Teluk Sejuah adalah merupakan salah satu desa tertua dari lima desa di Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu, provinsi Riau, Indonesia. yang disebut-sebut sudah ada sejak dari Kerajaan Minang Kabau.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Teluk Sejuah | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Riau | ||||
| Kabupaten | Indragiri Hulu | ||||
| Kecamatan | Kelayang | ||||
| Kode pos | 29352 | ||||
| Kode Kemendagri | 14.02.03.2020 | ||||
| Luas | ... km² | ||||
| Jumlah penduduk | ... jiwa | ||||
| Kepadatan | ... jiwa/km² | ||||
| |||||
Teluk Sejuah adalah merupakan salah satu desa tertua dari lima desa di Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu, provinsi Riau, Indonesia. (yaitu Desa Batu Sawar, Desa Kelayang, Desa Teluk Sejuah, Desa Lubuk Sitarak dan Desa Dusun Tuo) yang disebut-sebut sudah ada sejak dari Kerajaan Minang Kabau.
Saat ini Desa Teluk Sejuah dipimpin Elfizon. Dia telah menjabat lebih dari satu periode. Masyarakat Teluk Sejuah memercayai Kades kepada Elfizon karena dianggap peduli terhadap masyarakat. Program Elfizon adalah menjadikan Desa Teluk Sejuah lebih berkembang.
Masyarakat desa Teluk Sejuah melaksanakan Pilkades secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Calon kepala desa berasal dari masyarakat desa Teluk Sejuah sendiri. Pilkades di fasilitasi oleh pemerintah kecamatan.
Pemilihan Ketua RT di seluruh wilayah Desa Teluk Sejuah dilaksanakan secara langsung oleh warga RT setempat. Misalnnya pemilihan Ketua RT 001, yang boleh memilih hanyalah warga RT 001, dan penyelenggaranya warga setempat juga.
Namun untuk pemilihan pengurus organisasi kemasyarakatan, Karang Taruna, PKK, Kelompok Tani, Ketua Pemuda dipilih dengan mengikuti ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi itu sendiri.
Komunikasi Masyarakat di Desa Teluk Sejuah
Masyarakat di Desa Teluk Sejuah berinteraksi dengan menggunakan bahasa khas daerah secara baik dan sopan. Beberapa bentuk komunikasi tradisional masih digunakan oleh masyarakat, terutama oleh para tokoh atau orang tetua di desa. Seperti, beduk dan sirene masjid dimanfaatkan sebagai penanda waktu ibadah atau kegiatan keagamaan.Selain itu, masyarakat juga masih menerapkan komunikasi langsung atau tatap muka, seperti penyampaian pesan dari mulut ke mulut antarwarga untuk menyebarkan informasi.Ada juga kegiatan arisan ibu-ibu yang dilaksanakan setiap minggu arisan tersebut lah menjadi salah satu sarana penting bagi para ibu-ibu untuk bertukar informasi dan mempererat komunikasi.[1]
Masyarakat juga melakukan kegiatan gotong royong serta musyawarah desa sebagai bentuk komunikasi dan kerja sama dalam membahas berbagai hal yang berkaitan dengan kepentingan bersama.
Seiring dengan perkembangan zaman, masyarakat Desa Teluk Sejuah kini juga memanfaatkan sarana komunikasi modern, seperti telepon, WhatsApp, SMS, dan berbagai media sosial lainnya. Teknologi tersebut digunakan untuk mempercepat pertukaran informasi antarwarga serta mendukung penyebaran informasi kegiatan desa.
Kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat Di Desa Teluk Sejuah, salah satunya yaitu masyarakat masih banyak yang bekerja sebagai petani padi. Setiap musim tanam, mereka bersama-sama membajak sawah, menanam bibit padi, dan merawatnya hingga panen tiba. Kegiatan menanam padi dilakukan dengan semangat peharian atau di sebut gotong royong “Peharian itu menjadi tanda semangat tolong-menolong di Desa Teluk Sejuah.” Tradisi ini sudah dilakukan secara turun-temurun dan menjadi sumber penghidupan utama bagi warga Desa Teluk Sejuah
Karang Taruna adalah organisasi kepemudaan desa yang berfungsi sebagai wadah pengembangan generasi muda dalam bidang sosial, kreativitas, olahraga, serta kegiatan kemasyarakatan lainnya. Contohnya menyelenggarakan kegiatan seperti gotong royong bantuan sosial dan kegiatan lainya yg ada didesa,karang taruna lah yang menyelenggarakan kegiatan tersebut.
pembangunan waduk desa. Kegiatan ini dilakukan karena dulu desa sering mengalami kekurangan air saat kemarau dan irigasi pertanian tidak berjalan lancar. Proses pembangunan waduk dilakukan dengan pembukaan lahan, penggalian tanah menggunakan alat berat, serta pembuatan tanggul dan saluran air yang tertata. Hasilnya kondisi desa kini jauh lebih baik dibanding dulu irigasi pertanian menjadi lancar ketersediaan air lebih stabil, dan risiko banjir berkurang secara signifikan sehingga aktivitas masyarakat menjadi lebih aman dan produktif.
Usaha tani warga teluk sejuah menanam cabai sendiri-sendiri di dalam pot. Menanam cabai di pot ini sangat mudah di lakukan,cukup siapkan pot berisi tanah,lalu tanam bibit cabai di tengah pot,lalu letakkan di tempat yang terkena sinar matahari. Rawat dengan menyiram air jika tanahnya udah mengering lakukan hingga cabai besar dan berbuah, setelah cabai besar dan berbuah bisa di panen.
Salah satu perubahan menarik di Desa Teluk Sejuah adalah jalan desa yang kini sudah diaspal. Dulu jalan masih tanah kuning dan mudah rusak saat hujan, tetapi sekarang lebih halus, rapi, dan nyaman dilalui. Aspal ini mempermudah warga beraktivitas, memperlancar transportasi hasil pertanian, serta membuat lingkungan desa terlihat lebih tertata dan maju.
Perpindahan penduduk dari Desa Teluk Sejuah ke daerah lain menjadi salah satu dinamika sosial yang menonjol. Banyak warga memilih merantau untuk memperoleh peluang kerja yang lebih baik atau akses pendidikan yang lebih luas. Rumah yang ditinggalkan biasanya tetap dimiliki keluarga, namun ada sebagian rumah yang tampak kurang terawat karena tidak dihuni. Masyarakat desa memberikan tanggapan beragam: ada yang menilai migrasi sebagai langkah positif untuk meningkatkan kesejahteraan, sementara lainnya khawatir berkurangnya penduduk dapat memengaruhi aktivitas sosial dan ekonomi di desa. Fenomena ini menjadi bagian dari perubahan sosial yang terjadi seiring berkembangnya kebutuhan dan peluang di luar desa.