Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Tamu Agung

Tamu Agung adalah film drama komedi Indonesia tahun 1955 yang disutradarai Usmar Ismail. Film ini dibintangi Cassin Abbas, Nina Amora, M. Pandji Anom, dan Chitra Dewi. Komedi politik satir ini mengisahkan kissruh menjelang kunjungan seorang tamu terhormat ke desa kecil yang terisolasi di Jawa Timur. Film ini disambut hangat oleh para kritikus tetapi tidak disukai oleh pemerintah. Film yang diproduksi oleh Perfini ini direkam oleh sinematografer Max Tera.

film Indonesia
Diperbarui 14 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Tamu Agung
Tamu Agung
Cuplikan film
SutradaraUsmar Ismail
ProduserUsmar Ismail
Pemeran
  • Cassin Abbas
  • Nina Amora
  • M. Pandji Anom
Penata musikSjaiful Bachri
SinematograferMax Tera
PenyuntingSoemardjono
Perusahaan
produksi
Perfini
Tanggal rilis
  • 1955 (1955)
NegaraIndonesia
BahasaIndonesia

Tamu Agung adalah film drama komedi Indonesia tahun 1955 yang disutradarai Usmar Ismail. Film ini dibintangi Cassin Abbas, Nina Amora, M. Pandji Anom, dan Chitra Dewi.[1] Komedi politik satir ini mengisahkan kissruh menjelang kunjungan seorang tamu terhormat ke desa kecil yang terisolasi di Jawa Timur. Film ini disambut hangat oleh para kritikus tetapi tidak disukai oleh pemerintah. Film yang diproduksi oleh Perfini ini direkam oleh sinematografer Max Tera.

Alur

Desa Sukaslamet akan dikunjungi oleh seorang tamu agung dari daerah lain. Midi, seorang warga desa, dikirim ke kota untuk menjemputnya. Karena bingung dengan kehidupan kota, Midi bertemu seorang tukang obat (salesman) yang menawarkan tonik penumbuh rambut "manjur". Tanpa sepengetahuan Midi, tonik tersebut palsu. Untuk mempercepat efek toniknya, Midi menyewa sebuah mobil untuk membawanya dan si tukang obat kembali ke Sukaslamet. Di sana, si tukang obat disambut sebagai tamu agung dan ia pun mendapat penyambutan hangat. Sayangnya, kesenangannya harus berhenti setelah tamu yang sesungguhnya tiba di desa. Si tukang obat pun diusir dari desa.[2]

Produksi

Tamu Agung disutradarai Usmar Ismail untuk perusahaannya, Perfini. Misbach Yusa Biran menjabat sebagai asisten sutradara. Sinematografi film hitam putih ini ditangani oleh Max Tera. R Husein menjadi kamerawan kedua. Pengarahan artistiknya ditangani oleh R Hibnu DJ, Ardi Ahmad, dan Djajeng Winoto. Penata riasnya adalah Hanida Arifin. Musik film digubah oleh Sjaiful Bachri. Soemardjono menjadi penyunting film, sedangkan Janis Badar menjadi asistennya.[3]

Film ini dibintangi oleh Cassin Abbas, Nina Amora, M. Pandji Anom, Chitra Dewi, Kuntjung, Tina Melinda, Hassan Sanusi, Sulastri, dan Udjang.[3]

Tanggapan

Tamu Agung gagal dari segi komersial setelah dirilis tanggal 21 Mei 1955 dengan pendapatan total Rp 147.301, jumlah terendah yang pernah diperoleh film Perfini saat itu.[4] Akan tetapi, film ini mendapat sambutan hangat dari para kritikus. Meski tidak disukai oleh pemerintahan Soekarno, film ini dibiarkan beredar.[5][6] Film ini ditayangkan di Asia Film Festival 1956 di Hong Kong, memenangkan kategori Best Comedy.[7]

Monash University berpendapat bahwa film ini "dengan brilian menggabungkan diskursus politik modern (termasuk feminisme militan yang tampaknya muncul bersamaan dengan revolusi Indonesia) dengan retorika Jawa kuno yang diambil dari cerita wayang".[6] Penulis William Van der Heide menganggap film ini memiliki pandangan ideologi pembangunan, dan menulis bahwa film tersebut menyampaikan kritik atas korupsi pemerintah dan partai politik. Ia juga menulis bahwa "tamu agung" tersebut sebenarnya merupakan "karikatur Presiden Soekarno".[8]

Referensi

  1. ↑ "Tamu Agung" (dalam bahasa Indonesian). Filmindonesia.or.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-07-01. Diakses tanggal 24 February 2014. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  2. ↑ "Tamu Agung". Filmindonesia.or.id (dalam bahasa Indonesian). Konfiden Foundation. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-02-24. Diakses tanggal 24 February 2014. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  3. 1 2 "Kredit Tamu Agung". Filmindonesia.or.id (dalam bahasa Indonesian). Konfiden Foundation. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-02-24. Diakses tanggal 24 February 2014. ; Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  4. ↑ Perfini, ed. (1960). 10 Tahun Perfini (dalam bahasa Indonesian). Jakarta: Perfini. hlm. 26. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  5. ↑ Cinemaya: The Asian Film Magazine. A. Vasudev. 1992. hlm. 36.
  6. 1 2 "Tamu Agung – Exalted Guest". Monash University Faculty of the Arts. Diakses tanggal 24 February 2014.
  7. ↑ "Penghargaan Tamu Agung". Filmindonesia.or.id (dalam bahasa Indonesian). Konfiden Foundation. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-02-24. Diakses tanggal 24 February 2014. ; Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  8. ↑ Heide, William Van der (2002). Malaysian Cinema, Asian Film: Border Crossings and National Cultures. Amsterdam University Press. hlm. 144. ISBN 978-90-5356-580-3.

Pranala luar

  • Tamu Agung di IMDb (dalam bahasa Inggris)
  • l
  • b
  • s
Film yang disutradarai Usmar Ismail
1940-an
Harta Karun (1949) • Tjitra (1949)
1950-an
Darah dan Doa (1950) • Enam Djam di Jogja (1951) • Dosa Tak Berampun (1951) • Kafedo (1953) • Krisis (1953) • Lewat Djam Malam (1954) • Lagi-Lagi Krisis (1955) • Tamu Agung (1955) • Tiga Dara (1956)  • Delapan Pendjuru Angin (1957) • Asrama Dara (1958)
1960-an
Pedjuang (1960) • Toha, Pahlawan Bandung Selatan (1961) • Anak Perawan di Sarang Penjamun (1962)  • Bajangan di Waktu Fadjar (1962) • Holiday in Bali (1963) • Anak-Anak Revolusi (1964) • Liburan Seniman (1965) • Ja, Mualim (1968) • Big Village (1969)
1970-an
Ananda (1970)

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Alur
  2. Produksi
  3. Tanggapan
  4. Referensi
  5. Pranala luar

Artikel Terkait

Daftar film Indonesia tahun 2026

artikel daftar Wikimedia

Daftar film Indonesia terlaris sepanjang masa

artikel daftar Wikimedia

Perfilman Indonesia

gambaran umum industri perfilman di Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026