Tari Panji Semirang adalah sebuah tari tradisional dari Bali yang menceritakan tentang kisah asmara seorang putri kerajaan bernama Galuh Candrakirana. Dalam tari ini, Galuh Candrakirana menyamar menjadi laki-laki dengan nama Raden Panji, untuk mencari kekasihnya, Galuh Inu Kertapati.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Tari Panji Semirang adalah sebuah tari tradisional dari Bali yang menceritakan tentang kisah asmara seorang putri kerajaan bernama Galuh Candrakirana. Dalam tari ini, Galuh Candrakirana menyamar menjadi laki-laki dengan nama Raden Panji, untuk mencari kekasihnya, Galuh Inu Kertapati.[1]
Tari ini di ciptakan oleh seniman I Nyoman Kaler pada tahun 1942. Sebelum dikenal dengan nama Tari Panji Semirang, tarian ini dulunya dikenal sebagai tari Candra Metu. Tarian ini merupakan jenis tari tunggal yang hanya diperankan oleh satu orang penari perempuan. Meski pemeran dalam tari ini hanya satu orang, gerakan-gerakan yang dibawakan dalam tarian ini menggambarkan perawakan perempuan maupun laki-laki karena berkaitan dengan makna tarian ini.[2]
Sebelum dikenal dengan nama Tari Panji Semirang, tarian ini dulunya adalah bagian dari tari Candra Metu yang diciptakan oleh I Nyoman Kaler bersama I Wayan Lotring. Pada tahun 1942, Kaler melakukan perubahan pada gebyar tari Candra Metu ini bersama dengan muridnya yang bernama I Wayan Rindi, yang kemudian berujung pada perubahan nama menjadi Kebyar Dung.