Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Sumber Rejo Timur, Percut Sei Tuan, Deli Serdang

Sambirejo Timur adalah desa di kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia. Kepala Desa Sambirejo Timur: MHD Arifin

desa di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara
Diperbarui 20 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Januari 2026) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Untuk tempat lain yang bernama sama, lihat Sumberejo.
Desa in Sumatera Utara, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia{{SHORTDESC:Desa in Sumatera Utara, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia|noreplace}}
Sambirejo Timur
Desa
Negara Indonesia
ProvinsiSumatera Utara
KabupatenDeli Serdang
KecamatanPercut Sei Tuan
Kode pos
20371
Kode Kemendagri12.07.26.2002 Suntingan nilai di Wikidata
Luas429,892 Ha.
Jumlah penduduk26.245jiwa (2000)
Kepadatan-
Peta
Wikipedia | Kode sumber | Tata penggunaan
Koordinat: 3°36′50.400″N 98°46′48.000″E / 3.61400000°N 98.78000000°E / 3.61400000; 98.78000000

Sambirejo Timur adalah desa di kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia. Kepala Desa Sambirejo Timur: MHD Arifin

Sejarah Desa Sambirejo Timur

Desa Sambirejo Timur, Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang terletak di sebelah timur Kota Medan. Desa ini berbatasan dengan Desa Tembung di sebelah Barat, dengan Desa Bandar Klippa di sebelah Utara, Desa Amplas di sebelah Selatan, dan Desa Sena di Sebelah timur. Wilayah-wilayah tersebut merupakan daerah perbatasan antara Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang yang dipisahkan oleh Sungai Denai, yang mengalir dari pegunungan Deli Serdang dan Karo di sebelah selatan hingga ke pesisir pantai timur Sumatra. Sebagian besar penduduk Desa Sambirejo Timur bermata pencaharian sebagai buruh bangunan, pembantu rumah tangga, wiraswasta dan petani yang mengelola lahan sempit yang masih tersisa. Dahulu wilayah Desa ini merupakan wilayah pertanian yang subur dan perkebunan tembakau yang terkenal dengan sebutan tembakau deli. Sebagian besar penduduknya beretnis jawa yang merupakan anak keturunan ”koeli” kontrak yang didatangkan dari Jawa pada masa penjajahan Belanda. Seiring berjalannya waktu masyarakat yang dulunya adalah buruh kebun, setelah jaman kemerdekaan, sebagian masyarakat beralih menjadi petani pangan. Namun kebutuhan ekonomi dan pertumbuhan populasi, lahan-lahan yang dulu dikelola kini mulai terjual atau dibagi kepada anak keturunannya. Krisis lahan pertanian ini membuat sebagian besar penduduk mencari penghasilan di Medan sebagai buruh bangunan dan bagi perempuan menjadi pembantu rumah tangga di keluarga etnis cina. Perubahan mata pencaharian penduduk Sambirejo Timur ini ternyata tidak mengubah seluruh karakter dan sifat sosial-kebudayaannya. Masyarakat relatif masih terikat dengan nilai-nilai budaya dan hidup gotong royong. Namun di sisi lain generasi mudanya saat ini kian terkikis dengan masuknya kebudayaan luar dan gaya hidup materialistik yang dibawa oleh pendatang yang menetap di desa tersebut. Karakter dan sifat sosial-kebudayaan yang masih tersisa bisa dilihat dari banyaknya kegiatan seni budaya yang masih lestari. Di antaranya Angguk, Kuda kepang (Lumping), Ludruk, Wayang Orang, Reog Ponorogo, band musik keroncong dan campur sari. Sifat gotong royong masyarakat masih diterapkan dalam bentuk bersih desa (syuro-an) setiap tahun dan pembangunan infrastruktur desa, rumah ibadah dan bangunan pelayanan publik lainnya. Pemerintahan Desa Sambirejo Timur sendiri cukup peduli terhadap kegiatan pemberdayaan masyarakatnya. Di desa ini cukup banyak kegiatan kemasyarakatan yang aktif berjalan sehingga terlihat jelas aktivitas masyarakat desa. Sederet kegiatan tersebut kemudian menjadi ikon tersendiri, seperti; Desa Layak Anak, Desa PKK, Desa Sadarkum, Desa Bantuan Komunikasi (Bankom) dan sederet penabalan nama lainnya baik yang diberikan pemerintah atau kelompok masyarakat luar desa. Meskipun demikian, kebudayaan dan kearifan penduduk Sambirejo Timur ini kian hari semakin mengalami resistensi akhirnya membuat Desa ini menjadi daerah merah peredaran narkoba dan kriminalitas. Di sisi lain pembangunan Desa yang selama ini terkesan top-down melemahkan pemerintahan Desa Sambirejo Timur dalam menata dan merencanakan pembangunannya yang sesuai dengan kebutuhan warga. Hal ini dapat dilihat dari pembangunan infrastruktur. Hampir seluruh pembangunan infrastruktur seperti jalan desa dan jembatan seluruhnya ditentukan oleh Kabupaten. Sehingga ruas jalan yang ada di Desa Sambirejo Timur ini menjadi jalan Kabupaten. Hanya jalan gang dan jalan persawahan yang masih menjadi tanggung jawab Desa. Masyarakat yang dahulu berbasis pada pertanian kini terpaksa keluar menjadi buruh bangunan di Medan dan sekitarnya, karena minimnya hasil pertanian. Rata-rata produksi padi kurang dari 4 ton per hektarnya. Infrastruktur pertanian tidak pernah mendapat perhatian. Sawah yang ada merupakan sawah tadah hujan. Tidak pernah ada pembangunan infra struktur irigasi untuk lahan persawahan desa. Padahal masih ada sedikitnya 165 Ha lahan pertanian yang tersisa. Lambat laun lahan pertanian tersebut dijual dan berubah menjadi daerah permukiman. Di sebelah selatan, Desa Sambirejo Timur berbatasan dengan wilayah eks perkebunan PTPN2 yang saat ini berpotensi menimbulkan konflik horizontak di antara penggarap, baik dari warga Desa Sambirejo Timur sendiri maupun dari luar desa. Konon wilayah perkebunan itu merupakan wilayah ulayat suku melayu deli yang kemudian dikontrakkan kepada perusahaan Belanda Deli Maskapai melalui atas nama Kesultanan Deli. Beberapa hektar lahan tersebut telah dipergunakan oleh Desa Sambirejo Timur untuk lahan perkuburan desa, puskesdes dan lapangan Bola kaki. Sepanjang wilayah sebelah utara Desa Sambirejo Timur, berbatasan langsung dengan jalan rel Kereta Api yang menuju Bandara Kuala Namu dan Daerah lainnya. Sejarahnya, moda keretapi ini dibangun oleh perusahan Belanda yang terkenal dengan nama Deli Spoor Maskapai dan kemudian dikuasai oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) setelah Nasionalisasi 1958. Lahan yang dipergunakan oleh moda kereta api tersebut juga merupakan lahan ulayat suku Melayu yang konon diberikan secara ”gratis” dengan catatan masyarakat umum bisa menggunakan moda kereta api tersebut selain buat kepentingan perkebunan Belanda saat itu. Makanya di desa Bandar Klippa dibangun Stasiun Kereta Api Bandar Khalifah yang hanya berjarak 2 Km dari balai Desa Sambirejo Timur. Kemudian, keberadaan bandara Kuala Namu yang diresmikan pada thun 2013 yang hanya berjarak 9 Km dari desa, memberi pengaruh khususnya pada lalu lintas jalan Desa Sambirejo Timur. Karena posisinya yang strategis, jalan desa Sambirejo Timur dipilih menjadi jalan alternatif kenderaan yang melintas dari Medan ke Bandara Kuala Namu atau sebaliknya. Setengah dari waktu tempuh bisa dikurangi jika dibanding melalui jalan tol maupun jalan lintas sumatera. Hal ini berdampak pada jalan desa yang semakin cepat rusak. Terbukti dua ruas jalan desa Sambirejo Timur yakni jalan Sempurna dan Makmur yang sering dilintasi, kini kondisinya sebagian rusak parah.

