Tahun Kunjungan Indonesia, adalah sebuah rangkaian tahun dalam rangka mempromosikan Indonesia ke industri pariwisata dunia oleh pemerintahan Orde Baru. Ajang ini dianggap sebagai bagian dari Dekade Kunjungan Indonesia. Ajang tahunan ini diumumkan oleh Soeharto pada awal setiap tahun selama masa kekuasaannya, dan ini adalah kebijakan kepresidenannya yang membuat operasi setiap tahun berjalan dalam proses pemerintahan. Sebagai bagian dari rencana lima tahun 1994/1995 hingga 1999/2000, pemerintah menetapkan target 6.5 juta wisatawan asing, yang diperkirakan dapat membawa US$9 miliar dalam pertukaran asing, dengan 84.2 juta wisatawan domestik menghabiskan Rp9 triliun rupiah. Pemerintah saat itu mengharapkan bahwa pariwisata dapat menciptakan 900,000 lapangan kerja baru.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Tahun Kunjungan Indonesia (bahasa Inggris: Visit Indonesia Yearcode: en is deprecated ), adalah sebuah rangkaian tahun dalam rangka mempromosikan Indonesia ke industri pariwisata dunia oleh pemerintahan Orde Baru.[1] Ajang ini dianggap sebagai bagian dari Dekade Kunjungan Indonesia (bahasa Inggris: Visit Indonesia Decadecode: en is deprecated ).[2] Ajang tahunan ini diumumkan oleh Soeharto pada awal setiap tahun selama masa kekuasaannya, dan ini adalah kebijakan kepresidenannya yang membuat operasi setiap tahun berjalan dalam proses pemerintahan. Sebagai bagian dari rencana lima tahun 1994/1995 hingga 1999/2000, pemerintah menetapkan target 6.5 juta wisatawan asing, yang diperkirakan dapat membawa US$9 miliar dalam pertukaran asing, dengan 84.2 juta wisatawan domestik menghabiskan Rp9 triliun rupiah. Pemerintah saat itu mengharapkan bahwa pariwisata dapat menciptakan 900,000 lapangan kerja baru.[3]
Tahun pertama adalah Visit Indonesia Year 1991.[4] Kampanye besar terakhir adalah Visit Indonesia Year 2008 yang diluncurkan untuk memperingati tepat 100 tahun Kebangkitan Nasional Indonesia pada tahun 1908. Pada bulan Januari 2011, merek "Visit Indonesia" tidak dilanjutkan lagi dan digantikan dengan kampanye "Wonderful Indonesia".[5]
Setiap tahun memiliki tema yang berbeda, di antaranya:
Ajang ini dilanjutkan kembali pada tahun 2008 setelah beberapa tahun sebelumnya absen dengan tema Merayakan 100 Tahun Kebangkitan Nasional.[6][7]
Pada bulan Januari 2011, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia meluncurkan kampanye "Wonderful Indonesia".[5] Kampanye ini menggantikan merek "Visit Indonesia Year" sebagai ajang promosi pariwisata negara yang dimulai pada tahun 1991 dan sempat aktif kembali pada tahun 2008, meskipun logo dari Garuda masih tetap sama.[8]