Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Teori drive

Teori dorongan, juga dikenal sebagai doktrin dorongan atau teori hasrat dalam ilmu psikologi merupakan konsep yang berupaya menganalisis, mengklasifikasikan, dan mendefinisikan dorongan psikologis. Dorongan (drive) dipahami sebagai kebutuhan naluriah yang memiliki kemampuan untuk memengaruhi perilaku individu, yaitu suatu keadaan rangsangan yang muncul akibat gangguan homeostatik.

Wikipedia article
Diperbarui 8 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Teori dorongan (bahasa Inggris: drive theory), juga dikenal sebagai doktrin dorongan atau teori hasrat[1] dalam ilmu psikologi merupakan konsep yang berupaya menganalisis, mengklasifikasikan, dan mendefinisikan dorongan psikologis.[2] Dorongan (drive) dipahami sebagai kebutuhan naluriah yang memiliki kemampuan untuk memengaruhi perilaku individu, yaitu suatu keadaan rangsangan yang muncul akibat gangguan homeostatik.[3]

Teori ini berasumsi bahwa setiap organisme dilahirkan dengan kebutuhan psikologis tertentu, dan bahwa ketika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, timbul suatu keadaan ketegangan negatif. Pemenuhan kebutuhan akan mengurangi dorongan dan mengembalikan organisme pada kondisi homeostasis, yaitu keseimbangan internal yang stabil. Berdasarkan prinsip umpan balik (feedback control system), dorongan dianggap meningkat seiring waktu hingga kebutuhan yang mendasarinya terpenuhi, dengan mekanisme yang menyerupai fungsi pengatur suhu pada termostat.[4][5]

Pada tahun 1943, psikolog Amerika Clark L. Hull dan Kenneth W. Spence mengemukakan teori dorongan sebagai penjelasan umum bagi seluruh perilaku mahluk hidup.[6] Dalam eksperimen Hull, dua kelompok tikus dilatih menelusuri labirin: kelompok pertama diberi makanan setelah tiga jam, sedangkan kelompok kedua setelah dua puluh dua jam. Hull menyimpulkan bahwa tikus yang lebih lama mengalami kekurangan makanan menunjukkan kecenderungan lebih kuat untuk mengikuti jalur yang sama guna memperoleh makanan, menegaskan peran dorongan sebagai penggerak kebiasaan.[7]

Psikoanalisis

Dalam psikoanalisis, teori dorongan (bahasa Jerman: Triebtheorie atau Trieblehre)[1] merujuk pada teori mengenai dorongan, motivasi, atau naluri yang memiliki objek tertentu.[8] Ketika terjadi ketidakseimbangan internal yang terdeteksi oleh mekanisme homeostatik, dorongan untuk memulihkan keseimbangan tersebut akan muncul.[9] Sigmund Freud, pada tahun 1927, menilai bahwa teori dorongan merupakan unsur yang masih kurang dikembangkan dalam psikoanalisis. Ia menolak sistem klasifikasi kepribadian dalam psikologi konvensional, yang dianggapnya bersifat paranoid, dan memilih mengelompokkan dorongan berdasarkan dikotomi seperti Eros dan Thanatos (dorongan menuju kehidupan dan kematian) serta dorongan seksual dan ego.

Karya Freud berjudul Civilization and Its Discontents, diterbitkan pada tahun 1930 di Jerman ketika fasisme mulai bangkit dan ketegangan politik di Eropa meningkat. Dalam konteks tersebut, Freud menyatakan bahwa “menghadapi kekuatan destruktif yang dilepaskan, dapat diharapkan bahwa salah satu dari dua ‘kekuatan surgawi', yakni Eros yang abadi, akan menunjukkan kekuatannya untuk mempertahankan diri di samping musuh abadinya".[10]

Pada tahun 1947, psikiater dan psikolog Hungaria Leopold Szondi mengembangkan bentuk teori dorongan yang sistematis. Diagram dorongan Szondi dianggap sebagai inovasi penting dalam psikologi karena memberikan dasar bagi pembentukan psikiatri teoretis dan antropologi psikologis, yang berupaya mengaitkan dorongan dasar manusia dengan ekspresi perilaku dan struktur kepribadian.[1][2]

Referensi

  1. 1 2 3 "The Leopold Szondi Forum". www.szondiforum.org. Diakses tanggal 2025-11-13.
  2. 1 2 Szondi, Leopold (1960). Lehrbuch der Experimentellen Triebdiagnostik (dalam bahasa Jerman). H. Huber. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Seward, John P. (1956). "Drive, incentive, and reinforcement". Psychological Review. 63 (3): 195–203. doi:10.1037/h0048229. ISSN 1939-1471.
  4. ↑ "Drive theory | Research Starters | EBSCO Research". EBSCO (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-13.
  5. ↑ Gopinathan, Dr P. (2021-07-30). Sports Psychology (dalam bahasa Inggris). Friends Publications (India). hlm. 138. ISBN 978-93-90649-54-9. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ "Clark Hull and Kenneth Spence". web.sonoma.edu. Diakses tanggal 2025-11-13.
  7. ↑ "Drive Theory in Social Psychology - iResearchNet" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-13.
  8. ↑ Fotopoulou, Aikaterini; Pfaff, Donald; Conway, Martin A. (2012-05-17). From the Couch to the Lab: Trends in Psychodynamic Neuroscience (dalam bahasa Inggris). OUP Oxford. ISBN 978-0-19-960052-6.
  9. ↑ Hockenbury, Don (2012). Psychology. United States: Worth Publishers. hlm. 320.
  10. ↑ Freud, Sigmund 1985, Civilization, Society and Religion: Group Psychology, The Future of an Illusion, Civilization and its Discontents, and other works, Penguin Freud Library vol. 12.
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Nasional
  • Spanyol

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Psikoanalisis
  2. Referensi

Artikel Terkait

Teori belajar behavioristik

Teori belajar behavioristik adalah sebuah teori yang dianut oleh Gage dan Berliner tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Beberapa

Abjeksi

keadaan dibuang

Karl Abraham

dokter asal Jerman

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026