Teripang di Indonesia adalah spesies teripang yang menjadikan perairan pantai di wilayah Indonesia sebagai habitat. Perairan pantai Indonesia memiliki sebanyak 53 spesies teripang dalam tiga genus yaitu Holothuria, Stichopus, dan Muelleria. Salah satu jenis teripang di Indonesia yang telah dibudidayakan adalah teripang pasir. Sebanyak 20 spesies teripang dari famili Holothuriidae dan Stichopodidae di Indonesia memiliki nilai ekonomi bagi nelayan di Indonesia. Pasokan teripang dari wilayah perairan Indonesia telah dijual ke beberapa negara di Asia terutama Singapura, Hong Kong dan Taiwan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Teripang di Indonesia adalah spesies teripang yang menjadikan perairan pantai di wilayah Indonesia sebagai habitat.[1] Perairan pantai Indonesia memiliki sebanyak 53 spesies teripang dalam tiga genus yaitu Holothuria, Stichopus, dan Muelleria.[1][2] Salah satu jenis teripang di Indonesia yang telah dibudidayakan adalah teripang pasir.[3] Sebanyak 20 spesies teripang dari famili Holothuriidae dan Stichopodidae di Indonesia memiliki nilai ekonomi bagi nelayan di Indonesia.[1] Pasokan teripang dari wilayah perairan Indonesia telah dijual ke beberapa negara di Asia terutama Singapura, Hong Kong dan Taiwan.[4]
Perairan pantai Indonesia memiliki sebanyak 53 spesies teripang.[1] Spesies teripang yang ditemukan di Indonesia meliputi 3 genus yaitu Holothuria, Stichopus, dan Muelleria.[2] Penamaan lokal dilakukan oleh para nelayan di Indonesia dilakukan di setiap daerah sehingga satu spesies teripang dapat memiliki nama lokal yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya.[1]
Teripang dapat ditemukan di perairan pantai di Indonesia. Perairan pantai di Indonesia yang dapat ditemukan teripang meliputi perairan pantai di Pulau Madura, Pulau Bali, Pulau Lombok, Pulau Sulawesi, dan Pulau Kalimantan bagian barat, timur dan selatan. Selain itu, teripang dapat ditemukan di perairan pantai pada Provinsi Aceh, Provinsi Bengkulu, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Kepulauan Seribu.[1]
Salah satu jenis teripang di Indonesia yang telah dibudidayakan adalah teripang pasir.[3] Di Indonesia terdapat empat provinsi dengan tingkat produktivitas budidaya yang tinggi tiap tahunnya yaitu Provinsi Papua (378 ton berat basah), Provinsi Sulawesi Tengah (200 ton berat basah), Provinsi Sulawesi Tenggara (3 ton berat basah), dan Provinsi Kalimantan Barat (1 ton berat basah).[5]
Sebanyak 20 spesies teripang dari famili Holothuriidae dan Stichopodidae di Indonesia memiliki nilai ekonomi bagi nelayan di Indonesia.[1] Penangkapan teripang untuk dijual telah dimulai sejak pertengahan abad ke-17 Masehi.[6] Teripang dengan nilai jual yang murah ditangkap pada perairan dangkal di Indonesia. Sedangkan teripang dengan nilai jual yang mahal ditangkap menggunakan alat selam.[3] Teripang di Indonesia terjual di pasar lokal maupun pasar internasional.[7] Pasokan teripang dari wilayah perairan Indonesia telah dijual ke beberapa negara di Asia terutama Singapura, Hong Kong dan Taiwan.[4]