Suaka Margasatwa Dangku adalah kawasan suaka alam yang terletak di Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Suaka margasatwa yang memiliki luas sekitar 31.752 ha ini berjarak sekitar 150 Kilometer dari Kota Palembang.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Suaka Margasatwa Dangku adalah kawasan suaka alam yang terletak di Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Suaka margasatwa yang memiliki luas sekitar 31.752 ha ini berjarak sekitar 150 Kilometer dari Kota Palembang.[1]
Suaka Margasatwa Dangku merupakan kawasan konservasi yang bertujuan untuk melindungi hewan-hewan yang terancam punah, seperti harimau sumatera.
Suaka Margasatwa (SM) Dangku ditetapkan pertama kali pada tahun 1991 melalui SK Menteri Kehutanan Nomor 245/Kpts-II/1991. Pada tahun 2013, luas kawasan hutan SM Dangku mengalami perubahan berdasarkan SK Menteri Kehutanan Nomor SK. 822/Menhut-II/2013. Kemudian, pada tahun 2014, SM Dangku ditetapkan kembali sebagai suaka margasatwa melalui SK 866/Menhut-II/2014 tertanggal 29 September 2014. Terakhir, pada tahun 2016, SM Dangku diperbaharui kembali sebagai suaka margasatwa melalui SK 454/Menlhk/Setjen/PLA.2/6/2016 tertanggal 17 Juni 2016.[2]
Wilayah Suaka Margasatwa Dangku terbagi menjadi 4 kecamatan, yaitu Kecamatan Bayung Lencir, Kecamatan Batanghari Leko, Kecamatan Sanga Desa, & Kecamatan Keluang, serta dikelilingi oleh 15 desa yaitu Desa Peninggalan, Desa Simpang Tungkal, Desa Pangkalan Tungkal, Desa Berlian Jaya, Desa Tampang Baru, Desa Pangkalan Bulian, Desa Lubuk Bintialo, Desa Bukit Pangkuasan, Desa Bukit Sejahtera, Desa Bukit Selabu, Desa Saud, Desa Talang Buluh, Desa Sako Suban, Desa Macang Sakti, & Desa Dawas. Suaka Margasatwa Dangku berbatasan dengan kawasan hutan lindung disebelah barat, kawasan APL di sebelah timur, sementara disebelah utara & selatan terdapat perkebunan sawit & HTI.[1]
Topografi Suaka Margasatwa Dangku di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, adalah landai hingga bergelombang ringan. Kelerengannya berkisar antara 0–25% dan ketinggiannya berkisar antara 20–130 mdpl. Tipe ekosistem Dangku adalah hutan hujan tropis dataran rendah. Suaka Margasatwa Dangku bersuhu rata-rata 28° - 34 °C.
SM Dangku menyimpan potensi Flora & Fauna yang beragam. Suaka margasatwa ini dihiasi oleh berbagai jenis Vegetasi seperti Meranti (Shorea spp.), Kayu Merawan (Hopea mangarawan), Medang (Lixsos spp.), Manggeris (Kompasis spp.), Balam (Palagium spp.) Jelutung, Merbau, & Tembesu.[3] Kawasan Dangku juga dipenuhi berbagai tumbuhan bawah seperti Pandan, Rotan, Resak & berbagai Semak Belukar.[2] Selain itu, ada juga berbagai jenis pohon yang ditanami oleh masyarakat setempat seperti Durian, Petai, Cempaka & Pulai.[4]
Tidak hanya Flora, SM Dangku adalah habitat bagi banyak satwa yang keberadaanya kini terancam punah, seperti Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatranus), Siamang (Symphalangus syndactylus), & Beruang madu (Helacrtos malayanus). Selain itu, juga terdapat Tapir, Kera, Gajah, Babi hutan, Kijang, Rusa, Trenggiling, Landak, Binturong, hingga berbagai jenis Burung asli Sumatra yang dilindungi seperti Rangkong & Raja udang.[3]
SM Dangku tak lepas dari kerusakan yang sebagian besar disebabkan oleh manusia. Sejumlah Flora khas hutan yang hilang dibarengi Harimau Sumatra, Gajah, & Tapir mulai sulit ditemukan menandakan SM Dangku dalam kondisi kritis. Kawasan ini diduga dikelilingi oleh perkebunan sawit PT Berkat Sawit Sejati di sebelah utara & PT Musi Banyuasin Indah, PT Pakerin, & PT Pinago. Berdasarkan data WALHI, ada 68 perusahaan mendapat kuasa penambangan batubara dengan luas lokasi sekitar 1.108.032 hektar di Kabupaten Musi Banyuasin. Puluhan perusahaan sawit, baik asing maupun nasional, mengusai sekitar 191.425 hektar.