Sophia Kruyt, merupakan seorang dokter dan politikus dari Indonesia. Ia merupakan keturunan dari tokoh penginjil terkenal di Mojowarno, Jombang yaitu Arie Kruyt dan Anna Pijsel. Ia dikenal sebagai salah satu pencetus Rumah Sakit Mardi Santosa di Jalan Bubutan, Surabaya dan Rumah Sakit Immanuel di Bandung.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Dr. Sophia Kruyt | |
|---|---|
| Anggota Konstituante | |
| Masa jabatan 11 April 1958 – 5 Juli 1959 | |
| Presiden | Soekarno |
| Daerah pemilihan | Wakil Golongan Minoritas Keturunan Eropa |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 1 Desember 1913 Jombang, Jawa Timur |
| Meninggal | 1995 (umur 82) |
| Partai politik | Parkindo |
| Afiliasi politik lainnya | Gabungan Indo untuk Kesatuan Indonesia (GIKI) |
| Almamater | Universitas Utrecht |
Sophia Kruyt (Mojowarno, Jombang 1913-1995), merupakan seorang dokter dan politikus dari Indonesia. Ia merupakan keturunan dari tokoh penginjil terkenal di Mojowarno, Jombang (Johannes Kruyt) yaitu Arie Kruyt (anak dari Johannes Kruyt) dan Anna Pijsel. Ia dikenal sebagai salah satu pencetus Rumah Sakit Mardi Santosa di Jalan Bubutan, Surabaya dan Rumah Sakit Immanuel di Bandung.
Ia mengambil kewarganegaraan Indonesia pada tahun 1946 dan aktif dalam organisasi Gabungan Indo untuk Kesatuan Indonesia (GIKI) yang menghimpun masyarakat keturunan Eropa yang mendukung kemerdekaan Indonesia. Selain sebagai dokter, ia pernah menjadi anggota Konstituante RI mewakili golongan minoritas Eropa (Indo-Belanda) dan duduk di fraksi Parkindo.[1] Ia juga pernah menulis tentang penelitian dan karya pengabdiannya pada bidang kedokteran di Tonusu, Poso, Sulawesi Tengah.[2]