Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Soetjipto Joedodihardjo

Jenderal Polisi (Purn.) H. Raden Mas Ngabehi Soetjipto Joedodihardjo adalah Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia dari 9 Mei 1965 hingga 8 Mei 1968.

Wikipedia article
Diperbarui 29 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Soetjipto Joedodihardjo
Soetjipto Joedodihardjo
Menteri/Panglima Angkatan Kepolisian Ke-4
Masa jabatan
9 Mei 1965 – 15 Mei 1968
PresidenSoekarno
Soeharto
Ketua Presidium KabinetSoeharto
(dari 1966)
MenkohankamAbdul Haris Nasution
Soeharto
(sebagai Menteri Utama Bidang Pertahanan dan Keamanan)
Kepala Staf Angkatan BersenjataAbdul Haris Nasution
Soeharto
Sebelum
Pendahulu
Soetjipto Danoekoesoemo
Pengganti
Hoegeng Iman Santoso
Sebelum
Informasi pribadi
Lahir(1917-04-27)27 April 1917
Bondowoso, Hindia Belanda
Meninggal26 Maret 1984(1984-03-26) (umur 66)
Karier militer
Pihak Indonesia
Dinas/cabang Kepolisian Republik Indonesia
Masa dinas1939 - 1968
Pangkat Jenderal Polisi
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Jenderal Polisi (Purn.) H. Raden Mas Ngabehi Soetjipto Joedodihardjo (27 April 1917 – 26 Maret 1984) adalah Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia dari 9 Mei 1965 hingga 8 Mei 1968.

Joedodihardjo dilahirkan di Bondowoso, pada 27 April 1917. Pada masa kecilnya ia belajar di HIS, KAE, MULO dan menamatkan Mosvia pada tahun 1939.

Soetjipto kemudian menjadi ambtenaar (pegawai negeri) dengan menjabat sebagai AIB Tanggul/Besuki (1939). Kemudian AIB di kota kelahirannya, Bondowoso, tahun 1940. Sesudah itu kariernya berjalan dengan mantap dan terus menanjak. Ia berturut-turut menjadi Mantri Polisi Situbondo (1941), Mantri Polisi Surabaya (1941), Mantri Polisi Bondowoso (1942), Mantri Polisi Kalisat/Jember (1942), dan Itto Keibu Bondowoso (1943). Dari sini, dia mendapat latihan ilmu kepolisian di Taiwan (1944). Sebulan menjelang Proklamasi Kemerdekaan RI, dia masih menjadi Itto Keibu di Bondowoso.

Dua bulan setelah Kemerdekaan RI, tepatnya pada tanggal 1 Oktober 1945, Soetjipto menjadi Inspektur Polisi Kelas I pada Pasukan Polisi Istimewa Besuki (1945). Prestasinya menanjak, ketika dia ditarik ke Surabaya sebagai Wakil Komandan Mobrig Polisi Jawa Timur (1947). Kemudian menjadi Komandan Mobrig Polisi Jakarta Raya (1950), Komandan Mobrig Polisi Jawa Timur (1950), Komisaris Polisi Kelas I pada Jawatan Kepolisian Negara (1954), Lektor PTIK (1960), Komandan Komandemen Mobrig Pusat (1960), Asisten II Kastaf Komisaris Jenderal MBPN (1962), Kepala Pusat Pertahanan Sipil (1962).

Menginjak tahun 1962, Soetjipto sempat dikirim ke AS untuk satu setengah bulan. Dan, tahun ini pula, ketika Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games IV, Komisaris Besar Polisi Soetjipto ditunjuk menjadi Pimpinan Harian Organizing Committeenya. Tiga tahun kemudian, 1965, dia diangkat menjadi Kepala Kepolisian Negara untuk masa jabatan sampai 1968. Semasa kepemimpinan Joedodihardjo ini, mulai berdiri Akademi Angkatan Kepolisian (1 Oktober 1965). Namun, pada 16 Desember 1965, pendidikan akademi itu disatukan ke dalam pendidikan ABRI, dan namanya menjadi AKABRI Bagian Kepolisian.

