TeaLinux adalah sebuah distribusi sistem operasi Linux Indonesia berbasis grafis (GUI) yang dikembangkan oleh Dinus Open Source Community (DOSCOM) dari Universitas Dian Nuswantoro, Kota Semarang, Jawa Tengah. Sistem operasi ini merupakan hasil modifikasi dari sistem operasi Linux varian Xubuntu yang ditujukan untuk keperluan pemrograman dan pengembangan perangkat lunak. Walaupun begitu, pengguna biasa juga dapat menggunakan sistem operasi ini untuk keperluan lain. Nama "TeaLinux" sendiri menghadirkan filosofi "nikmatnya sebuah racikan" yang bermakna harapan agar sistem ini dapat dikembangkan secara bersama-sama untuk menghasilkan sebuat perangkat pemrograman untuk dunia pendidikan teknologi informasi.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Pengembang | Dinus Open Source Community (DOSCOM)/Universitas Disn Nuswantoro |
|---|---|
| Keluarga perangkat lunak | Mirip Unix |
| Kondisi kerja | Current |
| Model sumber | Perangkat lunak bebas dan sumber terbuka |
| Rilis perdana | 2009 (versi 1.0) |
| Rilis stabil terkini | 22.04 (Valerian Tea) / 2023 |
| Tipe kernel | Monolithic Linux kernel |
| Ruang pengguna | GNU |
| Antarmuka bawaan | Xfce |
| Lisensi | GNU GPL / Free and Open Source Software License |
| Situs web resmi | TeaLinux OS official website |
TeaLinux adalah sebuah distribusi sistem operasi Linux Indonesia berbasis grafis (GUI) yang dikembangkan oleh Dinus Open Source Community (DOSCOM) dari Universitas Dian Nuswantoro, Kota Semarang, Jawa Tengah.[1][2][3] Sistem operasi ini merupakan hasil modifikasi dari sistem operasi Linux varian Xubuntu yang ditujukan untuk keperluan pemrograman dan pengembangan perangkat lunak (Software-Development Purpose Operating System). Walaupun begitu, pengguna biasa juga dapat menggunakan sistem operasi ini untuk keperluan lain. Nama "TeaLinux" sendiri menghadirkan filosofi "nikmatnya sebuah racikan" yang bermakna harapan agar sistem ini dapat dikembangkan secara bersama-sama untuk menghasilkan sebuat perangkat pemrograman untuk dunia pendidikan teknologi informasi.[4]