Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiTan Tjeng Nio
Artikel Wikipedia

Tan Tjeng Nio

Tan Tjeng Nio adalah salah satu penulis puisi perempuan keturunan Tionghoa yang fokus pada tema-tema emansipasi. Tan Tjeng Nio menggunakan karya sastra sebagai sarana menyuarakan gagasan kemajuan, kebebasan berpikir, dan peran baru bagi perempuan dalam masyarakat yang sedang berubah. Salah satu karya yang menonjol berasal dari Tan Tjeng Nio, ditulis pada tahun 1897 dan begitu populer hingga dicetak ulang setidaknya empat kali — pada tahun 1899, 1902, 1913, dan 1921. Karya itu berjudul “Sair tiga sobat nona boedjang di eret oleh Baba prana­kan Tangerang” atau dalam terjemahan bebasnya, “Syair tentang Tiga Sahabat Perempuan, Salah Satunya Terperdaya oleh Seorang Baba Pribumi dari Tangerang.”

Wikipedia article
Diperbarui 16 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Tan Tjeng Nio adalah salah satu penulis puisi perempuan keturunan Tionghoa yang fokus pada tema-tema emansipasi. Tan Tjeng Nio menggunakan karya sastra sebagai sarana menyuarakan gagasan kemajuan, kebebasan berpikir, dan peran baru bagi perempuan dalam masyarakat yang sedang berubah. Salah satu karya yang menonjol berasal dari Tan Tjeng Nio, ditulis pada tahun 1897 dan begitu populer hingga dicetak ulang setidaknya empat kali — pada tahun 1899, 1902, 1913, dan 1921. Karya itu berjudul “Sair tiga sobat nona boedjang di eret oleh Baba prana­kan Tangerang” atau dalam terjemahan bebasnya, “Syair tentang Tiga Sahabat Perempuan, Salah Satunya Terperdaya oleh Seorang Baba Pribumi dari Tangerang.”[1]

Karya Tan Tjeng Nio

Salah satu karya yang menonjol berasal dari Tan Tjeng Nio berjudul “Sair tiga sobat nona boedjang di eret oleh Baba prana­kan Tangerang” atau dalam terjemahan bebasnya, “Syair tentang Tiga Sahabat Perempuan, Salah Satunya Terperdaya oleh Seorang Baba Pribumi dari Tangerang” yang ditulis pada 1897 dan dicetak ulang selama empat kali pada tahun 1899, 1902, 1913, dan 1921. [1]

Karya “Sair tiga sobat nona boedjang di eret oleh Baba prana­kan Tangerang” menjadi peringatan bagi para gadis Tionghoa terpandang agar berhati-hati terhadap lelaki yang berpura-pura mencintai hanya demi menguasai harta mereka. Cerita dimulai dengan persahabatan tiga gadis muda yang disebut sebagai A, B, dan C. Ketiganya sering bertemu dan berbagi kisah, terutama tentang lamaran yang mereka terima.

C berpendapat bahwa hidup berumah tangga akan menyenangkan jika suami bersikap rendah hati. Namun, ia menambahkan bahwa cinta sejati tidak selalu membahagiakan, sebab pada akhirnya istri tetap harus patuh pada suaminya. A menanggapi bahwa istri yang penuh cinta justru akan bahagia menjalankan kewajiban terhadap suaminya, tetapi ia menyesalkan perilaku para mak comblang yang kerap tidak jujur, mereka mendorong perempuan menerima lamaran meski tahu sang calon hanya tertarik pada kekayaannya.

A sendiri telah menerima lamaran, namun ia berniat menerimanya hanya jika yakin bahwa laki-laki itu benar-benar tulus. Sementara itu, B juga mendapat lamaran dari keluarga kaya di Semarang yang berdagang tembakau, tetapi ia menolak karena calon tersebut sudah beristri dan terlilit utang. Ia menegaskan bahwa lebih baik hidup sendiri meski tidak kaya, asalkan tetap bebas dan berdaulat atas diri sendiri.

A dan C akhirnya sependapat: lebih baik menjadi perempuan merdeka daripada hidup terikat dalam pernikahan yang mengekang. Syair ini menutup dengan pesan kuat tentang kemandirian dan kebijaksanaan perempuan dalam menentukan nasibnya sendiri.

Daftar Referensi

  1. 1 2 Salmon, Claudine (1984). "Chinese Woman Writers in Indonesia and their Views of Female Emancipation". Archipel. 28: 149–171.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Karya Tan Tjeng Nio
  2. Daftar Referensi

Artikel Terkait

Tan Tiang Po

Tan Tiang Po, Letnan Cina (1846 – 1912), atau juga ditulis sebagai Tan Tjeng Po, dulu adalah seorang birokrat dan dermawan berlatar belakang Tionghoa Indonesia

Daftar tokoh Tionghoa Indonesia

Artikel daftar Wikimedia

Gambang keromong

pertunjukkan musik hasil asimilasi antara budaya Tionghoa dan Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026