Sribu.com adalah lokapasar asal Indonesia yang menghubungkan bisnis dengan freelancer terkurasi di berbagai kategori kreatif, pemasaran, dan teknologi. Didirikan pada tahun 2011 dan berbasis di Jakarta, perusahaan ini awalnya berfokus sebagai platform urun daya desain. Seiring waktu, Sribu memperluas layanannya melalui produk Sribulancer, yang menyediakan sistem kerja lepas berbasis proyek.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Desember 2018) |
Jenis perusahaan | Crowdsourcing |
|---|---|
| Industri | Platform Freelancer |
| Didirikan | September 2011 [1] |
| Kantor pusat | Ruko ITC Permata Hijau, Blok Diamond. 3, Jl. Arteri Permata Hijau No.11, RT.11/RW.10, Grogol Utara, Kec. Kby. Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210 , |
Tokoh kunci | Ryan Gondokusumo (Founder, CEO) Alexandro Endy Wibowo(COO) |
| Pemilik | PT Sribu Digital Kreatif |
| Situs web | www.sribu.com |
Sribu.com adalah lokapasar asal Indonesia yang menghubungkan bisnis dengan freelancer terkurasi di berbagai kategori kreatif, pemasaran, dan teknologi. Didirikan pada tahun 2011 dan berbasis di Jakarta, perusahaan ini awalnya berfokus sebagai platform urun daya desain. Seiring waktu, Sribu memperluas layanannya melalui produk Sribulancer, yang menyediakan sistem kerja lepas berbasis proyek.
Pada Desember 2021, Sribu resmi diakuisisi oleh Mynavi Corporation, perusahaan sumber daya manusia asal Jepang. Pengumuman publik mengenai akuisisi ini dilakukan pada Maret–April 2022.
Sribu didirikan pada September 2011[2] oleh Ryan Gondokusumo sebagai platform design crowdsourcing yang melayani kebutuhan bisnis di Indonesia. Pada Februari 2012, Sribu memperoleh pendanaan awal (seed funding) dari East Ventures[3] untuk mempercepat pertumbuhan tahap awalnya.
Pada Februari 2014, Sribu mendapatkan pendanaan Seri A dari perusahaan perangkat lunak yang terdaftar di bursa Jepang, Infoteria Corporation (yang kemudian berganti nama menjadi Asteria Corporation),[4] dan mengakuisisi sekitar 34,5% saham Sribu.
Selanjutnya, pada November 2017, CrowdWorks, Inc. — salah satu platform crowdsourcing terbesar di Jepang — melakukan investasi strategis di Sribu untuk memperkuat ekspansi regional ke Asia Tenggara.
Untuk memenuhi kebutuhan proyek yang lebih luas di luar kontes desain, Sribu meluncurkan Sribulancer[5] pada periode 2014–2015, memperluas layanan ke bidang seperti pengembangan web, penulisan konten, penerjemahan, dan manajemen media sosial.
Pada 13 Desember 2021, Sribu resmi diakuisisi oleh Mynavi Corporation. Akuisisi ini diumumkan secara publik pada Maret–April 2022,[6] dengan tujuan memanfaatkan jaringan Mynavi sekaligus memperkuat teknologi dan kehadiran pasar Sribu di Indonesia.
Kemudian pada Juni 2023, Sribu melakukan penggabungan Sribulancer[7] ke dalam Sribu.com, menyatukan kedua platform di bawah satu merek untuk menyederhanakan pengalaman pengguna dan mengonsolidasikan ekosistem freelancer di Indonesia.
| Tahun | Putaran Pendanaan | Investor / Partner | Keterangan |
|---|---|---|---|
| 2012 | Seed Funding | East Ventures | Modal awal untuk mendukung pertumbuhan Sribu di tahap awal. |
| 2014 | Seri A | Asteria Corporation (sebelumnya Infoteria Corporation) | Mengakuisisi sekitar 34,5% saham Sribu. |
| 2017 | Strategic Investment | CrowdWorks, Inc. | Investasi strategis untuk memperkuat kemitraan regional di Asia Tenggara. |
| 2021 (diumumkan 2022) | Acquisition | Mynavi Corporation | Akuisisi penuh, menjadikan Mynavi sebagai pemilik tunggal Sribu. |
Per tahun 2025, struktur kepemimpinan eksekutif Sribu terdiri dari:
Posisi eksekutif lainnya seperti Chief Financial Officer (CFO) atau jabatan C-level tambahan belum diumumkan secara publik hingga tahun 2025.
Sribu Media Day adalah acara korporat rutin yang diselenggarakan oleh Sribu untuk menampilkan visi perusahaan, pencapaian merek, serta peluncuran produk terbaru.
SRIBUFEST merupakan festival tahunan Sribu yang ditujukan bagi komunitas freelancer dan klien, sebagai ajang perayaan dan apresiasi terhadap ekosistem freelance Indonesia.
Pada Juli 2025, Sribu menyelenggarakan kompetisi desain logo nasional[13] untuk merayakan HUT Kemerdekaan Indonesia ke-80. Inisiatif ini menarik perhatian publik karena dianggap sebagai bentuk kritik halus terhadap lomba desain logo resmi pemerintah, yang telah diluncurkan sejak Mei 2025 tetapi belum juga mengumumkan pemenang menjelang hari kemerdekaan.
Dengan menempatkan dirinya sebagai platform yang menjunjung kecepatan, transparansi, dan partisipasi komunitas, Sribu membuka kompetisi ini untuk publik hanya dalam waktu sepuluh hari. Pemenang kemudian dipilih melalui voting terbuka,[14] menunjukkan bagaimana crowdsourcing digital dapat menghasilkan karya kreatif secara lebih cepat, inklusif, dan efisien dibandingkan dengan proses birokrasi tradisional.
Kompetisi ini menarik ratusan partisipasi dari desainer freelance, mahasiswa, hingga pelaku usaha mikro di seluruh Indonesia. Berbagai media menyoroti kampanye ini sebagai perayaan kreativitas nasional sekaligus simbol ketangkasan ekosistem freelancer Indonesia, yang mampu bergerak lebih gesit daripada inisiatif institusional yang lamban.
Logo pemenang diumumkan secara publik sebelum 17 Agustus 2025, disertai dengan pesan kuat dari Sribu: "Ide hebat tidak perlu menunggu birokrasi".