Aspmyra Stadion merupakan sebuah stadion sepak bola yang terletak di Bodø, Norwegia. Stadion ini memiliki kapasitas 8.270 tempat duduk dan menjadi kandang bagi Bodø/Glimt dan Grand Bodø. Stadion tersebut memiliki empat tribun: di sisi selatan terdapat tribun modern dengan semua kursi penonton beratap, dilengkapi 100 kursi klub dan 15 luxury box). Di sisi timur dan barat terdapat tribun dengan seluruh kursi tanpa atap. Sementara itu, di sisi utara ada dua tribun: sebuah grandstand tua yang ditinggikan dengan atap di bagian belakang, serta satu tribun baru di bagian depannya yang juga seluruhnya berisi kursi tanpa atap.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Hell of Ice (Neraka Es) | |
![]() | |
| Lokasi | Bodø, Norwegia |
|---|---|
| Koordinat | 67°16′36″N 14°23′4″E / 67.27667°N 14.38444°E / 67.27667; 14.38444[[Sistem koordinat geografis|Koordinat]]: <templatestyles src=\"Module:Coordinates/styles.css\"></templatestyles><span class=\"plainlinks nourlexpansion\">[https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Stadion_Aspmyra¶ms=67_16_36_N_14_23_4_E_region:NO-18_type:landmark <span class=\"geo-default\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\"><span class=\"latitude\">67°16′36″N</span> <span class=\"longitude\">14°23′4″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\"> / </span><span class=\"geo-nondefault\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\">67.27667°N 14.38444°E</span><span style=\"display:none\"> / <span class=\"geo\">67.27667; 14.38444</span></span></span>]</span>[[Category:Pages using gadget WikiMiniAtlas]]</span>"},"html":"<span id=\"coordinates\"><a rel=\"mw:WikiLink\" href=\"./Sistem_koordinat_geografis\" title=\"Sistem koordinat geografis\" id=\"mwBg\">Koordinat</a>: <link rel=\"mw-deduplicated-inline-style\" href=\"mw-data:TemplateStyles:r28112010\" about=\"#mwt5\" typeof=\"mw:Extension/templatestyles\" data-mw='{\"name\":\"templatestyles\",\"attrs\":{\"src\":\"Module:Coordinates/styles.css\"},\"body\":{\"extsrc\":\"\"}}' id=\"mwBw\"/><span class=\"plainlinks nourlexpansion\" id=\"mwCA\"><a rel=\"mw:ExtLink\" href=\"https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Stadion_Aspmyra&params=67_16_36_N_14_23_4_E_region:NO-18_type:landmark\" class=\"external text\" id=\"mwCQ\"><span class=\"geo-default\" id=\"mwCg\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwCw\"><span class=\"latitude\" id=\"mwDA\">67°16′36″N</span> <span class=\"longitude\" id=\"mwDQ\">14°23′4″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\" id=\"mwDg\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwDw\"></span> / <span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwEA\"></span></span><span class=\"geo-nondefault\" id=\"mwEQ\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwEg\">67.27667°N 14.38444°E</span><span style=\"display:none\" id=\"mwEw\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwFA\"></span> / <span class=\"geo\" id=\"mwFQ\">67.27667; 14.38444</span></span></span></a></span><link rel=\"mw:PageProp/Category\" href=\"./Kategori:Pages_using_gadget_WikiMiniAtlas\" id=\"mwFg\"/></span>"}' id="mwFw"/> |
| Pemilik | Pemerintah Kota Bodø |
| Operator | Bodø/Glimt |
| Suite eksekutif | 15 |
| Kapasitas | 8.270[1] |
| Rekor kehadiran | 12,189 |
| Ukuran lapangan | 105 x 68 m |
| Permukaan | Sintetis |
| Papan skor | Layar video LED |
| Konstruksi | |
| Mulai pembangunan | 1964 |
| Dibuka | 1966 |
| Direnovasi | 1980, 2008 |
| Diperluas | 1999–2001 |
| Biaya | NOK 140 juta (1999–2001) (diperkirakan) |
| Pemakai | |
| Bodø/Glimt Grand Bodø | |
Aspmyra Stadion merupakan sebuah stadion sepak bola yang terletak di Bodø, Norwegia. Stadion ini memiliki kapasitas 8.270 tempat duduk dan menjadi kandang bagi Bodø/Glimt dan Grand Bodø. Stadion tersebut memiliki empat tribun: di sisi selatan terdapat tribun modern dengan semua kursi penonton beratap, dilengkapi 100 kursi klub dan 15 luxury box). Di sisi timur dan barat terdapat tribun dengan seluruh kursi tanpa atap. Sementara itu, di sisi utara ada dua tribun: sebuah grandstand tua yang ditinggikan dengan atap di bagian belakang, serta satu tribun baru (dibangun pada 2022) di bagian depannya yang juga seluruhnya berisi kursi tanpa atap.
