Teraka merupakan sastra lisan atau praktik tato tradisonal yang dikenal dalam budaya masyarakat Karo di Sumatera Utara, Indonesia. Teraka mempunyai makna simbolik yang erat kaitannya dengan religius dan fungsi sosial yang kuat dalam kehidupan masyarakat Karo. Praktik teraka ini diwariskan secara turun-temurun dalam masyarakat Karo dan umumnya sudah dilakukan sejak usia muda, khusunya pada perempuan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Teraka merupakan sastra lisan atau praktik tato tradisonal yang dikenal dalam budaya masyarakat Karo di Sumatera Utara, Indonesia. Teraka mempunyai makna simbolik yang erat kaitannya dengan religius dan fungsi sosial yang kuat dalam kehidupan masyarakat Karo.[1] Praktik teraka ini diwariskan secara turun-temurun dalam masyarakat Karo dan umumnya sudah dilakukan sejak usia muda, khusunya pada perempuan.