Tablet Ugaritik adalah kumpulan prasasti tanah liat yang ditemukan di Ugarit dan Ras Ibn Hani di Suriah pada tahun 1928. Tablet-tablet ini ditulis dengan aksara paku dalam bahasa Ugaritik peninggalan dari abad ke-13 SM hingga ke-12 SM. Sejauh ini telah ditemukan sekitar 1500 tablet, baik yang utuh maupun berupa fragmen.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Ugarit |
|---|
| Situs |
| Raja-Raja |
| Kultur |
| Prasasti |
Tablet Ugaritik adalah kumpulan prasasti tanah liat (cuniform tablet) yang ditemukan di Ugarit (Ras Shamra) dan Ras Ibn Hani di Suriah pada tahun 1928. Tablet-tablet ini ditulis dengan aksara paku dalam bahasa Ugaritik peninggalan dari abad ke-13 SM hingga ke-12 SM. Sejauh ini telah ditemukan sekitar 1500 tablet, baik yang utuh maupun berupa fragmen.
Dari berbagai tablet yang ditemukan, teks-teks yang paling terkenal berupa lima puluh puisi epik. Tiga teks utama mengisahkan tentang Siklus Baal, Legenda Keret, dan Kisah Aqhat. Teks-teks lainnya meliputi: 150 tablet yang menggambarkan kepercayaan dan ritual Ugarit, 100 tablet berupa salinan surat korespondensi, sejumlah kecil berisi teks hukum, dan ratusan tablet merupakan catatan administratif atau ekonomi.
Tablet abesedari merupakan teks paling unik di antara teks-teks lainnya. Tablet ini berisi daftar alfabet dalam aksara paku Ugaritik, di mana tidak hanya membuktikan urutan kanonik dari alfabet Fenisia, tetapi juga nama-nama tradisional untuk setiap alfabet.[1] [2] [3]
Di luar itu terdapat tablet-tablet lain yang ditemukan di lokasi yang sama, tetapi ditulis dalam bahasa lain seperti bahasa Sumeria, Hurrian, dan Akkadia, dan ada juga yang berupa hieroglif Mesir dan Luwian serta Siprus-Minoan.
Tablet-tablet ini telah digunakan para peneliti, khususnya dalam studi Torah dan Injil, untuk mengklarifikasi pengertian istilah-istilah dalam bahasa Ibrani dan untuk mengungkap bagaimana budaya Ugarit dan Kanaan secara umum berinteraksi dengan budaya Yahudi Kuno.[4] Misalnya terdapat kemiripan atau kesamaan tradisi antara kebudayaan Ugarit dengan kebudayaan Yahudi, seperti dalam perkawinan, serta pemberian warisan dan pengurbanan buat anak sulung.[5]

Tablet Ugaritik ditemukan pertama kali pada suatu ekskavasi di reruntuhan kota pelabuhan Ugarit (Ras Syamra) di pesisir Levant, Suriah pada kurun 1928–1929. Dalam penggalian ini ditemukan tablet-tablet dari tanah liat (cuniform) yang berasal dari fase akhir Ugaritik, yakni di kurun sebelum era Keruntuhan Zaman Perunggu Akhir pada 1200 SM.[6] Sebagian teks yang ditemukan ditulis dalam bahasa yang tidak dikenal sebelumnya, yakni bahasa Semit Barat Laut; adapun sisanya ditulis dalam bahasa-bahasa yang sudah dikenal seperti Sumeria, Hurrian, dan Akkadia, serta hieroglif Mesir dan Luwian, dan Siprus-Minoan.[5]

Tablet-tablet ini di beberapa tempat, yakni perpustakaan istana, perpustakaan kuil, dan dua perpustakaan pribadi yang salah satunya milik seorang diplomat bernama Rapanu. Tablet-tablet yang berasal dari perpustakaan istana Ugarit berisi teks diplomatik, hukum, ekonomi, administrasi, akademis, sastra dan agama.[5]
Dalam penggalian tahun 1958, kembali ditemukan sebuah perpustakaan yang menyimpan berbagai tablet, yang sekarang dikenal sebagai "Claremont Ras Shamra Tablets" (Tablet Ras Syamra Claremont) karena disimpan di Institute for Antiquity and Christianity Claremont Graduate University, California. Koleksi tablet ini dikurasi oleh Loren R. Fisher pada tahun 1971.[7]
Pada penggalian tahun 1973 kembali ditemukan sekitar 120 tablet.[8]
Pada tahun 1994 ditemukan lebih dari 300 tablet dari sebuah ruangan besar dengan dinding batu-bata, yang semuanya berasal dari masa akhir Zaman Perunggu di Levant.[9]
Hingga saat ini terdapat sekitar 1.500 teks dan fragmen Ugarit, semuanya berasal dari abad ke-13 SM hingga ke-12 SM.[6] Tablet Ugarit yang paling terkenal adalah sekitar lima puluh puisi epik,[6] dan darinya para peneliti memilih Siklus Baal, Epos Kirta, dan Kisah Aqhat sebagai teks-teks terpenting.[10] Setelah itu terdapat 150 tablet yang menggambarkan kultus dan ritual Ugarit, 100 surat korespondensi,[11] sejumlah kecil teks hukum dalam bahasa Akkadia[12]—mengingat Akkadia merupakan bahasa hukum pada masa itu—dan ratusan teks administratif atau ekonomi.[13][6]
Di luar itu ada beberapa tablet yang unik, yakni teks yang berisi daftar huruf dalam aksara paku alfabet. Ini merupakan teks abesedari tertua yang pernah ditemukan, dan dengannya urutan kanonik aksara Ibrani -Fenisia dibuktikan, dan salah satunya bahkan mungkin menunjukkan nama-nama tradisional untuk huruf-huruf alfabet.[5]