Tengku Nazly adalah seorang tokoh ahli tari Melayu. Ayahnya bernama Tengku Radjih Anwar, dan kakeknya bernama Sulaiman Syariful Alamsyah, seorang sultan Serdang (Deli terakhir dan termasuk bangsawan yang mempunyai minat yang besar dalam kesenian. Sekitar tahun 1942, keluarga istana Serdang mengajari suatu grup Makyung. Tengku Nazly mengembangkan tarian wanita di kalangan istana dengan tingkatan yang lebih rumit dan terperinci dibandingkan dengan ronggeng yang berkembang di luar istana. Dia diakui sebagai sumber perbendaharaan tari Melayu yang kaya, sekaligus sebagai Dewan Kesenian Jakarta dan Akademi Tari LPKJ mulai dari tahun 1972. Kemudian Nazly diangkat sebagai guru tari Melayu di akademi tersebut. Dia pernah menugaskan untuk menyusun pementasan bagi Bengkel Tari Folklorik, juga merumuskan kriteria keindahan tari Melayu untuk festival tari Melayu. Nazly jugalah yang memberikan penjelasan teknik dan mendemonstrasikan kaidah-kaidah tari Melayu dalam Lokakarya Tari Melayu. Dia juga turut menggarap Tari Pendidikan untuk sekolah-sekolah dasar di Jakarta dengan permainan anak-anak dalam gerak dan nyanyi Melayu pada tahun 1978. Tengku Nazly juga mendirikan Nazly Group di Medan, kelompok tersebutlah yang menampilkan Tari Serampang XII untuk pertama kali di panggung Eropa dan Asia Timur.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Tengku Nazly (Medan, 30 April 1935) adalah seorang tokoh ahli tari Melayu.[1] Ayahnya bernama Tengku Radjih Anwar, dan kakeknya bernama Sulaiman Syariful Alamsyah, seorang sultan Serdang (Deli terakhir dan termasuk bangsawan yang mempunyai minat yang besar dalam kesenian.[1] Sekitar tahun 1942, keluarga istana Serdang mengajari suatu grup Makyung (bentuk teater Melayu yang menonjolkan musik dan tari).[1] Tengku Nazly mengembangkan tarian wanita di kalangan istana dengan tingkatan yang lebih rumit dan terperinci dibandingkan dengan ronggeng yang berkembang di luar istana.[1] Dia diakui sebagai sumber perbendaharaan tari Melayu yang kaya, sekaligus sebagai Dewan Kesenian Jakarta dan Akademi Tari LPKJ mulai dari tahun 1972.[1] Kemudian Nazly diangkat sebagai guru tari Melayu di akademi tersebut.[1] Dia pernah menugaskan untuk menyusun pementasan bagi Bengkel Tari Folklorik, juga merumuskan kriteria keindahan tari Melayu untuk festival tari Melayu.[1] Nazly jugalah yang memberikan penjelasan teknik dan mendemonstrasikan kaidah-kaidah tari Melayu dalam Lokakarya Tari Melayu.[1] Dia juga turut menggarap Tari Pendidikan untuk sekolah-sekolah dasar di Jakarta dengan permainan anak-anak dalam gerak dan nyanyi Melayu pada tahun 1978.[1] Tengku Nazly juga mendirikan Nazly Group di Medan, kelompok tersebutlah yang menampilkan Tari Serampang XII untuk pertama kali di panggung Eropa dan Asia Timur.[2]