Takowa adalah salah satu pakaian adat Gorontalo yang digunakan oleh laki-laki suku Gorontalo di Pulau Sulawesi, Indonesia. Takowa sering kali digunakan masyarakat Gorontalo dalam berbagai upacara adat maupun acara resmi dalam agenda pemerintahan maupun sebagai pakaian adat dalam merayakan hari besar keagamaan. Pada tahun 2019, Takowa ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Takowa adalah salah satu pakaian adat Gorontalo yang digunakan oleh laki-laki suku Gorontalo di Pulau Sulawesi, Indonesia.[1] Takowa sering kali digunakan masyarakat Gorontalo dalam berbagai upacara adat maupun acara resmi dalam agenda pemerintahan maupun sebagai pakaian adat dalam merayakan hari besar keagamaan. Pada tahun 2019, Takowa ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.[2]
Takowa merupakan baju adat yang digunakan oleh para pria suku Gorontalo dalam berbagai kegiatan, diantaranya:
Pasangan utama dari pakaian adat Takowa adalah Galenggo, yang dikenakan oleh para perempuan Gorontalo. Selain itu, Takowa juga bisa disandingkan dengan Madipungu dalam menghadiri acara pernikahan.
Takowa merupakan sebutan untuk baju adat laki-laki Gorontalo yang banyak dipengaruhi oleh budaya melayu dan budaya arab karena secara filosofis dipahami bahwa pakaian ini menunjukkan kerendahan hati, ketulusan, dan ketakwaan manusia di hadapan Allah s.w.t.
Secara harfiah, kata Takowa berasal dari kata Taqwa atau Takwa, yang artinya meyakini keesaan Allah s.w.t dengan menjauhkan diri dari perbuatan syirik dan patuh akan segala perintah-Nya.[3] Pakaian adat Takowa mengilhami setiap laki-laki Gorontalo yang mengenakannya agar senantiasa menjaga keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan menjadi sebaik-baiknya muslim di dunia.
Takowa terdiri dari beberapa jenis yang umumnya digunakan, yaitu:
| Jenis Takowa | Takowa Da'a | Takowa kiki | |
|---|---|---|---|
| Warna Pakaian | Atasan dan Bawahan berwarna sama
Tilabatayila (4 warna adat) |
Atasan dan Bawahan berwarna sama
Tilabatayila (4 warna adat) |
|
| Aksesoris Kepala | Menggunakan Peci/Songkok Hitam | Menggunakan Peci/Songkok Hitam | |
| Aksesoris Pinggang | Palipa (Sarung) dilipat didalam kemeja | Palipa (Sarung) dilipat diluar kemeja | |
| Keterangan | Utamanya digunakan oleh
pembesar negeri atau pejabat |
digunakan oleh siapa saja |
Pulanga merupakan gelar adat yang diberikan oleh para tetua adat dari persekutuan 5 Kerajaan di Gorontalo. Gelar adat ini memiliki makna filosofis dan kesakralan yang tinggi karena adanya sumpah pertanggungjawaban di hadapan masyarakat serta di hadapan Tuhan yang maha esa, Allah s.w.t.
Oleh karena itu, Takowa yang dihunakan para penerima Pulanga berbeda dengan Takowa yang digunakan oleh masyarakat umum, yaitu:
| Jenis Takowa | Handali Alapiya | Takowa Da'a |
|---|---|---|
| Warna Pakaian | Atasan: Hitam,
Bawahan: Putih Gading |
Atasan dan Bawahan berwarna sama
Tilabatayila (4 warna adat) |
| Aksesoris Kepala | Menggunakan Peci/Songkok Hitam | Menggunakan Peci/Songkok Hitam |
| Pita Emas Peci | 1 pita emas besar ditengah Peci/Songkok | 1 pita emas besar ditengah Peci/Songkok |
| Pita Emas Kemeja | Pita emas mengelilingi tepian baju | Pita emas mengelilingi tepian baju |
| Aksesoris Pinggang | Palipa (Sarung) dilipat didalam kemeja | Palipa (Sarung) dilipat didalam kemeja |
| Keterangan | Hanya dapat digunakan oleh
para penyandang gelar Pulanga |
Utamanya digunakan oleh
pembesar negeri atau pejabat |
Sebagai catatan, bagi pengguna Takowa yang belum memiliki gelar adat Pulanga, biasanya menggunakan peci/songkok hitam dengan 2 pita emas kecil di tepiannya.
Adat Gorontalo mengenal empat warna adat yang disebut dengan "Tilabatayila", yakni
Selain itu, penggunaan warna atasan Hitam dan bawahan Putih Gading hanya khusus berlaku bagi seseorang yang memiliki gelar adat Pulanga.
Takowa ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang berasal dari Gorontalo, Sulawesi pada tahun 2019.