Sebelum tribun baru ini dibangun, area di depan tribun lama adalah area berdiri yang dapat menampung sekitar 2000 orang, tetapi tidak memenuhi peraturan keselamatan UEFA untuk pertandingan internasional. Tempat ini memiliki lampu sorot dan rumput sintetis dengan pemanas bawah tanah. Tepat di sebelah selatan lokasi terdapat Aspmyra kunstgressbane, sebuah lapangan latihan dengan rumput sintetis juga. Stadion Aspmyra pernah menjadi tuan rumah satu pertandingan internasional antara Norwegia melawan Islandia pada tahun 2002.
Tempat ini dibuka pada tahun 1966 sebagai stadion serbaguna milik pemerintah kota yang mencakup lintasan lari. Glimt mencapai divisi teratas pada tahun 1977, dan memainkan pertandingan Piala Winners UEFA pada akhir dekade 1970-an di Aspmyra. Tempat tersebut mengalami sedikit peningkatan pada tahun 1980, yang juga mencakup pemasangan lintasan lari segala cuaca dan pembangunan lapangan latihan. Pada tahun 1992, lapangan ditanami kembali, memaksa Glimt untuk bermain satu musim di Nordlandshallen, yang sejak itu telah digunakan dua kali untuk pertandingan divisi teratas Norwegia. Stadion Aspmyra dijual kepada Glimt pada tahun 1997, diikuti dengan pembangunan tribun selatan dan timur. Hal ini mencakup penghapusan lintasan lari dan pembangunan properti komersial dan perumahan di sekitar lokasi tersebut. Rumput sintetis dipasang pada tahun 2006. Setelah klub menerima subsidi publik ilegal pada tahun 2008 dan harus meningkatkan fasilitas, dan pada tahun 2011 tempat tersebut dijual kembali kepada pemerintah kota.
Setelah berdirinya Bodø/Glimt pada tahun 1916,[2] dan Grand Bodø pada tahun berikutnya,[3] klub-klub tersebut bermain di berbagai lokasi di seluruh kota. Tempat utama bagi tim elit klub-klub tersebut adalah Bodø Station. Pada tahun 1962, muncul rencana untuk membangun stadion pusat bagi klub-klub olahraga utama di kota tersebut. Rencana ini memicu sebuah rapat protes besar yang diselenggarakan oleh berbagai klub olahraga setempat guna mendukung agar pemerintah kota membangun stadion baru. Dua lokasi dipertimbangkan: di Plassmyra, yang kini menjadi lokasi Museum Penerbangan Norwegia, dan di Aspmyra. Lokasi terakhir akhirnya dipilih, dan rencana tersebut disetujui oleh dewan kota pada tahun 1963.[2]
Pembangunan dimulai pada tahun 1965, dengan penyelesaian lapangan rumput, lintasan lari sepanjang 400 meter, serta sebuah tribun utama dengan bangku kayu yang mampu menampung 2.500 penonton. Teras baja dibangun di bagian luar area tribun utama serta di sisi panjang lainnya. Di sisi selatan stadion, Glimt juga membangun sebuah gedung latihan berbentuk gelembung bertekanan udara yang mereka beri nama Glimtbobla ("Gelembung Glimt"). Pertandingan perdana di Aspmyra dimainkan pada tahun 1966 antara tim putra Glimt dan Grand.[2] Pada tahun 1980, lintasan lari segala cuaca dipasang.[2] dan lapangan latihan dengan rumput sintetis, yang diberi nama Aspmyra kunstgressbane, dibangun di sebelah selatan stadion.[4]
Pada tahun 1989, sebuah proyek dimulai untuk membawa Bodø/Glimt kembali ke kasta tertinggi. Salah satu hal terpenting dalam upaya tersebut adalah memastikan tersedianya fasilitas latihan yang lebih baik, terutama selama musim dingin Arktik.[5] Klub tersebut mengusulkan peningkatan lapangan rumput sintetis di Aspmyra dengan memasang permukaan baru yang dilengkapi sistem pemanas bawah tanah. Selain itu, mereka juga merencanakan pembangunan lapangan kerikil baru serta sebuah gedung latihan dalam ruangan dengan lapangan berukuran penuh.[6] Komite Olahraga dan Kebudayaan Kota menyatakan bahwa mereka ingin memprioritaskan peningkatan lapangan rumput sintetis dibandingkan pembangunan lapangan kerikil. Karena itu, mereka mengusulkan agar dana sebesar 3,5 juta NOK dialokasikan untuk memasang sistem pemanas bawah tanah di lapangan rumput sintetis serta membongkar permukaan lamanya. Rumput sintetis yang baru akan dipasang kemudian, setelah pendanaan tersedia. Usulan tersebut disetujui, dan pembangunan dimulai pada 24 Oktober 1989 dengan target selesai sebelum latihan musim dingin dimulai.[6] Namun, Asosiasi Sepak Bola Norwegia (NFF) menyatakan bahwa klub tidak akan diizinkan memainkan pertandingan mereka di lapangan kerikil. Selain itu, kondisi rumput di Aspmyra saat itu sangat buruk sehingga tidak akan disetujui untuk digunakan di kasta tertinggi liga apabila tim tersebut promosi. Karena itu, dewan kota akhirnya memberikan dana hibah untuk membiayai pemasangan rumput sintetis baru di lapangan latihan,[7] yang mulai digunakan pada tahun 1990.[4]
Pembangunan Nordlandshallen (sebuah tempat latihan sepak bola dalam ruangan untuk musim dingin) dimulai pada tahun 1990.[8] dan selesai pada 21 September 1991.[9] Pada tahun 1991, perdebatan mengenai pembangunan lapangan baru di stadion tersebut kembali mencuat. NFF memberikan izin kepada Glimt untuk menggunakan Nordlandshallen untuk musim 1992, dengan syarat Aspmyra harus siap digunakan untuk musim 1993. Pemerintah kota kekurangan dana untuk lapangan baru, sehingga kedua pihak sepakat bahwa klub akan meminjam 3,5 juta NOK untuk membayar renovasi tersebut. Klub akan membayar bunga pinjaman sampai diambil alih oleh pemerintah kota, tetapi sampai saat itu, Bodø/Glimt tidak akan membayar sewa stadion. Apabila pemerintah kota membiayai renovasi tersebut melalui prosedur anggaran biasa, dana baru bisa dialokasikan pada tahun berikutnya, yang berarti dua musim akan terbuang. Lapangan baru itu juga dilengkapi dengan sistem pemanas bawah tanah.[10]
Pada tahun 1994, Bodø/Glimt mulai membuat rencana untuk memperluas Aspmyra agar dapat menjadi tuan rumah pertandingan UEFA. Perusahaan Aspmyra Eiendomsutvikling didirikan untuk membiayai proyek tersebut sekaligus memiliki tribun stadion. Rinciannya dipresentasikan pada tahun 1996, yang mencakup pemberian lahan Aspmyra senilai 15 juta NOK dari pemerintah kota kepada perusahaan tersebut. Rencana awal mencakup pembangunan tribun dengan tempat duduk untuk 10.000 penonton—sekitar seperempat dari jumlah penduduk kota saat itu—serta 48 unit apartemen dan area properti komersial seluas 15.000 meter persegi (160.000 sq ft). Pendanaan diusulkan berasal dari penjualan properti hunian dan komersial serta hibah dari NFF dan Kementerian Kebudayaan Norwegia. Proyek tersebut juga mencakup pemasangan lampu sorot baru serta pembangunan gedung klub yang baru.[11] Kepala administrasi kota, Svein Blix, menyatakan bahwa proyek tersebut juga harus menanggung biaya operasional stadion yang baru serta pembangunan arena atletik baru, karena rencana tersebut mencakup penghapusan lintasan lari di Aspmyra.[12]
Pemerintah kota memberikan izin yang diperlukan untuk pembangunan pada Desember 1997, tetapi mensyaratkan bahwa klub harus membiayai sendiri peningkatan fasilitas tersebut, sesuatu yang tidak mampu dipenuhi oleh klub.[13] Kjell Ove Johansen, CEO perusahaan pengelola FK Bodø/Glimt, mengundurkan diri dari jabatannya pada November 1998 sebagai bentuk protes terhadap sikap negatif wali kota dan para anggota dewan serta kurangnya kepercayaan mereka kepada Bodø/Glimt terkait rencana pengembangan stadion tersebut.[14] Pada 27 Januari 1999,[15] Dewan kota mengesahkan resolusi yang mengizinkan tempat tersebut dijual kepada klub seharga 7,9 juta NOK, dengan tanggal pengambilalihan resmi pada 1 Mei.[16] Selain itu, perusahaan akan membayar 5,5 juta NOK kepada pemerintah kota di kemudian hari, setelah tempat tersebut menghasilkan keuntungan.[17]

Pembangunan dimulai pada Oktober 1999,[18] dengan menghabiskan total biaya mencapai 140 juta NOK.[19] Tribun selatan baru dibangun dengan atap, kantor, dan ruang ganti, sementara tribun yang lebih kecil tanpa atap dibangun di sebelah timur. Proyek ini menelan biaya 40 juta NOK lebih rendah dibandingkan rencana awal, sebagian karena tidak ada tribun yang dibangun di sisi barat. Dua tribun baru itu memiliki total 4.350 tempat duduk, dan stadion tersebut disetujui untuk menggelar pertandingan UEFA. Namun, untuk pertandingan UEFA, stadion tidak diizinkan menggunakan tempat duduk di tribun lama maupun teras penonton yang sudah ada sebelumnya.[2] Dua tribun baru tersebut menambah kapasitas tempat duduk menjadi 6.100 dan ruang berdiri untuk 2.000 penonton.[19] Pertandingan pertama di tempat yang telah ditingkatkan fasilitasnya dimainkan pada tanggal 22 April 2001.[20]
Proyek ini juga mencakup properti komersial seluas 6.900 meter persegi (74.000 sq ft), yang disewakan kepada 13 perusahaan.[19] Bagian komersial stadion tersebut dimiliki oleh Aspmyra Næringsbygg, yang selanjutnya dimiliki oleh beberapa investor lokal.[21] Stadion ini menerima lampu sorot baru, yang dibeli bekas dari Stadion Ullevaal di Oslo seharga 5 juta NOK. Namun, ada beberapa keluhan awal dari Bandara Bodø karena lampu-lampu tersebut mengganggu konsentrasi pilot.[22] Klub tersebut juga mempertimbangkan pemasangan rumput sintetis dan mengajukan diri menjadi mitra UEFA untuk memperoleh hibah pemasangan lapangan percontohan. Namun, hibah tersebut justru diberikan kepada Eyravallen di Swedia.[23] Pada 2 Desember 2002, Nordlandsbanken membeli sepertiga saham Aspmyra Eiendomsutvikling dari klub tersebut seharga 10 juta NOK, untuk mencegah klub tersebut bangkrut.[24][25] Pada tahun 2003, Bodø/Glimt menghabiskan 650.000 NOK untuk sewa dan 700.000 NOK untuk biaya operasional stadion.[26]
Sebagai kompensasi atas penghapusan bagian lintasan dan lapangan atletik, perusahaan stadion harus membayar pembangunan tempat atletik kota baru di Mørkvedlia.[2] Kontrak penjualan stadion juga mewajibkan Aspmyra Eiendomsutvikling untuk membangun fasilitas ruang ganti baru untuk lapangan latihan, sehingga tim-tim yang menggunakannya memperoleh standar fasilitas yang sama seperti di lapangan utama. Namun, pada tahun 2002, perusahaan tersebut dikritik oleh pemerintah kota karena tidak memprioritaskan kewajiban tersebut.[27] Biaya sebesar 170.000 NOK dikeluarkan untuk memindahkan gedung klub milik Grand serta membangun ruang ganti bagi lapangan rumput sintetis. Seluruh dan ditanggung bersama oleh pemerintah kota, Grand, Aspmyra Eiendomsutvikling, dan salah satu sponsor Glimt, Nordland Entreprenør.[28]
Pada tahun 2003, Aspmyra Næringseiendom mengkonversi utangnya, yang saat itu sebesar 20,5 juta NOK, menjadi Franc Swiss. Karena transaksi tersebut, dalam waktu satu tahun utang perusahaan meningkat sebesar 10 persen. Pada tahun 2004, perusahaan pemilik stadion mengubah namanya menjadi Aspmyra Stadion AS.[29] Pada November 2005, pemerintah kota menghapus utang perusahaan stadion sebesar 5,5 juta NOK. Kebijakan tersebut membuat perusahaan pengelola klub kembali memiliki modal saham yang positif, sehingga klub dapat mempertahankan lisensinya.[17] Pada Mei 2006, lapangan rumput diganti dengan rumput sintetis, dengan biaya 3,1 juta NOK.[30] Lapangan latihan tersebut mendapat permukaan rumput baru pada tahun 2007.[31]
Setelah Glimt promosi ke kasta tertinggi liga pada 2008, klub menyatakan bahwa Aspmyra sudah "ketinggalan zaman" dan diperlukan investasi sebesar 200 juta NOK, agar klub dapat bertahan di level tertinggi. Ketua klub, Benn Eidissen, menyebutkan bahwa meskipun pada 2001 Aspmyra termasuk salah satu stadion paling modern di negara itu, dalam beberapa tahun ke depan stadion tersebut tidak lagi akan masuk 25 besar. Ia mengidentifikasi dana dari skema pajak penggajian yang dibedakan secara regional (dana DA), hibah publik, serta dukungan sponsor sebagai sumber pembiayaan utama.[32] Peningkatan fasilitas di tempat tersebut senilai 10 juta NOK akan segera dilakukan menjelang bergulirnya musim 2008, dan dibiayai menggunakan dana DA. Pendanaan tersebut terdiri atas dua bentuk bantuan khusus kepada klub, yakni subsidi sebesar 2,2 juta NOK serta pinjaman tanpa bunga dan tanpa cicilan selama sepuluh tahun senilai 8,3 juta NOK. Pada tahun 2009, pihak bank menghapus utang stadion sebesar 5 juta NOK, sehingga sisa utangnya berkurang menjadi 14,2 juta NOK.[33]
Pada tahun 2009, Innovation Norway mengkritik Pemerintah Munisipalitas Nordland selaku pengelola dana DA, dengan menyatakan bahwa baik hibah maupun pinjaman kepada Glimt tersebut tidak sah (ilegal). Karena itu, keduanya diubah menjadi pinjaman berbunga dan dialihkan kepada Aspmyra Stadion, bukan kepada klub. Klub sendiri diwajibkan memiliki ekuitas (modal sendiri) yang positif untuk mempertahankan lisensi bermain di dua kasta teratas. Karena klub merupakan pemegang saham mayoritas perusahaan stadion, laporan keuangannya disusun secara konsolidasi dan turut memasukkan ekuitas Stadion Aspmyra AS. Akibat keputusan Innovation Norway tersebut, klub berisiko mengalami ekuitas negatif dan bisa terdegradasi ke Divisi Kedua Norwegia (kasta ketiga).[33] To secure it retained a positive equity, Glimt proposed selling the venue to the municipality.[34]
Dewan kota memberikan suara pada tanggal 17 Februari 2011 untuk membeli stadion tersebut. Pendukung terkuat adalah Partai Buruh dan Partai Konservatif, sementara tiga partai lainnya, Partai Progresif, Partai Liberal, dan Partai Merah menolak. Para pendukung berpendapat bahwa pemerintah kota pada dasarnya membeli kembali stadion tersebut dengan nilai yang jauh lebih tinggi dibandingkan saat menjualnya. Sementara itu, pihak penentang menilai bahwa bukan tanggung jawab pemerintah kota untuk memberikan "pertolongan pertama" keuangan kepada klub olahraga profesional. Nilai transaksi tersebut mencapai 16 juta NOK, yang dibayarkan dengan cara mengambil alih utang.[35] Setelah mengambil alih perusahaan stadion, pemerintah kota kemudian menggabungkannya dengan Bodø Spektrum, yang mengelola kompleks olahraga dalam ruangan termasuk Nordlandshallen. Langkah ini memungkinkan utang tersebut diambil alih oleh pemerintah kota tanpa memengaruhi laporan keuangan resmi pemerintah daerah.[33]
Selama satu dekade berikutnya, stadion ini hanya mengalami peningkatan infrastruktur kecil. Namun, setelah kesuksesan Glimt pada 2020 dengan menjuarai liga dan tampil untuk pertama kalinya di babak kualifikasi Liga Champions UEFA, sebuah tribun baru dibangun di sisi barat lapangan yang menambah 660 kursi. Pada musim semi 2022, tribun baru juga dibangun di atas area berdiri di depan tribun lama sisi utara. Penambahan ini meningkatkan kapasitas tempat duduk sekitar 1.900 kursi menjadi total 8.270 kursi tepat waktu untuk Liga Norwegia musim 2022. Bersama peningkatan fasilitas penonton, VIP, dan media, stadion ini pun memenuhi standar kategori 4 UEFA, sehingga dapat digunakan untuk pertandingan babak grup kompetisi Eropa. Selama perjalanan di kompetisi Eropa musim 2021–2032, Bodø/Glimt memperoleh dispensasi dari UEFA terkait persyaratan kapasitas, sebagian karena pembatasan jumlah penonton akibat COVID-19. Namun, dispensasi tersebut tidak diperpanjang untuk musim 2022–2023.[36]

Lokasi stadion berada di bagian selatan pusat kota Bodø, di Hålogalandsgata, dekat Bandara Bodø. Stadion ini memiliki kapasitas untuk 8.270 tempat duduk untuk penonton.[2] Tribun selatan memiliki 15 luxury box, masing-masing dengan kapasitas 12 orang, serta kursi klub untuk tambahan 100 orang di Aspmyra Sportsbar. Fasilitas ini hanya tersedia bagi sponsor korporat. Baik bar olahraga maupun ruang-ruang eksklusif tersebut juga menyediakan akses ke jamuan makan malam sebelum pertandingan.[37] Tribun tersebut menyatu dengan bangunan komersial dan hunian yang dimiliki oleh Aspmyra Næringsbygg, perusahaan yang dikendalikan oleh Gunvald Johansen. Kantor FK Bodø/Glimt berada di bagian ini, dan area tersebut—termasuk akses publik—disewa oleh Glimt.[33] Karena alasan sponsor, tribun selatan dinamai Diadora.[2]
Tribun utara adalah bagian tertua dari stadion dan dimiliki oleh Aspmyra AS.[33] Karena alasan sponsor, tribun ini dinamai Nordlandsbanken.[2] Area di belakang tribun timur dibeli oleh Bodø Boligbyggelag, yang membangun perumahan di sana dan dinamai Toyota, lagi-lagi karena alasan sponsor.[2] In 2010, the operating costs of the venue were NOK 2 million.[38]
Bodø/Glimt adalah penyewa utama di Aspmyra. Rekor jumlah penonton tercatat pada tahun 1975, ketika 12.189 orang menghadiri pertandingan Piala Sepak Bola Norwegia melawan Viking.[2] Mulai musim 1977, Bodø/Glimt bermain di Divisi Satu, yang saat itu merupakan tingkat teratas dalam piramida Liga Norwegia. Klub tersebut tetap berada di divisi teratas hingga terdegradasi setelah musim 1980.[39] Glimt mengalami masa sulit selama tahun 1980-an, bermain selama beberapa musim di Divisi Tiga.[2] Pada 5 Oktober 1986, Aspmyra menjadi tuan rumah final Piala Sepak Bola Junior antara Bodø/Glimt dan Lillestrøm.[40] Pada akhir tahun 1991, Glimt promosi ke Divisi Satu, yang saat itu berubah menjadi tingkatan kedua dalam piramida liga. Namun, pada musim 1992, klub tersebut bermain di Nordlandshallen.[2] Dari musim 1993, Bodø/Glimt kembali bermain di papan atas.[39] Dua kali, pada tahun 1993 dan 1997, pertandingan terakhir musim tersebut harus dimainkan di Nordlandshallen karena kondisi lapangan yang buruk.[41][42] Setelah pemasangan lampu sorot pada 2001, jumlah penonton pada pertandingan malam hari meningkat hingga 70 persen. Hal ini membuat pertandingan malam semakin sering digelar, terutama pada musim semi dan musim gugur.[43] Glimt tetap berada di Liga Utama hingga akhir musim 2005, sebelum akhirnya terdegradasi.[2] Mereka kembali lagi pada musim 2008,[44] tetapi kembali terdegradasi setelah musim 2009.[45]
Aspmyra digunakan untuk pertandingan Piala Winners UEFA pada akhir tahun 1970-an. Bodø/Glimt melawan Napoli di 1976–77, lalu Union Luxembourg dan Inter Milan pada 1978–79.[2] Pada era 1990-an, Bodø/Glimt diizinkan memainkan laga kualifikasi turnamen UEFA di Aspmyra. Namun, stadion tersebut tidak memenuhi syarat untuk pertandingan babak utama karena belum memiliki lampu sorot.[46] Pada Piala Winners 1994–95, Glimt memainkan pertandingan melawan Olimpija Rīga di Aspmyra,[47] tapi harus bermain di Stadion Ullevaal di Oslo ketika melawan Sampdoria.[48] Pertandingan Piala Winners 1996–97 melawan Trabzonspor dimainkan di Ullevaal,[49] meskipun pertandingan kualifikasi melawan Beitar Jerusalem telah dimainkan di Aspmyra.[50] Demikian pula, di Piala UEFA 1999–2000, pertandingan kualifikasi melawan Vaduz dimainkan di Aspmyra,[51] sementara pertandingan babak pertama melawan Werder Bremen dimainkan di Stadion Lerkendal di Trondheim.[52] Dengan fasilitas yang ditingkatkan, Bodø/Glimt kembali diizinkan untuk memainkan semua pertandingan kandang UEFA mereka di Aspmyra. Di Piala UEFA 2004–2005, Bodø/Glimt ditandangi oleh Levadia Tallinn dan Beşiktaş.[53]
Selain Bodø/Glimt, Grand Bodø juga memainkan pertandingan di Aspmyra.[2] Ini termasuk tim wanita mereka, yang sebelumnya bermain di Toppserien.[54] Mereka terakhir kali bermain di liga utama pada tahun 2007, ketika mereka menarik rata-rata 222 penonton.[55] Selama tahun 1980-an, klub pria Grand menjadi klub terbaik di kota itu, bermain di Divisi Dua, di atas Glimt.[2]
