Museum Serangga diresmikan pada tanggal 20 April 1993 oleh Presiden Suharto yang bertujuan untuk memperkenalkan wawasan tentang serangga ke masyarakat luas.
Museum ini menempati areal lahan seluas 500 m² dengan bentuk mengadaptasi tubuh belalang.
Museum ini menambah fasiltas baru berupa Taman Kupu, kebun pakan, kandang penangkaran, dan laboratorium. Penambahan fasilitas museum ini diharapkan menjadi pendukung dalam usaha penangkaran dan pelestarian kupu-kupu yang dilindungi dan langka. Kemudian tahun 2004 museum ini menambah koleksi jenis hewan selain serangga.
Kemudian tahun 2004 museum ini menambah koleksi jenis hewan selain serangga.
Anax_imperator_qtl2.jpg: Quartl
Cetonia-aurata.jpg: Crumps
Unidentified_Mantid_Species_(6105939456).jpg: Thomas Brown
Pyrrhocoris_apterus_(aka).jpg: André Karwath aka Aka
Ectophasia_spp.jpg: BetacommandBot
Eastern Tiger Swallowtail Papilio glaucus on Milkweed 2800px.jpg: Ram-Man
Mantispidae_fg1.jpg: Fritz Geller-Grimm
Bee-collecting-pollen2.jpeg: P.manchev
Grasshopper_2.JPG: Ryan Wood
Pulchriphyllium giganteum, adult femal from dorsal.jpg: Drägüs
Scorpion_Fly._Panorpa_communis._Mecoptera_(7837166610).jpg: Sebastian Wallroth
Blaberus_giganteus_MHNT_dos.jpg: Didier Descouens
derivative work: Anaxibia
Jenis serangga di dunia diperkirakan sekitar 16% ada di Indonesia.
Sebanyak 500 jenis, terdiri atas kupu-kupu (sekitar 250 jenis), kumbang (sekitar 150 jenis), dan kelompok serangga yang lain (sekitar 100 jenis) menjadi koleksi Museum Serangga dan Taman Kupu (MSTK).
Diorama-diorama yang dapat dilihat meliputi pesona kumbang nusantara, peranan serangga tanah dalam ekosistem dan pelestarian ekosistem, peta serangga Indonesia, serangga-serangga perombak, peta kupu-kupu Indonesia, kupu-kupu Bantimurung, dan serangga-serangga di pekarangan, serta kotak-kotak koleksi yang menampilkan kelompok serangga lain.
Museum juga menyediakan layanan untuk menambah pengetahuan mengenai berbagai hal yang berhubungan dengan serangga, misalnya bimbingan umum tentang serangga dan kehidupannya, pemutaran film tentang kehidupan serangga dan penjelasan di ruang audio visual, bimbingan mengawetkan serangga, dan penangkaran serangga (kupu, belalang ranting dan belalang daun), yang dilengkapi dengan perpustakaan.
koleksi serangga mati, juga mempunyai koleksi serangga hidup yang dapat dilihat langsung oleh pengunjung, antara lain kumbang tanduk, kumbang air, lebah madu, belalang ranting, belalang daun, dan kumbang badak. Di dalam Taman Kupu terdapat sekitar 20 jenis tanaman berbunga yang sering dikunjungi kupu-kupu.
Selain koleksi serangga mati, juga mempunyai koleksi serangga hidup yang dapat dilihat langsung oleh pengunjung, antara lain kumbang tanduk, kumbang air, lebah madu, belalang ranting, belalang daun, dan kumbang badak.