Rakhine atau dikenal juga sebagai Arakanese adalah kelompok etnis Asia Tenggara yang berasal dari Myanmar (Burma). Mereka merupakan kelompok mayoritas di wilayah pesisir negara bagian Negara Bagian Rakhine, meskipun komunitas Rakhine juga terdapat di berbagai wilayah lain di negara tersebut, terutama di Region Ayeyarwady dan Region Yangon. Mereka diperkirakan mencakup sekitar 4,61% atau lebih dari total populasi Myanmar. Komunitas Rakhine juga ditemukan di Chittagong Hill Tracts di Bangladesh dan negara-negara bagian di India Timur Laut.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Gadis-gadis Rakhine dalam festival | |
| Daerah dengan populasi signifikan | |
| 2.2 Million (2014)[1] | |
| 50,000[butuh rujukan][2] | |
| 11,195[3][4] | |
| 10,000[5][6] | |
| 2,603[7] | |
| Bahasa | |
| Bahasa Rakhine, Bahasa Burma | |
| Agama | |
Rakhine (bahasa Birma dan bahasa Rakhine: ရခိုင်လူမျိုးcode: rki is deprecated ) atau dikenal juga sebagai Arakanese adalah kelompok etnis Asia Tenggara yang berasal dari Myanmar (Burma). Mereka merupakan kelompok mayoritas di wilayah pesisir negara bagian Negara Bagian Rakhine (sebelumnya dikenal sebagai Arakan), meskipun komunitas Rakhine juga terdapat di berbagai wilayah lain di negara tersebut, terutama di Region Ayeyarwady dan Region Yangon. Mereka diperkirakan mencakup sekitar 4,61% atau lebih dari total populasi Myanmar.[8] Komunitas Rakhine juga ditemukan di Chittagong Hill Tracts di Bangladesh dan negara-negara bagian di India Timur Laut.
Kebanyakan orang Rakhine beragama Buddha Theravada. Mereka mengklaim sebagai salah satu dari kelompok pertama yang menjadi pengikut Buddha di Asia Tenggara. Budaya Rakhine mirip dengan budaya Burma, tetapi lebih banyak dipengaruhi oleh budaya India akibat isolasi geografisnya dari daratan utama Burma. Pengaruh India terasa dalam sastra, musik, dan makanan Rakhine.
Bangsa Rakhine menuturkan bahasa Rakhine.
Menurut kronik, kerajaan independen Rakhine pertama didirikan pada tahun 3325 SM oleh Raja Marayu. Nama kerajaan tersebut adalah Dhanyawadi, yang bermakna "diberkati oleh gandum yang melimpah." Buddhisme masuk pada masa hidupnya Gautama Buddha. Menurut kronik Rakhine, Buddha sendiri mengunjungi kota Dhanyawadi pada tahun 554 SM.