Tempat ini menjadi tuan rumah Kejuaraan Atletik Norwegia pada tahun 1980.[56] Pada tahun berikutnya, mereka menjadi tuan rumah semifinal putri di Piala Atletik Eropa 1981.[2] Aspmyra pernah menjadi tuan rumah satu pertandingan tim nasional Norwegia, yang berakhir dengan skor 1–1 ketika melawan Islandia. Pertandingan tersebut dihadiri oleh 8.126 penonton pada tanggal 22 Mei 2002.[57] Angka ini masih menjadi rekor jumlah pengunjung di tempat tersebut setelah pembangunan ulang.[2] Pada bulan Agustus 2007, tim U-23 putri Norwegia bermain melawan Swedia di Aspmyra.[58] Beberapa konser pernah diadakan di tempat ini, termasuk Bryan Adams pada tahun 2008.[59] Pada September 2012, tempat ini menjadi tuan rumah final kejuaraan liga rugbi Norwegia antara Bodø Barbarians dan Oslo Capitals, yang dimenangkan oleh Capitals 34–24.[60]
Pada tahun 2008, klub menyatakan bahwa mereka harus merenovasi Aspmyra dengan biaya 200 juta NOK atau membangun stadion baru di tempat lain agar tetap kompetitif di level liga utama. Pendanaan yang diusulkan merupakan gabungan dari hibah publik dan sponsor, termasuk dana DA.[32] Sebagai bagian dari perencanaan pencalonan bersama Norwegia dan Swedia untuk menjadi tuan rumah Euro 2016, Pemerintah Kota Bodø dan Bodø/Glimt mengusulkan pembangunan stadion baru di Rønvikjordene, di bagian utara kota. Rencana tersebut dipresentasikan pada akhir Juli 2008. Stadion yang diusulkan akan memiliki kapasitas 30.000 hingga 35.000 penonton selama turnamen, lalu akan direnovasi kembali setelahnya menjadi berkapasitas 10.000 hingga 15.000 tempat duduk. Diperkirakan bahwa Bodø/Glimt sendiri membutuhkan stadion dengan kapasitas sekitar 10.000 hingga 15.000 penonton.[61] Sebagai perbandingan, populasi Bodø pada tahun 2008 adalah 46.049 jiwa.[62]
Pembangunan stadion baru tersebut diperkirakan menelan biaya antara 500 hingga 700 juta NOK dan sebagian besar direncanakan akan dibiayai melalui dana DA.[61] Menteri Kebudayaan Norwegia, Trond Giske, menyatakan bahwa setidaknya salah satu tempat harus berada di Norwegia Utara untuk menerima dukungan pemerintah untuk permohonan tersebut.[63] Aspmyra direncanakan untuk digunakan sebagai lapangan latihan.[64] Bodø akhirnya tidak termasuk dalam pencalonan bersama Skandinavia, yang pada akhirnya juga tidak pernah diajukan ke UEFA.[65] Untuk Aspmyra, pemerintah kota menyatakan bahwa mereka memiliki opsi jangka panjang untuk membeli lahan di utara lapangan dan membangun tribun baru di sana. Alternatifnya, sekitar 3 juta NOK dapat digunakan untuk merobohkan tribun lama dan mengubahnya menjadi properti komersial.[33]
Beberapa rencana pengembangan stadion telah diajukan selama dekade berikutnya, namun tidak ada yang direalisasikan karena keterbatasan dana dan hasil pertandingan serta jumlah penonton yang tidak menuntut fasilitas yang lebih baik. Sejak kesuksesan klub yang berlanjut mulai 2019, muncul rencana untuk membangun stadion baru di sisi lain kota dengan kapasitas 8.000–10.000 penonton. Proyek ini sedang dikembangkan dengan target penyelesaian pada musim gugur 2024, bertepatan dengan saat Bodø menjadi Ibu Kota Kebudayaan Eropa.[66]
Pada 11 September 2025, tim tersebut mengungkapkan rencana untuk membangun stadion berkapasitas 10.000 tempat duduk di Thalleveiåkeren, yang terletak tepat di luar pusat kota Bodø.[67]