Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Suku Chin

Orang Chin adalah salah satu kelompok etnis di Myanmar. Orang Chin merupakan salah satu dari kelompok pendiri Penyatuan Burma. Orang Chin merupakan etnis mayoritas di Negara Bagian Chin, yang memiliki keterkaitan antara orang Chin dengan Bahasa Chin, kultur dan tradisi. Perusahaan TV BBC British Broadcasting Corporation, "Orang Chin... salah satu kelompok etnis yang sering mengalami penganiayaan di Burma." Mayoritas kelompok etnis Chin adalah etnis Zomi. Orang-orang ini kebanyakan tinggal di negara bagian Chin dan sebagian kecil ada di beberapa wilayah di Myanmar, tetapi banyak di antara mereka yang menyebar keluar Myanmar, seperti Bangladesh, dan India sebagai pengungsi.

salah satu suku bangsa besar di Myanmar. Chin merupakan suku bangsa utama di Negara Bagian Chin. Suku Chin merupakan salah satu kelompok pendiri (Chin, Kachin, Shan, dan Myanmar) Persatuan Burma.
Diperbarui 12 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Suku Chin
Chin (Zomi)
Orang Chin di Myanmar, 2007
Daerah dengan populasi signifikan
2+ juta di Myanmar, India, Bangladesh

50.000+ di Amerika Serikat, 70.000+ di Malaysia,

15.000+di Australia, Europe, dan seputar Asia
Bahasa
Mayoritas: Zomi
Minoritas: Asho, K'cho, Kuki, Lushei, Lai, Mro/Khumi, Hmar
Agama
Mayoritas: Kristen
Minoritas: Animisme dan Buddha

Orang Chin (bahasa Burma: ချင်းလူမျိုးcode: my is deprecated code: my is deprecated ; MLCTS: hkyang lu. myui:, diucapkan [tɕɪ́ɴ lù mjó]) adalah salah satu kelompok etnis di Myanmar.[1] Orang Chin merupakan salah satu dari kelompok pendiri Penyatuan Burma (Chin, Kachin, Shan, dan Myanmar).[2] Orang Chin merupakan etnis mayoritas di Negara Bagian Chin, yang memiliki keterkaitan antara orang Chin dengan Bahasa Chin, kultur dan tradisi.[2] Perusahaan TV BBC British Broadcasting Corporation, "Orang Chin... salah satu kelompok etnis yang sering mengalami penganiayaan di Burma."[2] Mayoritas kelompok etnis Chin adalah etnis Zomi. Orang-orang ini kebanyakan tinggal di negara bagian Chin dan sebagian kecil ada di beberapa wilayah di Myanmar, tetapi banyak di antara mereka yang menyebar keluar Myanmar, seperti Bangladesh, dan India sebagai pengungsi.

Suku Terkait

Ada banyak kelompok suku di antara orang Chin, sebut saja suku Daai, Zo, Thai, dan Tedim. Mayoritas orang Chin merupakan suku Asho, K'cho, Khumi, Zomi, Laizo, Laimi,[3] Matu, Mara. Kata "Chin" dalam bahasa mereka sendiri dianrtikan "kelimpahan yang sempurna". Terdapat ribuan orang Chin tinggal di Negara bagian Mizoram, India, termasuk dalam distrik Chhimtuipui. Sejumlah lainnya juga tinggal di Churachandpur distrik Manipur, yang berasal dari suku Hmar, Paite, Simte, Zou, Gangte, dan lainnya. sementara di wilayah selatan negara bagian Mizoram dan Bangladesh umumnya yang tinggal adalah suku Lai. Orang Chin/Mizo/Zomi/Kuki tersebar di tiga negara: Myanmar, Bangladesh, dan India. Ada sekitar 49 bahasa dalam kelompok etnis ini di mana 20 di antaranya nama sukunya sama dengan nama bahasanya.[4] Orang Chin sering juga disebut "Orang Gunung" atau "Zomi".[5]

Wanita Chin di sungai Lemro River valley, membuat tato di wajah

Tradisi Suku Zomi

  • 'Zomi Khuado Pawi'[6] Zomi Khuado Pawi adalah suatu acara perayaan kebersamaan yang dirayakan oleh seluruh orang Zomi di dunia. Tanggalnya sendiri tidak menentu, sesuai dengan kesepakatan atau tanggal orang Zomi sendiri.
  • 'Sialsawm Pawi'
  • ' Hari Nasional Zomi/Zomi National Day':

Hari Nasional Zomi diadakan tanggal 20 Februari setiap tahun. Pertama kali diadakan tanggal 20 februari 1951 di Mindat.

  • 'Kain tradisional orang Zomi':
    kain Zomi yang diatas untuk pria dan yang dibawah untuk wanita

Ini adalah kain khas orang Zomi. Kain pria disebut Puan Laisan dan kain wanita disebut Puandum

Agama

Sebelum Kekristenan datang, orang Chin menganut animisme. Namun, sekitar tahun 1800-an, misionaris Kristen pertama kali tiba di negara bagian Chin dan mulai menyebarkan ajaran agama Kristen kepada masayarakat setempat. Karena upaya kerja pelayanan misionaris dari Gereja Baptis, Arthur E. Carson, usaha mereka berhasil, dan saat ini mayoritas penduduk di negara bagian Chin menganut agama Kristen. Mayoritas adalah menganut agama Kristen Protestan, khususnya Gereja Baptis[7] Banyak orang Chin menjadi penginjil maupun menjadi pendeta dan melayani di Amerika Serikat, Australia, Guam, dan India. Berikut data penduduk negara bagian Chin menurut agama yang dianut tahun 2014:[8]

Wilayah Buddha
(%)
Kristen
(%)
Islam
(%)
Hindu
(%)
Animisme
(%)
Agama Lain
(%)
Tanpa Agama
(%)
Chin 13.0 85.4 0.1 0.01 0.4 1.1 0.01

Referensi

  1. ↑ Head, Jonathan, Burma's 'abused Chin need help', BBC News, Jan 28, 2009, diakses 28 Jan, 2009
  2. 1 2 3 "BBC News - Burma's 'forgotten' Chin people suffer abuse".
  3. ↑ Alexander, Amy (2009). Burma: "we are like forgotten people" : the Chin people of Burma : unsafe in Burma, unprotected in India. Human Rights Watch. hlm. 13. ISBN 2-564-32426-6.
  4. ↑ Ethnologue report for Kuki-Chin. diakses 07-12-2009.
  5. ↑ In Defence of Identity
  6. ↑ "Myanmar Breaking News - Myanmar International TV".
  7. ↑ "Chin Cultural Profile — EthnoMed".
  8. ↑ "Religion in Myanmar" (PDF). Myanmar.unfpa. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2017-08-01. Diakses tanggal Oktober 25, 2017.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Suku Terkait
  2. Tradisi Suku Zomi
  3. Agama
  4. Referensi

Artikel Terkait

Myanmar

negara di Asia Tenggara

Sejarah Myanmar

Aspek sejarah Asia Tenggara

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026