Potensi dan Kegiatan Unggulan

Desa Sambi Rejo Timur memiliki beragam potensi yang terus dikembangkan guna meningkatkan kesejahteraan warganya. Selain sektor pertanian, desa ini juga aktif dalam kegiatan sosial, budaya, dan ekonomi kreatif berbasis masyarakat.

Pertanian dan Perkebunan

Sebagian besar warga masih menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan perkebunan, meskipun terjadi alih fungsi lahan. Komoditas utama yang dibudidayakan meliputi tanaman hortikultura seperti pisang, jagung, dan ubi. Beberapa petani juga mulai mengembangkan tanaman rempah seperti jahe dan kunyit sebagai sumber pendapatan alternatif karena tingginya permintaan pasar.

Kerajinan Rumah Tangga

Warga Desa Sambi Rejo Timur, khususnya kelompok ibu rumah tangga dan karang taruna, memanfaatkan waktu luang untuk membuat kerajinan tangan. Produk-produk seperti anyaman bambu, miniatur perahu, dan pernak-pernik daur ulang dijual dalam bazar desa maupun pameran tingkat kecamatan. Kegiatan ini turut mendukung pengembangan UMKM lokal.

Kegiatan Sosial dan Keagamaan

Nilai gotong royong masyarakat terlihat dalam kegiatan rutin seperti bersih desa, perbaikan fasilitas umum, dan pembangunan infrastruktur ringan. Kegiatan keagamaan juga berlangsung aktif melalui majelis taklim, pengajian rutin, serta peringatan hari besar keagamaan yang difasilitasi oleh pemerintah desa dan lembaga keagamaan setempat.

Seni dan Kesenian Tradisional

Budaya lokal menjadi bagian penting dari identitas Desa Sambi Rejo Timur. Berbagai kesenian tradisional seperti Ludruk, Wayang Orang, Reog Ponorogo, dan musik kentrung masih dilestarikan dan dipentaskan pada acara adat, sedekah bumi, maupun hiburan rakyat. Beberapa sanggar seni binaan desa menjadi wadah pembinaan generasi muda agar tetap mencintai budaya leluhur.

Peran Pemerintah Desa

Pemerintah Desa Sambi Rejo Timur aktif menjalankan program pembangunan berbasis partisipatif. Sejumlah inisiatif telah dilaksanakan melalui dana desa, seperti pembangunan jalan usaha tani, pelatihan kewirausahaan, digitalisasi layanan administrasi, dan pelatihan kompetensi kerja bagi pemuda dan perempuan desa. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan kemandirian ekonomi serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tingkat lokal.

  • l
  • b
  • s
Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara
Kelurahan
  • Kenangan
  • Kenangan Baru
Desa
  • Amplas
  • Bandar Khalipah
  • Bandar Klippa
  • Bandar Setia
  • Cinta Damai
  • Cinta Rakyat
  • Kolam
  • Laut Dendang
  • Medan Estate
  • Pematang Lalang
  • Percut
  • Saentis
  • Sampali
  • Sei Rotan
  • Sumber Rejo Timur
  • Tanjung Rejo
  • Tanjung Selamat
  • Tembung

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Potensi dan Kegiatan Unggulan
  2. Pertanian dan Perkebunan
  3. Kerajinan Rumah Tangga
  4. Kegiatan Sosial dan Keagamaan
  5. Seni dan Kesenian Tradisional
  6. Peran Pemerintah Desa

Artikel Terkait

Kabupaten Deli Serdang

kabupaten di Provinsi Sumatera Utara

Daftar kabupaten dan kota di Sumatera Utara

artikel daftar Wikimedia

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Deli Serdang

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026