Tanjung Jawa adalah sebuah desa yang termasuk dalam wilayah kecamatan Dusun Selatan, di kabupaten Barito Selatan, provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik kabupaten Barito Selatan tahun 2020, penduduk desa ini berjumlah 2.278 jiwa, dengan kepadatan 36 jiwa/km².
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Tanjung Jawa | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Kalimantan Tengah | ||||
| Kabupaten | Barito Selatan | ||||
| Kecamatan | Dusun Selatan | ||||
| Kode pos | 73751 | ||||
| Kode Kemendagri | 62.04.06.2024 | ||||
| Luas | 64,00 km² | ||||
| Jumlah penduduk | 2.278 jiwa (2020) | ||||
| Kepadatan | 36 jiwa/km² | ||||
| |||||
Tanjung Jawa adalah sebuah desa yang termasuk dalam wilayah kecamatan Dusun Selatan, di kabupaten Barito Selatan, provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik kabupaten Barito Selatan tahun 2020, penduduk desa ini berjumlah 2.278 jiwa, dengan kepadatan 36 jiwa/km².[1][2]
Suku asli yang berada di Kalimantan termasuk di kabupaten Barito Selatan ialah suku Dayak, yang terdiri dari beragam etnis. Di Barito Selatan suku Dayak Dusun, banyak mendiami kawasan tersebut, dan ada pula suku Ngaju dan Melayu.[3] Selain itu, suku pendatang dari luar daerah juga banyak tinggal di daerah ini, khususnya suku Jawa dan Banjar.
Warga kecamatan Dusun Selatan juga memiliki latar belakang agama yang berbeda. Dalam data BPS kabupaten Barito Selatan tahun 2020, berikut adalah persentasi penduduk desa ini menurut agama, yakni pemeluk agama Islam 51,79%, Hindu Kaharingan 31,87% dan sebagian lagi beragama Kristen 16,34% di mana Katolik 8,78% dan Protestan 7,56%.[2] Sementara untuk sarana rumah ibadah, terdapat 1 bangunan Masjid, 1 Mushola, 1 Pura (Balasi), 1 Gereja Protestan dan 1 Gereja Katolik.[2] Untuk tempat ibadah Agama Hindu Kaharingan dikenal dengan Balai Basarah, di balai inilah tempat perkumpulan mereka/beribadah. Bahwasanya kita tahu agama Hindu identik dengan pura tetapi untuk desa ini tidak ada bangunan untuk pura dikarenakan pura tempat ibadah untuk umat Hindu Dharma, sedangkan Kaharingan adalah Hindu asli tanah Borneo khususnya Kalimantan Tengah suku Dayak Kaharingan.
Di desa Tanjung Jawa memiliki beberapa Sarana pendidikan yaitu:
Untuk infastruktur desa Tanjung Jawa memiliki beberapa unit yaitu: