Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Strategi Untaian Pulau

Strategi Untaian Pulau adalah strategi yang pertama kali digunakan oleh komentator pengamat luar negeri Amerika Serikat, John Foster Dulles, ketika Perang Korea berlangsung pada tahun 1951. Menurut strategi ini, Uni Soviet dan Republik Rakyat Tiongkok perlu dikepung di laut. Konsep ini tidak pernah menjadi patokan kebijakan AS, tetapi para analis Tiongkok benar-benar mempertimbangkannya sampai sekarang. Konsep ini meningkatkan kekhawatiran Tiongkok bahwa suatu saat mereka akan dikepung Amerika Serikat dan menekankan daya tarik Taiwan secara geografis dan strategis. Konsep ini ikut menentukan opsi dan strategi laut serta kebijakan ekonomi Tiongkok.

konsep politik luar negeri Amerika Serikat
Diperbarui 26 Januari 2022

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Strategi Untaian Pulau
Untaian pulau pertama dan kedua

Strategi Untaian Pulau adalah strategi yang pertama kali digunakan oleh komentator pengamat luar negeri Amerika Serikat, John Foster Dulles, ketika Perang Korea berlangsung pada tahun 1951. Menurut strategi ini, Uni Soviet dan Republik Rakyat Tiongkok perlu dikepung di laut.[1] Konsep ini tidak pernah menjadi patokan kebijakan AS, tetapi para analis Tiongkok benar-benar mempertimbangkannya sampai sekarang. Konsep ini meningkatkan kekhawatiran Tiongkok bahwa suatu saat mereka akan dikepung Amerika Serikat dan menekankan daya tarik Taiwan secara geografis dan strategis. Konsep ini ikut menentukan opsi dan strategi laut serta kebijakan ekonomi Tiongkok.[2]

Menurut Tiongkok, strategi untaian pulau terbagi menjadi tiga, untaian pulau pertama, untaian pulau kedua, dan untaian pulau ketiga.

Untaian pulau pertama

Artikel utama: Untaian pulau pertama

Untaian pulau pertama berawal di Kepulauan Kuril hingga Kalimantan dan Filipina utara. Ini adalah untaian pertama untuk mengepung negara-negara sosialis yang berhaluan dengan Uni Soviet. Setelah Uni Soviet runtuh, Tiongkok menjadi sasaran utama. Daerah penting dalam untaian ini adalah Taiwan.

Karena untaian ini terdiri atas rangkaian pulau, untaian ini juga disebut "kapal induk anti-tenggelam". Istilah tersebut secara spesifik mengacu pada Taiwan.

Untaian pulau kedua

Untaian pulau kedua memiliki dua versi. Versi yang paling umum mengacu pada Kepulauan Ogasawara dan Kepulauan Iwo di Jepang beserta Kepulauan Mariana milik Amerika Serikat.

Karena untaian ini terletak di tengah Samudra Pasifik, untaian ini berperan sebagai garis pertahanan strategis kedua bagi Amerika Serikat..

Untaian pulau ketiga

Untaian pulau ketiga berawal di Kepulauan Aleut dan berakhir di Oseania. Daerah penting dalam untaian ini adalah Kepulauan Hawaii milik Amerika Serikat.

Target dan peristiwa

Target utama doktrin ini adalah Uni Soviet. Namun, Republik Rakyat Tiongkok dan Vietnam juga dimasukkan sebagai target tambahan. Usai bubarnya Uni Soviet tahun 1991, Tiongkok menjadi target utama doktrin ini.

Referensi

  1. ↑ Hiroyuki Umetsu, "Communist China’s entry into the Korean hostilities and a US proposal for a collective security arrangement in the Pacific offshore island chain." Journal of Northeast Asian Studies (1996) 15#2 pp: 98–118.
  2. ↑ Toshi Yoshihara, "China's Vision of Its Seascape: The First Island Chain and Chinese Seapower." Asian Politics & Policy (2012) 4#3 pp. 293–314. DOI: 10.1111/j.1943-0787.2012.01349.x
  • “岛链”战略意义有限 分析称锁不住中国(1) Diarsipkan 2018-12-09 di Wayback Machine.
  • 美学者著书论述:岛链战略下的中国海军(组图) 新浪军事 新浪网

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Untaian pulau pertama
  2. Untaian pulau kedua
  3. Untaian pulau ketiga
  4. Target dan peristiwa
  5. Referensi

Artikel Terkait

Amerika Serikat

negara di Amerika Utara

Konstitusi Amerika Serikat

hukum tertinggi di Amerika Serikat sejak tahun 1788

Hubungan Amerika Serikat dengan Tiongkok

Perang Korea dan Perang Vietnam. Saat ini, Tingkok dan Amerika Serikat memiliki kepentingan politik, ekonomi, dan keamanan bersama, yang tidak terbatas pada

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026