Taman Wisata Equator Bonjol adalah sebuah kompleks objek wisata sejarah dan edukasi yang terletak di Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Indonesia. Objek wisata ini merupakan salah satu marka geografis penting di Indonesia karena terletak tepat di titik koordinat lintang nol derajat (0°) atau garis khatulistiwa.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Taman Wisata Equator Bonjol | |
| Informasi | |
|---|---|
| Lokasi | Bonjol, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat |
| Negara | Indonesia |
| Pemilik | Pemerintah Kabupaten Pasaman |
| Pengelola | Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga dan Kebudayaan Pasaman |
| Fasilitas | Planetarium, Museum, Area Swafoto, Taman Bermain |
Taman Wisata Equator Bonjol adalah sebuah kompleks objek wisata sejarah dan edukasi yang terletak di Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Indonesia. Objek wisata ini merupakan salah satu marka geografis penting di Indonesia karena terletak tepat di titik koordinat lintang nol derajat (0°) atau garis khatulistiwa.[1]
Bonjol dikenal secara internasional sebagai daerah yang dilintasi oleh garis ekuator. Selain nilai geografis, kawasan ini memiliki nilai sejarah yang kuat sebagai pusat pertahanan Tuanku Imam Bonjol selama Perang Padri. Pemerintah Kabupaten Pasaman terus mengembangkan kawasan ini sebagai ikon pariwisata daerah yang menggabungkan konsep eduwisata (wisata edukasi), sejarah, dan hiburan keluarga.[2]
Pada periode 2023–2024, kawasan ini mengalami renovasi besar-besaran dengan anggaran mencapai Rp19 miliar untuk meningkatkan fasilitas dan daya tarik bagi wisatawan mancanegara maupun domestik.[3]
Taman Wisata Equator Bonjol memiliki beberapa fasilitas unggulan, di antaranya:
Daya tarik utama kawasan ini adalah peristiwa Kulminasi Matahari, di mana matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa. Pada momen ini, benda yang berdiri tegak tidak akan memiliki bayangan. Peristiwa astronomi ini biasanya dirayakan secara rutin pada bulan Maret dan September melalui festival budaya dan edukasi.[7]
Lokasi wisata ini berada di tepi jalan lintas utama yang menghubungkan Kota Bukittinggi dengan Kota Padang Sidempuan atau Medan. Perjalanan dari Bukittinggi memerlukan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam berkendara melewati pemandangan perbukitan yang asri.