Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiSundari Soekotjo
Artikel Wikipedia

Sundari Soekotjo

Sundari Untinasih Soekotjo adalah seorang penyanyi keroncong dari Indonesia. Ia juga pernah mengajar sebagai guru kesenian di SMA 38 Jakarta. Pendidikannya adalah D-3 IKIP pada tahun 1987 dan sarjana musik dari Universitas Negeri Jakarta pada tahun 2002. Kemudian melanjutkan kuliah di Magister Managemen Universitas Gadjah Mada pada tahun 2005 dan melanjutkan gelar Doktor dibidang Sumber Daya Manusia pada tahun 2010.

Penyanyi Keroncong Indonesia
Diperbarui 21 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Sundari Soekotjo

Sundari Soekotjo
LahirSundari Untinasih Soekotjo
14 April 1965 (umur 61)
Jakarta, Indonesia
Pekerjaanpenyanyi
Partai politikPartai Kebangkitan Bangsa (2019—sekarang)
Anak1
Karier musik
Genre
  • keroncong
  • pop Jawa
  • campursari
  • pop
  • pop keroncong
Tahun aktif1976–sekarang
LabelGema Nada Pertiwi (2002-sekarang)
Artis terkait
  • Waldjinah
  • Tuti Maryati
  • Keroncong Tujuh Putri
Facebook: sundarisoekotjo Instagram: ssoekotjo Youtube: UCS_0M0tAEGZPmxHWPdEdu4g Spotify: 1IuDMRAhrGICHG8k5vxAOd iTunes: 160200160 Musicbrainz: dbeb0b7b-2285-4780-b019-2cdf8835bbd1 Modifica els identificadors a Wikidata

Sundari Untinasih Soekotjo (lahir 14 April 1965) adalah seorang penyanyi keroncong dari Indonesia. Ia juga pernah mengajar sebagai guru kesenian di SMA 38 Jakarta. Pendidikannya adalah D-3 IKIP pada tahun 1987 dan sarjana musik dari Universitas Negeri Jakarta pada tahun 2002. Kemudian melanjutkan kuliah di Magister Managemen Universitas Gadjah Mada pada tahun 2005 dan melanjutkan gelar Doktor dibidang Sumber Daya Manusia pada tahun 2010.

Karier dan kehidupan pribadi

Kecintaan Sundari pada musik keroncong bermula sejak ayahnya Soekotjo Ronodihardjo, seorang tentara berpangkat letnan satu (alm) memperkenalkannya pada musik mendayu-dayu itu. Ayahnya yang hobi menyanyi lagu keroncong sering mengajak Sundari menyanyi bersama. Dalam keluarga, sejak kecil anak kedua dari tiga bersaudara yang biasa dipanggil Unti ini mendapat pendidikan yang keras dan disiplin dari ayahnya. Meski ia kerap mengelak saat disuruh latihan, Sundari membantah jika kecintaannya pada musik keroncong datang dari paksaan kedua orang tuanya, terlebih dari sang ayah. “Saya menggeluti musik keroncong karena kemauan sendiri”, kenangnya.

Umur 9 tahun, ia menyanyi pop bersama Joko Sutisno di TVRI. Selanjutnya Sundari belajar menyanyi keroncong pada beberapa guru. Tahun 1975, ketika umurnya menginjak usia 10 tahun, ia baru mulai mengikuti perlombaan dengan menjadi perwakilan dari SD Halim, Jakarta tempat dia sekolah. Baru tahun 1977 ia mengkhususkan diri pada lagu keroncong dan satu tahun kemudian, mengikuti berbagai festival keroncong. Pada festival keroncong remaja, 1978 Sundari terpilih menjadi finalis.

Tahun 1979, ia akhirnya menembus juara kedua di ajang juara Bintang Radio dan Televisi untuk kategori keroncong dewasa wanita. Itu pun dengan mencuri umur, karena Unti belum mencapai 15 tahun. Ia berhasil mengelabui panitia karena dengan kebaya dan sanggul. Baru sebentar Sundari menikmati pujian berkat penampilannya, Sundari menuai kritikan karena ketahuan kalau ia masih dibawah umur. Waktu itu duduk di bangku SMP 80 Halim. “Umur saya waktu itu masih 14 tahun”, ucapnya.