Menjadi Menteri/Pangak RI

Masa kepemimpinan Kapolri R. Soetjipto Joedodihardjo penuh dengan gejolak. Sebab inilah masa transisi dari Orde Lama ke Orde Baru. Pada 9 Mei 1965, Presiden Soekarno melantik Raden Soetjipto Joedodihardjo menjadi Menteri/Pangak RI berpangkat Inspektur Jenderal Polisi.

Nama Departemen Angkatan Kepolisian (Depak) diubah menjadi Kementerian Angkatan Kepolisian (Kemak). Perubahan ini sehubungan dengan keluarnya Keputusan Presiden 27 Maret 1966 tentang susunan Kabinet Dwikora yang disempurnakan lagi (Dwikora III). Namun namanya berubah lagi menjadi Depak, pada 21 Agustus 1966. Hal ini dilakukan menyusul pembentukan organisasi Kabinet Ampera. Struktur organisasi kepolisian pun beberapa kali berubah karena kondisi dan situasi politik ketika itu agak memanas.

Jabatannya sebagai Menteri/Panglima Angkatan Kepolisian digantikan oleh Drs. Hoegeng Imam Santoso. Kemudian ia mulai memasuki masa persiapan pensiun. Pada 1 November 1972, dia pensiun dari jajaran kepolisian. Jenderal Polisi (Purn.) H.R. Mas Ngabehi Soetjipto Joedodihardjo wafat di Jakarta pada tanggal 26 Maret 1984, dalam usia 66 tahun dan dimakamkan di TMP Bondowoso, Jawa Timur.

Tanda Kehormatan

Baris ke-1 Bintang Dharma
Baris ke-2 Bintang Gerilya Bintang Bhayangkara Utama Bintang Bhayangkara Pratama
Baris ke-3 Bintang Bhayangkara Nararya Satyalancana Satya Dasawarsa Satyalancana Jana Utama
Baris ke-4 Satyalencana Prasetya Panca Warsa Satyalancana Perang Kemerdekaan I Satyalancana Perang Kemerdekaan II
Baris ke-4 Satyalancana G.O.M I Satyalancana G.O.M II Satyalancana G.O.M V

Pranala luar

  • Biografi pada situs web komisikepolisianindonesia.com
  • Buku mengenai biografi Soetjipto Joedodihardjo (PDF)
Jabatan kepolisian
Didahului oleh:
Soetjipto Danoekoesoemo
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia
1965–1968
Diteruskan oleh:
Hoegeng Imam Santoso
  • l
  • b
  • s
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia
  • Soekanto Tjokrodiatmodjo
  • Soekarno Djojonegoro
  • Soetjipto Danoekoesoemo
  • Soetjipto Joedodihardjo
  • Hoegeng Iman Santoso
  • Mohamad Hasan
  • Widodo Budidarmo
  • Awaloedin Djamin
  • Anton Soedjarwo
  • Mochammad Sanoesi
  • Kunarto
  • Banurusman Astrosemitro
  • Dibyo Widodo
  • Roesmanhadi
  • Rusdihardjo
  • Surojo Bimantoro
  • Da'i Bachtiar
  • Sutanto
  • Bambang Hendarso Danuri
  • Timur Pradopo
  • Sutarman
  • Badrodin Haiti
  • Tito Karnavian
  • Idham Azis
  • Listyo Sigit Prabowo
Lambang Polri

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Menjadi Menteri/Pangak RI
  2. Tanda Kehormatan
  3. Pranala luar

Artikel Terkait

Soetjipto Danoekoesoemo

Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia ke 3

Jenderal Polisi

Pangkat tertinggi dalam Kepolisian Republik Indonesia

Daftar komandan Korps Brigade Mobil

dipimpin oleh seorang Komandan Korps Brimob (Dankorbrimob) yang berpangkat Komisaris Jenderal Polisi.

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026