespen bekerja berdasarkan prinsip aliran arus listrik kecil yang melewati tubuh manusia menuju tanah (ground). Komponen utama di dalam tespen meliputi:
Ketika ujung logam tespen menyentuh kabel fase (bertegangan) dan tangan pengguna menyentuh bagian pangkalnya, arus listrik mengalir dari fase melalui resistor dan lampu neon, kemudian melewati tubuh pengguna menuju tanah. Karena adanya resistor bernilai tinggi, pengguna tidak akan merasakan sengatan listrik.[2]
1. Tespen Kontak (Neon): Jenis paling umum yang memerlukan sentuhan fisik dengan konduktor dan tangan menyentuh pangkal tespen. 2. Tespen Non-Kontak (Induksi): Menggunakan sensor medan elektromagnetik untuk mendeteksi tegangan tanpa perlu menyentuh kabel logam secara langsung.[3] 3. Tespen Digital: Dilengkapi dengan layar LCD kecil yang menunjukkan estimasi nilai tegangan (seperti 12V, 36V, hingga 220V).