Telang ternate adalah spesies tumbuhan endemik dan asli pulau Ternate yang termasuk dalam famili Fabaceae. Telang ternate adalah spesies terpopuler dari seluruh spesies dalam genus Clitoria.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Telang ternate | |
|---|---|
| Varietas telang ternate (clitoria ternatea) warna biru dan putih | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Eudikotil |
| Klad: | Rosidae |
| Ordo: | Fabales |
| Famili: | Fabaceae |
| Subfamili: | Faboideae |
| Genus: | Clitoria |
| Spesies: | C. ternatea |
| Nama binomial | |
| Clitoria ternatea | |
Telang ternate (bahasa Latin: Clitoria ternateacode: la is deprecated ) adalah spesies tumbuhan endemik dan asli pulau Ternate yang termasuk dalam famili Fabaceae.[1]: 215 Telang ternate adalah spesies terpopuler dari seluruh spesies dalam genus Clitoria.
Nama genus Clitoria merupakan terjemahan langsung dari nama lokal tumbuhan tersebut dalam bahasa Ternate; yakni 'telangcode: tft is deprecated ', yang secara harfiah berarti "klitoris", disebut demikian oleh etnis Ternate karena bentuk tumbuhan ini yang menyerupai bentuk alat kelamin perempuan manusia. Referensi pertama untuk genus, yang mencakup ilustrasi tumbuhan, dibuat pada tahun 1678 oleh Jakób Breyne, seorang naturalis Polandia, yang menggambarkannya sebagai Flos clitoridis ternatensibus, yang berarti 'Bunga klitoris Ternate'.[2][3] Sedangkan, nama spesiesnya diambil dari nama pulau asal spesimen Linnaeus tersebut; yang merupakan pulau Ternate yang terletak di bagian utara Kepulauan Maluku.[1][4]
Bunga telang dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional untuk meredakan mata merah, melancarkan pencernaan, hingga menetralkan racun[5]

C. Ternatea being a native to the island of Ternate