Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiSylvia Widiantono
Artikel Wikipedia

Sylvia Widiantono

Sylvia Widiantono Nainggolan adalah seorang aktris berkebangsaan Indonesia.

Aktris asal Indonesia (lahir 1945)
Diperbarui 23 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Ini adalah nama Batak Toba, marganya adalah Nainggolan.

Sylvia Widianto
LahirSylvia Widiantono Nainggolan
12 Oktober 1945 (umur 80)
Indonesia
Nama lainSylvia Nainggolan
Pekerjaanaktris
Tahun aktif1980-1997

Sylvia Widiantono Nainggolan (lahir 12 Oktober 1945) adalah seorang aktris berkebangsaan Indonesia.

Biografi

Sylvia Widiantono berkenalan dengan Teguh Karya pada 1966, saat pementasan Langit Hitam karya Taufik Ismail, di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Kala itu Sylvia ikut ambil bagian dalam pementasan tersebut. Teguh rupanya terkesan dengan penampilan Sylvia dan mengajak Sylvia untuk bermain dan bergabung di pementasan Teguh Karya mendatang. Kecocokan Sylvia dan Teguh membawa Sylvia terlibat lebih jauh lagi dalam kegiatan berteater sampai berdirinya Teater Populer.

Tahun 1980, Slamet Rahardjo, rekannya di Teater Populer, sekaligus juga sama-sama murid Teguh Karya, membuat film Seputih Hatinya Semerah Bibirnya, dan Sylvia ikut ambil bagian dalam film itu. Dua tahun kemudian, 1982, Teguh Karya membuat film drama Di Balik Kelambu memasang Slamet Rahardjo dan Christine Hakim sebagai pemeran utama. Sylvia kebagian peran sebagai kakak Nurlela (Christine Hakim) dan lewat peran itu ia berhasil masuk jajaran nominasi FFI untuk pertama kali di kategori pemeran pembantu wanita, tetapi kalah oleh Nani Wijaya lewat film RA Kartini. Selanjutnya, penampilan Sylvia memang terbatas pada film-film karya Teguh Karya atau Slamet Rahardjo. Doea Tanda Mata dan Secangkir Kopi Pahit juga menampilkan akting prima Sylvia Widiantono. Dalam Secangkir Kopi Pahit, dia menjadi ibunda Togar (Alex Komang) yang menikah dengan wanita seusianya, Lola (Rina Hassim).

Pada tahun 1987, Sylvia juga tampil dalam film Kasmaran karya Slamet Rahardjo Djarot, di mana ia memerankan karakter tetangga Ida Iasha dan Dwi Yan. Jarang tampilnya Sylvia di film, memang karena prinsip Sylvia yang lebih memprioritaskan dunia teater. Di era 90-an, ketika perfilman mengalami mati suri, Teguh Karya membuat beberapa karya drama televisi, diantaranya, Mainan Dari Gelas (1996) dan Perkawinan Siti Zubaedah (1996). Dalam Mainan Dari Gelas, Sylvia bermain bersama Paquita Widjaya dan Eko Haryanto. Dan dalam Perkawinan Siti Zubaedah, Sylvia tampil meyakinkan bersama Ayu Azhari dan Alex Komang.

Sepeninggal Teguh Karya pada tahun 2001, dengan sendirinya membuat Sylvia Widiantono mundur dari dunia akting di teater, film maupun televisi. Beberapa tahun belakangan, Sylvia terkena serangan stroke yang membuatnya harus duduk di kursi roda.[1]

Filmografi

Film

Peran akting
Tahun Judul Peran Catatan
1969 Apa jang Kau Tjari, Palupi?
1980 Seputih Hatinya Semerah Bibirnya
1982 Di Balik Kelambu
1984 Secangkir Kopi Pahit
Doea Tanda Mata
1987 Kasmaran

FTV

  • Mainan dari Gelas (1997)

Penghargaan dan nominasi

Tahun Penghargaan Kategori Karya yang dinominasikan Hasil
1983 Festival Film Indonesia Pemeran Pendukung Wanita Terbaik Di Balik Kelambu Nominasi

Referensi

  1. ↑ Sosok Sylvia Widiantono, diakses 1 Mei 2016

Pranala luar

Sylvia Widiantono</span>"}]]}' id="mwig"/>


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi pemeran (aktor/aktris) Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Biografi
  2. Filmografi
  3. Film
  4. FTV
  5. Penghargaan dan nominasi
  6. Referensi
  7. Pranala luar

Artikel Terkait

Rae Sita

pemeran perempuan asal Indonesia

Indonesia dalam tahun 2024

pilgub Aceh 2024. 8 September – Puput Novel, 50, aktris sekaligus penyanyi cilik era 1970-an (lahir 1974). 25 November – Yana Diana Putra, 47, wakil bupati

Indonesia dalam tahun 2025

Nasional Indonesia (RUU TNI), yang memungkinkan perwira militer memegang jabatan sipil tanpa meninggalkan dinas, dalam sidang paripurna. 26 Maret - Aktris senior

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026