Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Tedjowulan

Kolonel Inf (Purn.) Kangjeng Gusti Pangeran Harya Panembahan Agung Tedjowulan adalah mahamenteri Kasunanan Surakarta sejak 2012.

Mahamenteri Kasunanan Surakarta yang dinobatkan pada tahun 2012
Diperbarui 18 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Tedjowulan
Tedjowulan
ꦠꦺꦗꦺꦴꦮꦸꦭꦤ꧀
Tedjowulan, 2026
Mahamenteri Kasunanan Surakarta ke-1
Petahana
Mulai menjabat
16 Mei 2012 (2012-05-16)
(13 tahun, 342 hari lalu)
Penguasa monarkiPakubuwana XIII (2012–2025)
Presiden
  • Susilo Bambang Yudhoyono
  • Joko Widodo
  • Prabowo Subianto
Sebelum
Pendahulu
Jabatan baru
Pengganti
Petahana
Sebelum
KelahiranGusti Raden Mas Soerjo Soetedjo
3 Agustus 1954 (umur 71)
Indonesia Surakarta, Indonesia
PermaisuriG.K.R. Mas
Keturunan5
DinastiMataram
AyahPakubuwana XII
IbuK.R.Ay. Retnodiningrum
Karier militer
Dinas/cabang Kolonel TNI
Pangkat TNI Angkatan Darat
KesatuanInfanteri

Kolonel Inf (Purn.) Kangjeng Gusti Pangeran Harya Panembahan Agung Tedjowulan (bahasa Jawa: ꦠꦺꦗꦺꦴꦮꦸꦭꦤ꧀code: jv is deprecated ; lahir 3 Agustus 1954) adalah mahamenteri Kasunanan Surakarta sejak 2012.[1]

Pengukuhannya sebagai mahamenteri merupakan bagian dari upaya rekonsiliasi untuk mengakhiri konflik keraton Surakarta sepeninggal Pakubuwana XII pada 2004.[2][3][4]

Pada 5 November 2025, setelah meninggalnya Pakubuwana XIII, Tedjowulan mengumumkan diri sebagai raja ad interim hingga pihak kerabat istana dapat bermufakat terkait Susuhunan Surakarta selanjutnya.[5]

Kehidupan pribadi

Lahir sebagai Gusti Raden Mas Soerjo Soetedjo, Tedjowulan merupakan anak kedua dari enam bersaudara pasangan Pakubuwana XII dan istri keduanya, K.R.Ay. Retnodiningrum.[6]

Saat bersekolah di SMAN 1 Surakarta, Tedjowulan terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Nasional tahun 1972, mewakili Jawa Tengah.[7]

Tedjowulan menamatkan pendidikan militer di Akademi Militer Magelang pada 1981. Setelahnya ia berkarir di Angkatan Darat hingga mencapai pangkat terakhir Kolonel.[8]

Sejak 1982, ia membina rumah tangga dengan Rr. Nanik Indiastuti, kelak bergelar G.K.R. Mas.[9] Pasangan ini memiliki 2 anak, yakni G.R.Ay. Putri Woelan Sari Dewi dan G.R.Aj. Dewi Wulandari Srirahadiastuti.

Selain itu, Tedjowulan juga sempat menikahi 2 perempuan lain dan dengan mereka memiliki 3 orang anak. Dengan Vidia Iswari, S.Sn.(menikah 2005) terlahir Ratu Dyahwulan Nariswari. Sementara dengan Sri Wulan Madiyo Wati (menikah 2009) terlahir G.B.R.M. Mario Wulan Soedibjo Rojo Putro dan G.B.R.Aj. Maharani Wulan Yesia Tejaningsih.

Kehidupan sebagai pangeran

Dinobatkan sebagai Susuhunan

Setelah Pakubuwana XII meninggal pada 11 Juni 2004, proses suksesi berjalan alot. Meski sudah beberapa kali diadakan rembuk keluarga, namun belum ada kata sepakat. Di tengah kebuntuan tersebut, pada 24 Juni 2004 K.G.P.H. Hangabehi, anak lelaki tertua, secara sepihak diumumkan akan bertakhta. Sebagian besar penyokong langkah ini adalah saudara-saudara seibu Hangabehi.

