Teori penemuan Australia oleh Portugis mengklaim bahwa para navigator Portugis awal adalah bangsa Eropa pertama yang menyaksikan Australia antara 1521 dan 1524, sebelum kedatangan navigator Belanda Willem Janszoon pada 1606 memakai kapal Duyfken yang umum dianggap menjadi penemu Eropa pertama. Ini berdasarkan pada unsur-unsur berikut:Peta Dieppe, sekelompok peta dunia Prancis abad ke-16, yang menggambarkan sebuah wilayah daratan besar antara Indonesia dan Antarktika. Dilabeli sebagai Java la Grande, wilayah daratan tersebut mencantumkan nama-nama tempat dalam bahasa Prancis, Portugis dan Portugis yang di-Galisisasi, dan ditafsirkan oleh beberapa orang merupakan pantai barat laut dan timur Australia.
Keberadaan koloni-koloni Portugis di Asia Tenggara dari awal abad ke-16, terutama Timor Portugis yang berjarak sekitar 650 kilometer dari pantai Australia pada sekitar tahun 1513–1516.
Berbagai barang antik yang ditemukan di garis pantai Australia, diklaim merupakan relik-relik perjalanan Portugis awal ke Australia, yang umum dianggap sebagai bukti kunjungan Makassar ke Australia Utara.
Peta Dieppe, sekelompok peta dunia Prancis abad ke-16, yang menggambarkan sebuah wilayah daratan besar antara Indonesia dan Antarktika. Dilabeli sebagai Java la Grande, wilayah daratan tersebut mencantumkan nama-nama tempat dalam bahasa Prancis, Portugis dan Portugis yang di-Galisisasi, dan ditafsirkan oleh beberapa orang merupakan pantai barat laut dan timur Australia.
Berbagai barang antik yang ditemukan di garis pantai Australia, diklaim merupakan relik-relik perjalanan Portugis awal ke Australia, yang umum dianggap sebagai bukti kunjungan Makassar ke Australia Utara.
↑Gunn, Geoffrey C. (1999) Timor Loro Sae: 500 Years, Macau, Livros do Oriente. p.51-69. ISBN972-9418-69-1Diarsipkan 2009-03-24 di Wayback Machine. See Gunn (2016) "The Timor-Macao Sandalwood Trade and the Asian Discovery of the Great South Land?" in Review of Culture (Macau), No.51, p.125-48. Gunn provides a valuable explanation of 16th-century Portuguese enterprise and expansion in the Moluccas, Flores, Solor and Timor
↑McIntyre, K.G. (1977) The Secret Discovery of Australia, Portuguese ventures 200 years before Cook, p. 52+, Souvenir Press, Menindie ISBN0-285-62303-6
↑This claim was made by Allan Robinson in his self-published In Australia, Treasure is not for the Finder (1980); for discussion, see Henderson, James A. (1993). Phantoms of the Tryall. Perth: St. George Books. ISBN978-0-86778-053-6.
Pranala luar
Pranala akademik dan pustaka
Wikisumber memiliki naskah asli yang berkaitan dengan artikel ini:
AAP with Australian Geographic staff. "Darwin boy's find could rewrite history". Australian Geographic. Australian Geographic. 2012-01-10. Diarsipkan dari asli tanggal 12 Januari 2012. Diakses tanggal 16 September 2013.
Nixon, Bob. "A fresh perspective on the Mahogany Ship"(PDF). The Skeptic, Vol 21, No 1. Autumn 2001. Australian Skeptics. Diarsipkan dari asli(PDF) tanggal 27 Maret 2013. Diakses tanggal 16 September 2013.