Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiSyamsuddin Arif
Artikel Wikipedia

Syamsuddin Arif

Syamsuddin Arif adalah akademisi dan peneliti bidang filsafat, teologi dan peradaban Islam dari Indonesia. Ia merupakan salah seorang pendiri dan peneliti di Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS).

peneliti dan cendekiawan Muslim Indonesia (lahir 1971)
Diperbarui 26 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Syamsuddin Arif
Dr. Syamsuddin Arif dalam kegiatan Forum Sabtu INSISTS

Syamsuddin Arif (lahir 19 Agustus 1971) adalah akademisi dan peneliti bidang filsafat, teologi dan peradaban Islam dari Indonesia. Ia merupakan salah seorang pendiri dan peneliti di Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS).[1]

Riwayat hidup

Syamsuddin Arif lahir di Jakarta pada 19 Agustus 1971.[2][3] Ia menamatkan pendidikan menengahnya di Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo pada tahun 1989. Kemudian, ia memperdalam studinya dalam bidang ilmu Al-Qur'an sekaligus mengabdi di Majlis Qurra' wal Huffaz, Tuju-tuju Kajuara, Bone, Sulawesi Selatan. Syamsuddin meraih gelar sarjana pada tahun 1996 di Universitas Islam Antarbangsa Malaysia,[4] dan kemudian melanjutkan pendidikan magister di International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC).[4]

Di ISTAC, Syamsuddin memperdalam kajian dalam bidang filsafat dan teologi, dan menyelesaikan tesis dengan judul "Ibn Sina's Theory of Intuition"[5] di bawah bimbingan pemikir dan pengkaji kebudayaan Islam asal Turki, Alparslan Açıkgenç. Pada tahun 2004, Syamsuddin Arif menyelesaikan studi doktoralnya di institusi yang sama, dengan judul disertasi "Ibn Sina's Cosmology: A Study of the Appropriation of Greek Philosophical Ideas in 11th Century Islam"[6] di bawah bimbingan pakar sains fisika dan bahasa Semitik asal Belanda, Paul Lettinck. Syamsuddin Arif melanjutkan aktivitas menjadi visiting student di Orientalisches Seminar, Universitas Goethe, Frankfurt, Jerman, dan belajar di bawah bimbingan pakar filologi Jerman, Hans Daiber.[2]

Karier

Setelah menyelesaikan studinya, Syamsuddin mengajar di Universitas Islam Antarbangsa Malaysia, mulai tahun 2007 hingga 2012. Pada tahun 2012, Ia menerima undangan untuk mengajar dan menjadi staf di Raja Zarith Sofiah Centre for Advanced Studies on Islam, Science, and Civilization (RZS CASIS), Universitas Teknologi Malaysia (UTM) hingga tahun 2015.[4][7]

Pada tahun 2003, Syamsuddin Arif bersama dengan Hamid Fahmy Zarkasyi dan rekan-rekan pelajar Indonesia di ISTAC, mendirikan INSISTS,[8] lembaga kajian dan penerbit swadaya masyarakat yang fokus dalam kajian pemikiran dan kebudayaan Islam. Bersama para rekan pendiri INSISTS juga, Ia menjadi dewan redaksi periodikal ISLAMIA.

Saat ini, Syamsuddin Arif merupakan lektor kepala (associate professor) dalam bidang Filsafat Islam di Universitas Darussalam Gontor.[9]

Pemikiran dan karya

Syamsuddin Arif ialah salah satu dari barisan pemikir muslim konservatif yang melihat Islam dari kacamata yang lebih filosofis, optimistis dan kritis. Sebuah cakrawala ideologi yang dibangun oleh tokoh intelektual Muslim seperti Mohammad Natsir dan Mohammad Rasjidi. Mengikuti pola pemikiran tokoh pemikir Islam di ISTAC, Syed Muhammad Naquib al-Attas, Syamsuddin Arif juga dikenal sebagai penyeru Islamisasi Ilmu dan Islamic Worldview.

Pemikiran Syamsuddin Arif tentang hal itu bisa dijumpai dalam karya-karyanya, di antaranya ialah Islamic Science: Paradigma, Fakta dan Agenda (2016),[10] dan Islam dan Diabolisme Intelektual (2017),[3] yang dengan jelas menggambarkan intelektualitas keislaman.

Ia aktif meneliti, menulis dan menerbitkan karya dalam bidang pemikiran di INSISTS dan harian Republika.

Referensi

  1. ↑ "Yayasan". INSISTS (dalam bahasa American English). 2015-12-22. Diakses tanggal 2024-06-30.
  2. 1 2 Zarkasyi, Hamid Fahmy; Salim, Mohammad Syam'un; Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization, ed. (2021). Rasional tanpa menjadi liberal: menjawab tantangan liberalisasi pemikiran Islam. Jakarta, Indonesia: Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization. ISBN 978-602-52894-7-7.
  3. 1 2 Arif, Syamsuddin (2008). Orientalis & diabolisme pemikiran (Edisi Cet. 1). Depok: Gema Insani. ISBN 978-979-077-062-1.
  4. 1 2 3 "Profil peneliti Syamsuddin 'Arif". ORCID. Diakses tanggal 2024-06-30.
  5. ↑ Arif, Syamsuddin (1999). Ibn Sina's Theory of Intuition (dalam bahasa Inggris). Kuala Lumpur: International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC). Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ Arif, Syamsuddin (2004). Ibn Sina's cosmology: A study of the appropriation of Greek philosophical ideas in 11th-century Islam. Kuala Lumpur: International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC). Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ↑ Almahdaly, Sharifah Hajar (2021-12-31). "Individuals, Institutions, and Fellowships: A Decade of Dedication to RZS-CASIS". Chancellery of Universiti Teknologi Malaya (dalam bahasa American English). Raja Zarith Sofiah Centre for Advanced Studies on Islam, Science, and Civilization (RZS-CASIS). Diarsipkan dari asli tanggal 2024-07-05. Diakses tanggal 2024-06-30.
  8. ↑ "Latar Belakang". INSISTS (dalam bahasa American English). 2015-12-22. Diakses tanggal 2024-06-30.
  9. ↑ "Profil peneliti Syamsuddin Arif". PhilPeople. The PhilPapers Foundation. Diarsipkan dari asli tanggal 2024-07-05. Diakses tanggal 2024-07-05.
  10. ↑ Fahmy Zarkasyi, Hamid; Bakar, Osman; Setia, Adi; Handrianto, Budi; Arif, Syamsuddin; Saliba, George, ed. (2016). Islamic science: paradigma, fakta dan agenda. Jakarta: Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations. ISBN 978-602-19985-5-7.
Artikel bertopik biografi tokoh Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.
  • l
  • b
  • s
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
Nasional
  • Amerika Serikat
Akademik
  • ORCID
  • Google Scholar
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Riwayat hidup
  2. Karier
  3. Pemikiran dan karya
  4. Referensi

Artikel Terkait

Nurcholish Madjid

akademisi Indonesia

Syed Muhammad Naquib al-Attas

Pakar studi Islam dan penulis berkebangsaan Malaysia

Zubaidah Muchtar

Rubrik Konsultasi Perkawinan di Majalah Perkawinan dan Keluarga BP4 Pusat yang sudah terbit sejak tahun 1971. Zubaidah Muchtar menamatkan pendidikan tinggi

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026