Pengumuman tersebut menuai pro dan kontra. Penolakan pertama muncul dari sebuah kelompok yang menamakan diri Forum Bela Raos Abdi Dalem. Selanjutnya pada 3 Agustus 2004 giliran rapat kerabat istana di rumah Mooryati Soedibyo di Jakarta yang menyatakan tidak setuju.[10]

Puncaknya, pada 31 Agustus 2004, Tedjowulan dinobatkan sebagai Pakubuwana XIII melalui surat keputusan yang ditandatangani 3 pejabat tinggi Kesunanan: K.G.P.H. Dipokusumo, K.G.P.H. Hadiprabowo, dan G.K.R. Alit. Di Sasana Purnama, Badran ia diberikan gelar Sahandhap Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan Paku Buwono XIII Senopati ing Alogo Abdurrachman Sayidin Panotogomo Khalifatullah Tanah Jawi.[11]

Selang 10 hari, giliran Hangabehi yang dinobatkan untuk kedudukan dan gelar yang sama, melahirkan 2 raja di Kesunanan.[12]

Rekonsiliasi

Tedjowulan (kanan) bersama Pakubuwana XIII, sekitar 2012

Meski sebagai susuhunan, Tedjowulan praktis tidak memiliki kewenangan di dalam Keraton, namun keberadaan raja kembar ini tak pelak memicu konflik berkepanjangan. Selain perpecahan di kalangan kerabat, konflik juga menghambat kerja-kerja kebudayaan.[4]

Atas kesulitan-kesulitan tersebut, sejak 2011 mulai diadakan mediasi oleh pemerintah. Puncaknya pada 16 Mei 2012 di Hotel Gran Mahakam Jakarta, Hangabehi dan Tedjowulan sepakat untuk islah. Hangabehi akan terus bertakhta, sementara Tedjowulan diangkat menjadi mahamenteri, semacam wakil raja.[13]

Rekonsiliasi ini bagaimanapun juga sempat ditolak sejumlah kerabat, dimotori oleh G.K.R. Wandansari dan Lembaga Dewan Adat. Proses ini dianggap cacat hukum dan menormalisasi pelanggaran hukum adat yang dilakukan Tedjowulan.[14]

Lihat pula

  • Pakubuwana XIII
  • Kasunanan Surakarta
  • Daftar penguasa Mataram Baru

Referensi

  1. ↑ "REKONSILIASI KERATON SOLO: Tedjowulan Kini Jadi Mahapatih". Espos. 20 Mei 2012.
  2. ↑ "Berakhir Dualisme Kepemimpinan di Keraton Surakarta". Kompas.com. 31 Mei 2012.
  3. ↑ Prasetyo, Andreas Yoga (15 November 2025). "Jejak Seteru di Singgasana Keraton Surakarta". Kompas.id.
  4. 1 2 Muharrom, Muhammad Agus Salim (2014). Keraton dan Politik: Konflik Keraton Surakarta Hadiningrat Pasca Wafatnya Paku Buwono XII (S1 thesis). Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
  5. ↑ Ryanthie, Septia (5 November 2025). "Tedjowulan Jalankan Tugas Ad Interim Raja Keraton Surakarta". Tempo (majalah).
  6. ↑ Puspaningrat, Surjandjari (2006). Putra putri dalem Karaton Surakarta. Cendrawasih.
  7. ↑ Daftar Nama Purna Paskibraka Tingkat Nasional 1967-2007 (PDF) (Report). Paguyuban Paskibraka 1978.
  8. ↑ Sodiq, Fajar (15 April 2010). "Raja Solo "Disemprit" Pengawas Pilkada". Viva.co.id.
  9. ↑ "Menikahkan putranya". Tempo (majalah). 27 Februari 1982.
  10. ↑ Poespaningrat, Pranoedjoe (2008). Kisah Para Leluhur dan yang Diluhurkan: Dari Mataram Kuno sampai Mataram Baru. B.P. Kedaulatan Rakyat.
  11. ↑ "Kolonel (Inf) Tedjowulan Resmi Dinobatkan Sebagai PB XIII". Detik.com. 31 Agustus 2004. Diarsipkan dari asli tanggal 1 Februari 2017.
  12. ↑ "Ontran-ontran Raja Kembar". Gatra. 2004.
  13. ↑ "Era Baru Keraton Surakarta Dipimpin Dwi-Tunggal Hangabehi-Tedjowulan". Tabloid Nova. 30 Mei 2012.
  14. ↑ "Adu mulut warnai aksi rekonsiliasi keraton Surakarta". Merdeka.com. 4 Juni 2012.
Hanya gelar saja
Didahului oleh:
Susuhunan Pakubuwana XII
— TITULER —
Susuhunan Surakarta
2004–2012
Alasan kegagalan suksesi:
Bukan Anak Sulung
Diteruskan oleh:
Susuhunan Pakubuwana XIII


Ikon rintisan

Artikel bertopik Surakarta ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kehidupan pribadi
  2. Kehidupan sebagai pangeran
  3. Dinobatkan sebagai Susuhunan
  4. Rekonsiliasi
  5. Lihat pula
  6. Referensi

Artikel Terkait

Pakubuwana XIII

susuhunan ke-12 dari Kesunanan Surakarta

Hangabehi (lahir 1985)

anggota keluarga kerajaan Kasunanan Surakarta

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026