Juara satu bintang radio televisi diraihnya pada festival pada tahun 1983. Selain menyanyi, Sundari menjadi guru kesenian di SMA 38 Jakarta. Tak bisa dihindarkan ia sering dikerjain murid-murid cowok, mobilnya dikasih bunga, wajahnya digambar oleh murid paling bandel, murid cowok duduk di bangku barisan depan setiap kali ia mengajar.

Pada tahun 2002, Ia merilis album keroncong asli yang diberi judul "Ingkar Janji". Album ini menjadi album keroncong asli pertamanya, di mana ia menyanyi diiringi musik keroncong. Berkat album ini, ia dinobatkan sebagai penerima Keroncong Award 2002 yang diselenggarakan Yayasan Bina Suci dan Radio Republik Indonesia. Pada tahun yang sama, ia juga menerima penghargaan khusus dari dewan kategorisasi di ajang AMI Sharp Award ke-6. Pada 14 Agustus 2002, ia dinyatakan lulus sebagai sarjana musik oleh Universitas Negeri Jakarta (dulunya IKIP) dengan nilai cukup memuaskan.

Meski menuai banyak keberhasilan dalam kariernya, perkawinannya dengan seorang pilot bernama Arman Surjadi kandas ditengah jalan pada tahun 2004. Kini ia mesti mengasuh anak semata wayangnya, Putri Intan Permata sebagai orang tua tunggal. Saat ditanya perihal anaknya, Sundari menuturkan bahwa anaknya yang sedang beranjak dewasa mulai menunjukan keinginan mengikuti jejaknya. “Hati saya trenyuh, ketika diusia 9 tahun dia sudah kepingin rekaman. Saya bebaskan dia untuk memilih dengan syarat punya tanggung jawab. Jangan numpang nama ibunya”.

Dengan statusnya sebagai orang tua tunggal perhatian, kasih sayang maupun perekonomian sekarang menjadi tanggung jawabnya. Dan untuk sekarang ini, ia sedang kuliah lagi dan mencari ilmu dari dunia nyanyi dan lain-lainnya. Ia berharap agar ilmu yang didapatkan saat kuliah tersebut, ia nantinya dapat bekerja dibidang lain selain dari menyanyi.

Sebagai artis maka dirinya tidak lepas dari gosip yang beredar seperti dia dituduh menjadi Istri dari Letjen TNI (Purn) Murdiono seperti dimuat di media Kapan Lagi yang tidak didukung dasar pembenaran dan cenderung fitnah. Juga tuduhan menjadi istri istri mantan Menteri Pertahanan era presiden SBY Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro, M.Sc., M.A., Ph.D. dan sudah diberikan jawaban bantahan di beberapa media. Tentunya berita dan gosip murahan tanpa dasar dan bukti pendukung sangat merugikan bisnis dan karier Sundari Soekotjo. Oleh karena itu maka Sundari Soekotjo meminta wartawan yang memuat berita dirinya agar konfirmasi dahulu kepada yang bersangkutan. Sundari juga membuat website pribadi dan informasi tentang dirinya bisa di baca disitus sundarisoekotjo.com

Setelah menempuh pendidikan Sarjana S1, maka Sundari Soekotjo meneruskan jenjang S2 di Magister Management UGM dan lulus pada tahun 2005. Seperti haus akan pendidikan dia melanjutkan untuk meraih gelar Doktor di Universitas Negeri Jakarta.

