Sumpah dalam Al-Qur'an digunakan untuk menghilangkan keraguan, membatalkan syubhat, menegakkan argumentasi, menekankan berita, dan mengikrarkan hukum. Pembahasan mengenai sumpah dalam Alquran disebut ilmu aqsām al-Qur’ān.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Sumpah (bahasa Arab: القسمcode: ar is deprecated , translit. al-qasam) dalam Al-Qur'an digunakan untuk menghilangkan keraguan, membatalkan syubhat, menegakkan argumentasi, menekankan berita, dan mengikrarkan hukum.[1] Pembahasan mengenai sumpah dalam Alquran disebut ilmu aqsām al-Qur’ān (أقسام القرآنcode: ar is deprecated ).
As-Suyuthi menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan sumpah adalah penetapan dan penguatan berita.[2] Definisi ini sangat umum sehingga yang semisal firman Allah: وَاللهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُونَcode: ar is deprecated [Qur'an Al-Munafiqun:1] juga termasuk sumpah, meskipun alat penekanan berita yang digunakan bukanlah alat sumpah, melainkan kata kerja شهدcode: ar is deprecated syahida (“bersaksi”). Sumpah dan persaksian adalah dua alat bukti yang bisa digunakan untuk memutuskan secara hukum dan Al-Qur'an menggunakan keduanya untuk menguatkan argumentasi.[2]
| (19) Katakanlah (Muhammad), “Siapakah yang lebih kuat kesaksiannya?” Katakanlah, “Allah, Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Al-Qur'an ini diwahyukan kepadaku agar dengan itu aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang yang sampai (Al-Qur'an kepadanya). Dapatkah kamu benar-benar bersaksi bahwa ada tuhan-tuhan lain bersama Allah?” Katakanlah, “Aku tidak dapat bersaksi.” Katakanlah, “Sesungguhnya hanya Dialah Tuhan Yang Maha Esa dan aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah).” | قُلْ أَيُّ شَيْءٍ أَكْبَرُ شَهَادَةً ۖ قُلِ اللَّهُ ۖ شَهِيدٌ بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ ۚ وَأُوحِيَ إِلَيَّ هَٰذَا الْقُرْآنُ لِأُنذِرَكُم بِهِ وَمَن بَلَغَ ۚ أَئِنَّكُمْ لَتَشْهَدُونَ أَنَّ مَعَ اللَّهِ آلِهَةً أُخْرَىٰ ۚ قُل لَّا أَشْهَدُ ۚ قُلْ إِنَّمَا هُوَ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ وَإِنَّنِي بَرِيءٌ مِّمَّا تُشْرِكُونَcode: ar is deprecated | |
| —Qur'an Al-An'am:19 | ||
| (53) Dan mereka menanyakan kepadamu (Muhammad), “Benarkah (azab yang dijanjikan) itu?” Katakanlah, “Ya, demi Tuhanku, sesungguhnya (azab) itu pasti benar dan kamu sekali-kali tidak dapat menghindar.” | وَيَسْتَنبِئُونَكَ أَحَقٌّ هُوَ ۖ قُلْ إِي وَرَبِّي إِنَّهُ لَحَقٌّ ۖ وَمَا أَنتُم بِمُعْجِزِينَcode: ar is deprecated | |
| —Qur'an Yunus:53 | ||
Sumpah zhāhir (الظاهرcode: ar is deprecated ) adalah sumpah yang masih dengan bentuk aslinya atau dihapus bagian kata kerjanya.[3]
Bentuk asli sumpah memiliki tiga bagian: kata kerja yang mempergunakan objek dengan huruf ba (الفعل الذي يتعدى بالباءcode: ar is deprecated ), objek sumpah (المُقسَم بهcode: ar is deprecated ), dan subjek sumpah atau jawaban sumpah (المقسَم عليهcode: ar is deprecated ). Kata kerja yang digunakan adalah أحلفcode: ar is deprecated ahlafa atau أقسمcode: ar is deprecated aqsama (“bersumpah”). Misal, firman Allah:
وَأَقْسَمُوا بِاللَّهِ جَهْدَ أَيْمَانِهِمْ ۙ لَا يَبْعَثُ اللَّهُ مَن يَمُوتُ ۚ بَلَىٰ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَcode: ar is deprecated
