Talle adalah salah satu desa di kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Indonesia. Naskah Lontara Bulo-bulo memberitahukan bahwa Talle merupakan salah satu wilayah Kerajaan Bulo-bulo pada masa Konfederasi Tellu Limpoe.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Talle | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Sulawesi Selatan | ||||
| Kabupaten | Sinjai | ||||
| Kecamatan | Sinjai Selatan | ||||
| Kode Kemendagri | 73.07.02.2005 | ||||
| Luas | - | ||||
| Jumlah penduduk | - | ||||
| Kepadatan | - | ||||
| |||||
Talle adalah salah satu desa di kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Indonesia. Naskah Lontara Bulo-bulo memberitahukan bahwa Talle merupakan salah satu wilayah Kerajaan Bulo-bulo pada masa Konfederasi Tellu Limpoe.
Desa ini memiliki lahan pertanian dengan jenis tanaman pertanian yang utama berupa padi, jagung dan kacang tanah. Di Desa Talle terdapat sebuah situs berbentuk makam, yaitu Makam Puatta Masabangnge.
Dalam naskah Lontara Bulo-bulo diketahui bahwa Talle merupakan bagian dari wilayah kekuasaan Kerajaan Bulo-bulo. Naskah tersebut menjelaskan tentang wilayah kekuasaan dari tiga kerajaan yang bergabung dalam Konfederasi Tellu Limpoe. Ketiga kerajaan ini ialah Kerajaan Bulo-bulo, Kerajaan Tondong, dan Kerajaan Lamatti.[1]
Desa Talle merupakan salah satu desa di Kabupaten Sinjai yang memiliki lahan pertanian.[2] Jenis tanaman pertanian yang utama di Desa Talle adalah padi, jagung dan kacang tanah.[3]
Desa Talle merupakan salah satu desa di Kabupaten Sinjai yang memiliki sebuah situs. Situs ini berupa makam seorang tokoh bernama Puatta Masabangnge.[4]