Pada Senin, 1 Februari 2010, cita-cita Unti, begitu nama kecil panggilannya, meraih gelar tertinggi dibidang akademik tercapai. Didepan para penguji di Universitas Negeri Jakarta, ia berhasil mempertahankan desertasinya yang berjudul ; Pengaruh Budaya Organisasi, Perilaku Kepemimpinan dan Kepuasan kerja terhadap Komitmen Organisasi Karyawan PT Pembangunan Perumahan (persero) dengan Yudisium Cum laude.[1]

Ketika ditanyakan apakah setelah menjadi doktor ia akan pensiun bernyanyi, ia mengatakan akan kembali mengajar di bidang Manajemen SDM. Ia boleh jadi menempuh arah yang berbeda dibanding seniman lain yang memilih terjun ke dunia politik.[2] Selain menyanyi keroncong dan berusaha agar keroncong tetap disenangi, Unti lebih terpanggil didunia pendidikan yang membuatnya terpilih sebagai Duta Aksara.[3]

Untuk merayakan 40 tahun berkarya, Sundari mempersembahkan sebuah konser akbar bertajuk Senandung Keroncong Indonesia: Sundari Soekotjo 40 Tahun Berkarya, konser ini dihelat di Ciputra Artpreneur Theater, Jakarta Selatan pada 21 April 2016.[4] Perhelatan konser tepat pada Hari Kartini. Konser tersebut turut dimeriahkan oleh Rossa, Winky Wiryawan, Kunto Aji, Ikke Nurjanah, Didi Kempot, Dian Mita, Topan Tofano, dan lain sebagainya.[5]

Ikut memeriahkan Hari Musik Nasional menyanyi dengan putrinya Intan sebelum puasa pada acara Bersratus Keybordis di Kemang Village pada tanggal 23 Maret 2023.[6]

Disela sela kesibukannya Sundari Soekotjo mengisi kegiatan selain nyanyi dan mengajar, juga berkebun dan membuka resto kecil SS65 yang menyediakan Bakwan Malang, Jamu Khas Indonesia, dan Kopi Khas Indonesia.

Filmografi

Film

Tahun Judul Peran Keterangan Ref
2017 Hujan Bulan Juni Hartini [7]

Diskografi

  • Kroncong Nostalgia Dari Masa Ke Masa (1979) (bersama Toto Salmon)
  • Kroncong Nostalgia Dari Masa Ke Masa seri ke 2 (1980) (bersama Toto Salmon)
  • Rek Orek (1980)
  • Ela Elo (1980)
  • Njaluk Kuwi (1981) (bersama Mamiek Slamet)
  • Indahnya Cinta (1981)
  • Jangan Kau Ulangi Lagi (1981)
  • Kroncong Abadi (1981) (bersama Mamiek Slamet)
  • Kudamba Cintamu Lagi (1982)
  • Oh Angin (1983) (bersama Toto Salmon)
  • Hati Menangis Bibir Tersenyum (1984)
  • Madu & Racun - Pop Keroncong (1985)
  • Jamur Ing Mangsa Ketiga (1986)
  • Medley Keroncong (1987) (bersama Toto Salmon)
  • Keroncong '90 (1990)
  • Keroncong: Suci Dalam Debu (1991)
  • Saputangan Merah (1992)
  • Cintaku Padamu (1993)
  • Denpasar Moon (1994)
  • Senyum Manismu (1994)
  • The Golden Music Of Indonesia - ***Keroncong*** (1994) (bersama Nourma Yunita, Tri Novianti, Yuni Shara)
  • Keroncong: Kanda di Mana (1995)
  • Bila Cinta Harus Memilih (1995)
  • Gelas Gelas Kaca (1996)
  • Ojo Piye Piye (1999)
  • Pop Keroncong : Asmara Cinta (1999)
  • Nyanyian Malam (2000)
  • Niki Lho... Campur Sari (2001)
  • Kangen (2002)
  • Keroncong Perjuangan (2002)
  • Keroncong Asli Sundari Soekotjo Vol. 1 (2002)
  • Album Emas Keroncong (2008)
  • Pop Keroncong (2009)
  • Keroncong Asli Sundari Soekotjo Vol. 2 (2010)
  • Keroncong In Jazzy Mood - Impian Semalam (2015)
  • Kebo Nusu Gudel

iklan

  • nyonya meneer[8]

Penampilan Lain

  • 1989 - Album soundtrack Semua Sayang Kamu lagu "Merindukan Mama" karya Wachid Adjie
  • 2023 - Acara Bersratus - Hari Musik Nasional di Kemang Village, Lagu Pamer Bojo Karya Didi Kempot