“Dan mereka bersumpah dengan (nama) Allah dengan sumpah yang sungguh-sungguh, “Allah tidak akan membangkitkan orang yang mati.” ... .”[Qur'an An-Nahl:38][4] Dalam contoh ini,
Penggunaan yang lebih banyak adalah dengan menghapus kata kerjanya dan cukup menggunakan huruf ba, atau bisa dengan huruf وcode: ar is deprecated wau untuk kata benda secara umum atau huruf تcode: ar is deprecated ta khusus untuk kata ketuhanan اللهcode: ar is deprecated Allah seperti dalam firman-Nya:
وَتَاللَّهِ لَأَكِيدَنَّ أَصْنَامَكُم بَعْدَ أَن تُوَلُّوا مُدْبِرِينَcode: ar is deprecated
.[Qur'an Al-Anbiya':57][4]
Sumpah muḍmar (المضمرcode: ar is deprecated ) adalah sumpah yang tidak menggunakan kata kerja dan objek sumpah. Untuk menunjukkannya sebagai sumpah digunakan huruf لcode: ar is deprecated lam yang dimasukkan pada subjek sumpah. Misal, firman Allah:
لَتُبْلَوُنَّ فِي أَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا أَذًى كَثِيرًا ۚ وَإِن تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِcode: ar is deprecated
.[Qur'an Ali Imran:186][5]
Kata benda yang digunakan sebagai objek sumpah (atau المقسم بهcode: ar is deprecated al-muqsam bihī) hanyalah kata benda yang diagungkan. Allah bersumpah dengan diri-Nya sendiri dalam Al-Qur'an di tujuh tempat: فَلَا وَرَبِّكَcode: ar is deprecated (Qur'an An-Nisa’:65), قُلْ إِي وَرَبِّيcode: ar is deprecated ([Qur'an Yunus:53]), فَوَرَبِّكَ لَنَسْأَلَنَّهُمْ أَجْمَعِينَcode: ar is deprecated (Qur'an Al-Hijr:92), فَوَرَبِّكَ لَنَحْشُرَنَّهُمْ وَالشَّيَاطِينَcode: ar is deprecated (Qur'an Maryam:68), فَوَرَبِّ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ إِنَّهُ لَحَقٌّcode: ar is deprecated (Qur'an Az-Zariyat:23), قُلْ بَلَى وَرَبِّي لَتُبْعَثُنَّcode: ar is deprecated (Qur'an At-Tagabun:7), dan فَلَا أُقْسِمُ بِرَبِّ الْمَشَارِقِ وَالْمَغَارِبِcode: ar is deprecated (Qur'an Al-Ma’arij:40).[2]
Allah juga bersumpah dengan Nabi Muhammad dalam firman-Nya:
لَعَمْرُكَ إِنَّهُمْ لَفِي سَكْرَتِهِمْ يَعْمَهُونَcode: ar is deprecated
(Qur'an Al-Hijr:72).[6]
Selebihnya, Allah bersumpah dengan makhluk-makhluk. Seperti: وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِcode: ar is deprecated (Qur'an At-Tin:1), وَالصَّافَّاتِcode: ar is deprecated (Qur'an As-Saffat:1), وَالشَّمْسِcode: ar is deprecated (Qur'an Asy-Syams:1), وَاللَّيْلِcode: ar is deprecated (Qur'an Al-Lail:1), وَالضُّحَىcode: ar is deprecated (Qur'an Ad-Duha:1), dan فَلَا أُقْسِمُ بِالْخُنَّسِcode: ar is deprecated (Qur'an At-Takwir:15).[2]
Sumpah digunakan untuk menetapkan dan meyakinkan subjek sumpah. Hanyalah hal-hal gaib dan yang samar-samar yang perlu ditekankan dengan sumpah. Hal-hal yang jelas (fisik) seperti matahari, bulan, malam, siang, langit, dan bumi hanya digunakan sebagai objek sumpah, tidak sebagai subjek sumpah. Subjek sumpah juga bisa menjadi objek sumpah karena juga merupakan tanda-tanda kekuasaan-Nya, dan tidak terjadi sebaliknya.[7]
Allah bersumpah untuk pokok-pokok keimanan: tauhid, kebenaran Al-Qur'an, kebenaran Nabi Muhammad, (hari) pembalasan beserta janji dan ancaman, dan (hakikat) keadaan manusia; yang harus diketahui oleh makhluk.[8]
Catatan kaki dan kutipan
Daftar pustaka