Teori rasionalitas terbatas adalah konsep yang berkembang dalam bidang psikologi dan ekonomi yang mengemukakan bahwa individu tidak selalu membuat keputusan sepenuhnya rasional atau berdasarkan perhitungan optimal. Sebaliknya, individu cenderung menggunakan metode pengambilan keputusan yang disederhanakan, karena keterbatasan dalam kemampuan kognitif, waktu, dan informasi. Sehingga, individu sering membuat pilihan yang memadai daripada memilih opsi yang optimal secara teoretis. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa manusia tidak dapat memproses semua informasi yang ada secara lengkap atau mempertimbangkan setiap kemungkinan alternatif yang tersedia. Oleh karena itu, keputusan yang diambil sering kali dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti keterbatasan pengetahuan, pengaruh emosional, dan keterbatasan waktu. Sebagai akibatnya, keputusan yang dihasilkan mungkin tidak selalu menghasilkan hasil terbaik, meskipun masih dapat dianggap rasional dalam batasan-batasan yang ada.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Teori rasionalitas terbatas adalah konsep yang berkembang dalam bidang psikologi dan ekonomi yang mengemukakan bahwa individu tidak selalu membuat keputusan sepenuhnya rasional atau berdasarkan perhitungan optimal.[1] Sebaliknya, individu cenderung menggunakan metode pengambilan keputusan yang disederhanakan, karena keterbatasan dalam kemampuan kognitif, waktu, dan informasi. Sehingga, individu sering membuat pilihan yang memadai daripada memilih opsi yang optimal secara teoretis. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa manusia tidak dapat memproses semua informasi yang ada secara lengkap atau mempertimbangkan setiap kemungkinan alternatif yang tersedia. Oleh karena itu, keputusan yang diambil sering kali dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti keterbatasan pengetahuan, pengaruh emosional, dan keterbatasan waktu. Sebagai akibatnya, keputusan yang dihasilkan mungkin tidak selalu menghasilkan hasil terbaik, meskipun masih dapat dianggap rasional dalam batasan-batasan yang ada.
Teori rasionalitas terbatas tidak hanya dipahami dalam konteks psikologi dan ekonomi, tetapi juga di bidang ilmu matematika, khususnya dalam pemodelan pengambilan keputusan. Pada tataran ini, Herbert A. Simon, mengemukakan bahwa rasionalitas terbatas dapat dijelaskan melalui pendekatan matematis yang menggambarkan keterbatasan dalam proses pengambilan keputusan. Simon menyarankan bahwa individu yang membuat keputusan tidak selalu dapat mempertimbangkan semua alternatif secara optimal karena adanya kendala seperti keterbatasan waktu, informasi, dan sumber daya. Sebagai solusi atas keterbatasan tersebut, sering kali digunakan metode-metode yang menyederhanakan proses optimisasi.
Salah satu pendekatan yang digunakan adalah model Lagrange, yang berfungsi untuk menemukan solusi optimal dalam situasi yang memiliki kendala tertentu, dengan tujuan untuk mencapai hasil yang baik. Selain itu, goal programming juga digunakan dalam teori ini untuk mencapai tujuan tertentu dengan mempertimbangkan berbagai kendala yang ada.[2] Kedua metode ini mencerminkan bagaimana dalam praktik, pengambilan keputusan sering kali lebih dipengaruhi oleh keterbatasan sumber daya dan informasi daripada pencarian solusi optimal secara teoretis. Dengan demikian, teori rasionalitas terbatas dalam tataran matematika memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai bagaimana manusia melakukan proses pengambilan keputusan dalam realitas yang penuh dengan batasan.
Teori rasionalitas terbatas pertama kali diperkenalkan dalam buku yang berjudul "Models of Man, Social and Rational" pada tahun 1957 yang ditulis oleh Herbert A. Simon. Konsep ini menekankan bahwa pengambilan keputusan tidak selalu didasarkan pada rasionalitas yang sempurna, melainkan terbatas oleh faktor kognitif manusia. Simon mengungkapkan bahwa hasil keputusan yang diambil dalam kondisi terbatas ini sering kali berupa pilihan yang satisficing, bukan keputusan yang sepenuhnya optimal.[3]
Dalam pemikirannya, rasionalitas terbatas memberikan dasar yang kuat bagi perkembangan ekonomi, tanpa sepenuhnya menolak teori-teori neoklasik yang sebelumnya menjelaskan perilaku pengambilan keputusan. Simon menggunakan kelemahan rasionalitas dalam pengambilan keputusan untuk merancang model rasionalitas terbatas. Dalam model ini, perilaku pengambilan keputusan dipengaruhi oleh keterbatasan kognitif individu, seperti kebiasaan, nilai-nilai, pengetahuan, dan referensi yang dimiliki, serta oleh faktor eksternal, seperti kondisi lingkungan. Sebagai akibatnya, keputusan yang diambil sering kali tidak dapat dianggap sebagai keputusan yang optimal.[4]
Simon tidak berpendapat bahwa model rasionalitas klasik sepenuhnya salah. Namun, ia menekankan pentingnya pembuat keputusan untuk lebih memperhatikan kondisi lingkungan saat membuat keputusan. Teori rasionalitas terbatas pertama kali diperkenalkan sebagai konsep dalam psikologi untuk menjelaskan bagaimana cara berpikir manusia bekerja. Keterbatasan yang ada dalam diri individu mengharuskan pembuat keputusan untuk melakukan dua hal utama. Pertama, mereka perlu menetapkan tingkat aspirasi yang menjadi acuan dalam mengeksplorasi alternatif keputusan yang ada. Tingkat aspirasi ini berhubungan dengan cara pembuat keputusan mengevaluasi dan memilih alternatif yang tersedia. Mengikuti hal ini, pembuat keputusan harus menyesuaikan alternatif yang ada, karena pencapaian hasil yang optimal sering kali tidak memungkinkan. Penyesuaian terhadap alternatif ini merupakan bagian penting dari proses pengumpulan informasi dalam pengambilan keputusan.
Kedua, Simon memanfaatkan konsep ilmu kognitif untuk menunjukkan bagaimana pencarian alternatif baru dapat dilakukan melalui pendekatan pencarian heuristik (heuristic search). Heuristik adalah suatu metode yang membantu individu dalam mengembangkan pilihan-pilihan yang lebih realistis dengan cara mengandalkan aturan praktis dalam pencarian informasi.[5] Proses pencarian ini sering kali menggunakan aturan penghentian (stop rule), yang berfungsi untuk menghentikan pencarian informasi pada titik tertentu dan memilih alternatif keputusan yang dianggap memadai. Dengan demikian, dalam model rasionalitas terbatas, pengambilan keputusan tidak hanya bergantung pada informasi yang tersedia, tetapi juga pada cara pembuat keputusan memproses dan menilai informasi tersebut secara praktis.