Tahu Balik atau biasa disebut dengan Tahu balek adalah camilan khas dari Kota Binjai, Sumatera Utara, Indonesia. Hidangan ini terkenal karena teknik pengolahannya yang unik, di mana bagian dalam tahu dibalik ke luar sebelum digoreng hingga garing. Camilan ini sering disajikan dengan isian bakso ayam dan dinikmati bersama saus sambal khas.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (April 2025) |
| Tahu Balik | |
|---|---|
| Jenis | Camilan |
| Tempat asal | Indonesia |
| Daerah | Binjai |
| Hidangan nasional terkait | Indonesia |
| Bahan utama | Tepung terigu, ragi, telur, garam, Kedelai |
Tahu Balik atau biasa disebut dengan Tahu balek adalah camilan khas dari Kota Binjai, Sumatera Utara, Indonesia. Hidangan ini terkenal karena teknik pengolahannya yang unik, di mana bagian dalam tahu dibalik ke luar sebelum digoreng hingga garing. Camilan ini sering disajikan dengan isian bakso ayam dan dinikmati bersama saus sambal khas.[1]
Tahu Balik pertama kali diperkenalkan oleh rumah makan legendaris di Binjai bernama Pondok Surya pada awal tahun 2000-an. Kreasi ini merupakan inovasi dari pemilik rumah makan tersebut, yang kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh anaknya, Cici Sansan, melalui merek Tofu San. Seiring waktu, Tahu Balik menjadi populer dan dijajakan oleh berbagai pedagang di sepanjang Kota Binjai.[2]
Tahu putih dibelah dan dibalik, sehingga bagian dalam menjadi luar, kemudian digoreng hingga keemasan.
Biasanya diisi dengan bakso ayam, memberikan rasa gurih dan tekstur lembut di dalam.
Disajikan dengan sambal khas bernama "cabe TB", yang terbuat dari cabai pilihan dan resep keluarga.
Sering disajikan bersama bawang goreng dan irisan daun seledri, serta cocolan kecap manis atau sambal cabai sesuai selera.
Tahu Balik telah menjadi ikon kuliner Kota Binjai dan banyak dicari oleh wisatawan yang berkunjung. Permintaan yang tinggi mendorong pengusaha lokal untuk memproduksi dan mendistribusikan Tahu Balik ke berbagai kota, termasuk Medan dan sekitarnya. Beberapa produsen bahkan telah mengembangkan usaha mereka ke luar kota dan negara.
Kepopuleran Tahu Balik turut mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Binjai. Inisiatif seperti Kampung Tahu Binjai diresmikan untuk meningkatkan kualitas produk lokal dan memberdayakan ekonomi masyarakat setempat melalui pendekatan ekonomi syariah.