Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Tandu

Tandu atau pelangkin adalah alat transportasi jarak dekat yang menggunakan tenaga manusia. Tandu dapat mengangkut satu orang penumpang, berbentuk kotak dan dipikul oleh orang atau lebih. Orang yang menggunakan tandu biasanya adalah seorang bangsawan atau pemimpin.

Wikipedia article
Diperbarui 17 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Tandu
Sebuah Tandu

Tandu[1] atau pelangkin[2] adalah alat transportasi jarak dekat yang menggunakan tenaga manusia. Tandu dapat mengangkut satu orang penumpang, berbentuk kotak dan dipikul oleh orang atau lebih. Orang yang menggunakan tandu biasanya adalah seorang bangsawan atau pemimpin.

Tandu biasanya berisi kursi atau tempat tidur yang dipikul oleh dua atau lebih laki-laki, kebanyakan tandu biasanya tertutup untuk perlindungan panas dan hujan. Tandu yang besar, misalnya dari kaisar Tiongkok, mungkin mirip kamar kecil yang dipikul oleh selusin atau lebih laki-laki. Penggunaan tandu ialah dengan cara dipikul di pundak.

Penggunaan Tandu di berbagai negara

Tandu telah digunakan dari zaman kuno. Pada Mesir zaman fir'aun dan pada dunia timur seperti India dan Tiongkok, penguasa dan dewa-dewa (dalam bentuk berhala) sering diangkut dengan tandu di depan umum seperti pada festival upacara negara atau agama. Instruksi untuk bagaimana membangun Tabut Perjanjian dalam Kitab Keluaran menyerupai tandu.

Di Romawi kuno, tandu disebut lectica atau "sella" sering dilakukan anggota keluarga kekaisaran, tetapi juga pejabat lain dan anggota lain dari elit kaya, jika tidak dipasang di punggung kuda. Tandu juga digunakan untuk mengangkut Paus Vatican pada abad pertengahan. Di Prancis dan Austria tandu bahkan dijadikan alat transportasi umum layaknya taxi pada tahun 1700 an.

Tandu di Indonesia

Di candi Penataran.

Dalam masyarakat Jawa, tandu biasa atau joli adalah kursi rotan dengan kanopi dan ditanggung di pundak pria, dan tersedia untuk disewa untuk setiap pelanggan.[3]

Seorang bangsawan di Bali diangkut dengan tandu, Februari 1597.

Sebagai penanda status, tandu mirip singgasana yang disepuh emas, atau jempana, awalnya disediakan untuk bangsawan semata-mata, dan kemudian dipilih oleh Belanda sebagai penanda status: semakin rumit suatu tandu, berarti pemiliknya memiliki status yang lebih tinggi. Tandu ini diangkut baik oleh bawahan setianya atau dengan budak.

Pengantin dalam tandu di Sanggau, Kalimantan Barat, pada 1940-an

Secara historis, tandu seorang raja Jawa, pangeran, atau bangsawan dikenal sebagai jempana, versi yang lebih mirip singgasana disebut pangkem. Itu selalu menjadi bagian dari prosesi militer yang besar, dengan kanopi persegi warna kuning (warna untuk bangsawan Jawa). Para payung upacara diangkat di atas tandu, yang dilakukan oleh pembawa di belakang dan diapit oleh pengawal paling setia, biasanya sekitar 12 pria, dengan tombak, pedang, senapan lontak, keris dan berbagai pisau tersembunyi. Sebaliknya, kanopi dari tandu di Sumatra berbentuk oval dan terbungkus kain putih, mencerminkan perembesan budaya yang lebih besar oleh Islam.[4] Kadang-kadang, senjata atau pusaka, seperti keris atau tombak penting, diberi tandu sendiri.

Dalam budaya Hindu di Bali sampai sat ini tradisi menggunakan tandu-tandu untuk patung yang baik, senjata atau pusaka terus berlanjut, terutama untuk pemakaman, dan dalam ritual lebih rumit, tandu digunakan untuk menanggung jenazah, dan selanjutnya dikremasi bersama dengan orang yang meninggal.

Penggunaan tandu tetap di era modern dalam kebiasaan memakai menerima peti mati yang bermartabat di sebuah pemakaman atau upacara peringatan, meskipun peti mati yang berat dapat dengan mudah diangkut pada kendaraan.

Catatan Kaki

  1. ↑ "Arti kata tandu". Kamus Besar Bahasa Indonesia. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
  2. ↑ "Arti kata pelangkin (2)". Kamus Besar Bahasa Indonesia. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
  3. ↑ Tomlin, Jacob Missionary Journals and Letters: Written During Eleven Years' Residence and Travels Amongst the Chinese, Siamese, Javanese, Khassias, and Other Eastern Nations Nisbet: 1844: 384 pages, pp 251
  4. ↑ Locher-Scholten, Elsbeth; Jackson, Beverley (2004). Sumatran sultanate and colonial state: Jambi and the rise of Dutch imperialism, 1830–1907. SEAP Publications. ISBN 0-87727-736-2.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Lain-lain
  • NARA
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Penggunaan Tandu di berbagai negara
  2. Tandu di Indonesia
  3. Catatan Kaki

Artikel Terkait

Pulau Hantu (film 2007)

film Indonesia tahun 2007

Sisingaan

salah satu tarian di Indonesia

Tandu, Lolak, Bolaang Mongondow

desa di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026