Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Stasiun Kemijen

Stasiun Kemijen (KME) adalah stasiun kereta api nonaktif yang terletak di Kemijen, Semarang Timur, Semarang. Stasiun ini memiliki nilai historis yang sangat tinggi dalam sejarah perkeretaapian Indonesia karena keterkaitannya dengan jalur kereta api pertama di Indonesia yang dibangun oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS).

stasiun kereta api di Indonesia
Diperbarui 11 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Untuk stasiun kereta api pertama di Indonesia, lihat Stasiun Samarang.
Stasiun Kemijen
Kemijen
+1,8 M.dpl[1]
Lokasi
  • Kemijen, Semarang Timur, Semarang, Jawa Tengah
  • Indonesia
Koordinat 6°57′21″S 110°26′20″E / 6.955870°S 110.438800°E / -6.955870; 110.438800
Ketinggian+1,8 M.dpl[2]
Operator
  • Kereta Api Indonesia
    Daerah Operasi IV Semarang
Letak
  • km 1+700 lintas Jurnatan-Demak-
    Kudus-Juwana-Rembang-Jatirogo[3]
Layanan–
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
  • KME[4]
Sejarah
Dibuka1914
DitutupDicabut pada akhir tahun 1990-an
Nama sebelumnyaKemidjen SJS
Diagram lintasan stasiun
Legenda
ke Tenggang
arah Demak
ke Pabrik B.A.T.
ke BY Pengapon
ke Semarang Tawang
ke Jurnatan
Lokasi pada peta
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Kemijen (KME) adalah stasiun kereta api nonaktif yang terletak di Kemijen, Semarang Timur, Semarang. Stasiun ini memiliki nilai historis yang sangat tinggi dalam sejarah perkeretaapian Indonesia karena keterkaitannya dengan jalur kereta api pertama di Indonesia yang dibangun oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS).[5]

Sejarah dan Pembangunan

Stasiun Kemijen mulai beroperasi seiring dengan pembukaan jalur kereta api pertama di Hindia Belanda pada segmen Kemijen–Tanggung pada tanggal 10 Agustus 1867.[6] Pembangunan jalur ini diprakarsai oleh Gubernur Jenderal Baron Sloet van de Beele yang melakukan pencangkulan pertama pada 17 Juni 1864.[7] Pada awalnya, Kemijen berfungsi sebagai titik awal atau depo penting sebelum pembangunan Stasiun Semarang NIS (Stasiun Samarang) selesai sepenuhnya di kawasan Tambaksari.[8]

Persimpangan dan Keunikan Jalur

Salah satu keunikan utama dari Stasiun Kemijen adalah keberadaan "Persilangan Sebidang Kemijen". Di lokasi ini, terjadi persilangan antara jalur rel milik NIS yang memiliki lebar sepur (gauge) 1.435 mm dengan jalur milik Semarang-Joana Stoomtram Maatschappij (SJS) yang memiliki lebar sepur 1.067 mm.[9] Persilangan ini dianggap sebagai salah satu kerumitan teknis perkeretaapian yang langka pada masanya, di mana dua perusahaan berbeda dengan standar lebar rel yang berbeda saling bersinggungan di satu titik koordinat.[10]

Penonaktifan dan Kondisi Saat Ini

Stasiun Kemijen dinonaktifkan secara bertahap seiring dengan penurunan fungsi jalur lama dan seringnya kawasan tersebut terendam banjir rob yang merusak infrastruktur rel. Saat ini, bangunan asli stasiun sudah tidak tersisa dan area di sekitarnya telah tertutup oleh pemukiman padat penduduk serta mengalami peninggian lahan akibat sedimentasi dan banjir.[11] Meskipun fisiknya telah hilang, nama Kemijen tetap abadi dalam catatan sejarah sebagai saksi bisu lahirnya transportasi rel di Indonesia.[12]

Referensi

  1. ↑ Perusahaan Jawatan Kereta Api, Grafik Perjalanan Kereta Api
  2. ↑ Perusahaan Jawatan Kereta Api, Grafik Perjalanan Kereta Api
  3. ↑ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).
  4. ↑ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  5. ↑ Tim Telaga Bakti Nusantara (1997). Sejarah Perkeretaapian Indonesia Jilid 1. Bandung: Angkasa. hlm. 12–15. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ Reitsma, S.A. (1928). Korte Geschiedenis der Nederlandsch-Indische Spoor- en Tramwegen. Batavia: Landsdrukkerij. hlm. 24. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ↑ Michiel van Ballegoijen de Jong (1993). Spoorwegstations op Java. Amsterdam: De Bataafsche Leeuw. hlm. 41. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. ↑ Imam, S. (2018). Semarang Riwayatmu Dulu. Semarang: Satya Wacana University Press. hlm. 88. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. ↑ Indonesian Heritage Railway (2012). Evolusi Jalur Kereta Api di Jawa. Jakarta: PT Kereta Api Indonesia. hlm. 56. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  10. ↑ Oegema, J.J.G. (1982). De Stoomtractie op Java en Sumatra. Deventer: Kluwer Technische Boeken. hlm. 102–105. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  11. ↑ Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang (2020). Inventarisasi Bangunan Cagar Budaya Kota Semarang. hlm. 112. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  12. ↑ Prayogo, Y., dkk. (2017). Kereta Api di Indonesia: Sejarah dan Perkembangannya. Yogyakarta: Penerbit Ombak. hlm. 34. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Tawang/Sporlaan
menuju Jurnatan
Jurnatan–Rembang
Lintas utama SJS
Tenggang
menuju Rembang

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah dan Pembangunan
  2. Persimpangan dan Keunikan Jalur
  3. Penonaktifan dan Kondisi Saat Ini
  4. Referensi

Artikel Terkait

Daftar stasiun kereta api di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Kereta Api Indonesia

perusahaan operator kereta asal Indonesia

Persinyalan dan semboyan kereta api di Indonesia

Daftar-daftar semboyan kereta api Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026