Nominasi dan penghargaan

Tanggal 23 Maret 2011, bertepatan dengan Perayaan Hari Musik Nasional, Sundari menerima Penghargaan Hadiah Seni dari Pemerintah Republik Indonesia.[9]

Tahun Penghargaan KategoriNomine HasilRujukan
2023 Anugerah Musik Indonesia Artis Keroncong/Stambul/Langgam/Ekstra/Kontemporer Terbaik "Kasih Wanita" (bersama Keroncong Tujuh Putri) Menang [10]
2025 Ambyar Awards Lifetime Achievement Sundari Soekotjo Diberikan

Sejarah elektoral

Pemilu Lembaga legislatif Daerah pemilihan Partai politik Perolehan suara Hasil Ref
2019 Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Jawa Timur I Partai Kebangkitan Bangsa Tidak diketahui N Tidak Terpilih [11]

Referensi

  1. ↑ Sundari Soekotjo. "‪Pengaruh Budaya Organisasi, Perilaku Kepemimpinan dan Kepuasan Kerja Terhadap Komitmen Organaisasi Karyawan PT. Pembangunan Perumahan (Persero)‬". scholar.google.com. Diakses tanggal 2026-01-21.
  2. ↑ Retaduari, Elza Astari. "Kehilangan Krisna Mukti, PKB Punya Sundari Soekotjo dan Farhat Abbas". detiknews. Diakses tanggal 2026-01-21.
  3. ↑ Tim Redaksi (2006-04-30). "Sundari Sukotjo Diangkat Menjadi Duta Aksara". liputan6.com. Diakses tanggal 2026-01-21.
  4. ↑ "Sundari Soekotjo Sukses Gelar "Senandung Keroncong Indonesia"". REPUBLIKA.CO.ID. 2016-04-22. Diakses tanggal 2026-01-21.
  5. ↑ Sundari Soekotjo Gelar Konser 40 Tahun Berkarya Diarsipkan 2016-08-18 di Wayback Machine., diakses 19 April 2016
  6. ↑ Ardian, Dicky. "Musisi Kolaborasi Bikin Konser Bersratus Rayakan Hari Musik Nasional". detikhot. Diakses tanggal 2026-01-21.
  7. ↑ Asrianti, Shelbi (2017-10-31). "Hujan Bulan Juni, Keindahan dalam Kegundahan". REPUBLIKA.CO.ID. Diakses tanggal 2026-01-21.
  8. ↑ "Sundari Soekotjo Dan Intan di New Campaign Nyonya Meneer". KapanLagi.com. 2010-05-16. Diakses tanggal 2026-01-21.
  9. ↑ Adityawarman. Wire, PR (ed.). "Menbudpar Sematkan Satyalencana Kebudayaan 2010". ANTARA News. Diakses tanggal 2011-04-03.
  10. ↑ C. Rantung, Revi (9 November 2023). Susanto Setiawan, Tri (ed.). "Daftar Lengkap Pemenang AMI Awards 2023". Kompas.com. Diakses tanggal 9 November 2023.
  11. ↑ "17 Caleg Artis Ini Tak Lolos: Dari Venna Melinda hingga Manohara". Tempo. 17 Mei 2019 | 10.45 WIB. Diakses tanggal 2026-01-21.

Pranala luar

  • (Indonesia) Sundari Sukoco - Kicau Burung
  • (Indonesia) profil Sundari Sukoco di Taman Ismail Marzuki Diarsipkan 2009-12-03 di Wayback Machine.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • VIAF
Seniman
  • MusicBrainz

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Karier dan kehidupan pribadi
  2. Filmografi
  3. Film
  4. Diskografi
  5. iklan
  6. Penampilan Lain
  7. Nominasi dan penghargaan
  8. Sejarah elektoral
  9. Referensi
  10. Pranala luar

Artikel Terkait

Waldjinah

penyanyi keroncong

Tuti Maryati

penyanyi asal Indonesia

Mus Mulyadi

Penyanyi keroncong Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026